CARA PANDANG YANG BARU | Pdt. Daniel Pingardi

CARA PANDANG YANG BARU | Pdt. Daniel Pingardi

 

 

Gereja sedang membawa kita kepada kedewasaan. Situasi dan kondisi atau Firman Allah bisa membuat kita menjadi dewasa. Jika kita dewasa, kita tidak akan mudah dipengaruhi dan diombang-ambingkan. Orang yang dewasa mempengaruhi cara pandangnya. Cara pandang kita menentukan sikap dan tindakan kita. Gereja tidak boleh berada dalam sikap dan tindakan yang lama, karena dalam cara pandang yang baru akan ada terobosan yang baru.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5:17

Perkembangan jaman, teknologi dan komunikasi membawa pergeseran paradigma dalam kehidupan manusia yang tentunya juga membuat perubahan nilai-nilai dalam kehidupan. Dalam kisah tentang perempuan Samaria di Injil Yohanes 4:1-42, Yesus memiliki cara pandang baru terhadap perempuan tersebut. Sekalipun perempuan ini tidak lagi dipedulikan dan terbuang, tetapi Yesus melihat ada potensi yang besar dalam diri perempuan ini. Mungkin saat ini kita merasa banyak kekurangan dalam hidup kita, tetapi Tuhan juga menaruh banyak potensi dalam hidup kita.

Melalui kisah perempuan Samaria ini kita dapat belajar 4 hal yang akan merubah cara pandang kita sehingga kita semakin dewasa didalam Kristus yaitu:

  1. MENJADI PEMBERI TANPA BATAS

Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub.
Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. (Yohanes 4:5-6)

Menurut tradisi Yahudi, menimba air dilakukan pada pagi atau sore hari. Perempuan ini mengambil air pada tengah hari karena perempuan ini merasa terbuang, tidak dihiraukan dan terabaikan akibat masalah dan persoalan yang dimilikinya. Sekalipun Yesus sangat letih, tetapi Yesus tahu ada potensi yang besar dalam diri wanita ini. Yesus menginvestasikan waktu dan tenaganya untuk wanita ini.

Memberi tanpa batas tidak selalu berbicara tentang materi, tetapi juga talenta, waktu atau tenaga. Karena ukuran yang kita pakai dalam memberi, akan diukurkan kepada kita (Lukas 6:38) dan orang yang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26).

  1. MENJADI KAWAN BAGI LAWANNYA

“Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) Yohanes 4:9 Wanita ini merasa sangat heran dengan sikap Yesus yang meminta minum kepadanya. Tidak hanya wanita ini saja, murid-muridpun merasa heran atas apa yang dilakukan oleh Yesus (Yohanes 4:27). 

Secara tradisi, orang Yahudi dan Samaria tidak bergaul sejak jaman Raja Salomo karena perlakuan pajak yang memberatkan bagi orang Samaria. Orang Samaria menyimpan kepahitan kepada orang Yahudi dan sebaliknya, orang Yahudi menganggap orang Samaria adalah lawan/musuh. Yesus sedang mengajar kepada kita bahwa tidak boleh ada kepahitan dalam hidup dan perlakukan orang lain yang dianggap lawan sebagai kawan.

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua  orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Roma 12:17-18

Dengan paradigma yang baru jadilah kawan bagi lawan-lawan kita dengan memulai dahulu untuk berdamai dengan lawan-lawan kita, jangan menunggu lawan kita yang datang kepada kita.

3. MENJADI SEPERTI YANG DISEMBAH

Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
Yohanes 4:21

Yerusalem adalah kota agama yang dianggap penting oleh 4 agama besar di dunia yaitu aagama Yahudi, Islam, Katolik dan Kristen. Tetapi Yesus sedang mengajar bahwa penyembahan yang kita lakukan bukanlah penyembahan agama.

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Yohanes 4:23-24

Kita akan menjadi sama seperti yang kita sembah. Oleh sebab itu ketika kita menyembah Allah yang benar maka hidup kita akan dipenuhi oleh kepenuhan Allah dan hidup Yesus ada pada kita. Dimanapun kita berada dan apapun keadaan kita, orang lain akan melihat kasih Kristus melalui hidup kita.

4. MENJADI SAKSI BAGI TUHAN YESUS

Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” Yohanes 4:39

Mari kita ambil waktu untuk bersaksi dan gunakan setiap kesempatan untuk menceritakan pengalaman hidup kita bersama Tuhan dan menceritakan kebaikan Tuhan yang kita alami, karena melalui kesaksian kita juga akan mengalahkan kuasa iblis (Wahyu 12:11).

Mari kita belajar dari keempat hal tersebut, sehingga kita semakin dewasa dan memiliki cara pandang yang baru didalam kehidupan kita. Amin.