NOW YOU SEE ME | Pdt. Joshua Gunawan Handojo

 

 

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
(Matius 16:15-16)

Tuhan Yesus membawa murid-murid-Nya ke Kaisarea Filipi untuk memberikan sebuah pertanyaan penting. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang harus dijawab setiap murid dengan sebuah pengakuan pribadi. Kehidupan setiap orang sangat tergantung dari bagaimana ia menjawab pertanyaan “Siapakah Yesus bagiku?”. Banyak orang hanya melihat Yesus sebagai seorang nabi, tapi meskipun nabi-nabi sangat dihormati, ini belumlah merupakan cara pandang yang tepat. Cara kita memandang dan menyambut Yesus akan terlihat dari cara kita menjawab pertanyaan ini. Untuk dapat mengalami terobosan-terobosan dalam kehidupan, kita harus menjawab pertanyaan ini dengan tepat setiap hari.

Petrus dapat menjawab pertanyaan ini karena memperoleh penyingkapan/pewahyuan dari Bapa di sorga. Agar kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan tepat seperti Petrus, kita harus memiliki keintiman dengan Bapa. Ketika kita menjawab pertanyaan tersebut dengan benar, maka Tuhan Yesus berkata kepada kita; “Berbahagialah engkau…” yang dalam bahasa aslinya juga dapat diterjemahkan “Diberkatilah engkau….”. Dalam setiap aspek, setiap masalah dan tantangan kehidupan, kita harus mengajukan pertanyaan di atas dan menjawabnya dengan tepat.

Pengakuan kita tentang siapakah Yesus tidak cukup hanya disampaikan secara lisan, tapi harus kita hidupi melalui tingkah laku sehari-hari. Pengakuan tersebut harus diwujudkan dengan komitmen kita untuk bertingkah laku yang menyenangkan hati Tuhan.

Ketika Petrus memberikan jawaban yang tepat, maka Tuhan Yesus memberikan tiga jaminan:

  1. Alam maut tidak akan menguasai gereja-Nya, yaitu orang-orang yang percaya.

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
(Matius 16:18)

Batu Karang yang dimaksud adalah Tuhan Yesus sendiri, dan Ia akan membangun jemaat-Nya yang terdiri dari orang-orang yang percaya kepada-Nya. Yang membangun jemaat yaitu gereja-Nya bukanlah Petrus, tapi Tuhan Yesus sendiri melalui murid-murid-Nya. Alam maut yaitu dosa tidak akan menguasai kita sebagai orang percaya, tetapi hal ini harus dimulai dengan pengakuan yang benar. Pengakuan yang benar bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias anak Allah yang hidup dan mengijinkan Dia membangun bait-Nya dalam hidup kita.

2. Gereja-Nya diberikan kunci-kunci Kerajaan Sorga.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
(Matius 16:19)

Kunci adalah sebuah benda yang kecil, tapi memiliki pengaruh yang besar. Kunci berbicara tentang akses/jalan masuk. Sebuah rumah yang besar dan bagus tidak dapat dimasuki dan dinikmati jika tidak memiliki kunci yang tepat. Sebuah mobil yang bagus hanya akan tergeletak tidak berguna, jika tidak ada kunci untuk menjalankannya. Demikian juga sebuah komputer yang canggih tidak ada gunanya, jika tidak memiliki password untuk mengaktifkannya. Sebenarnya Tuhan sudah memberikan kunci-kunci kerajaan sorga bagi kita, tapi seringkali kita biarkan iblis mencurinya.

Kunci juga berbicara tentang kepercayaan, kita tidak mungkin memberikan kunci rumah yang berisi barang-barang berharga kepada seseorang yang tidak kita percayai. Tuhan telah memberikan kita kepercayaan, tidak hanya materi, tapi juga kuasa. Janganlah kita menyia-nyiakan kepercayaan tersebut dengan membuka pintu bagi iblis. Ketika kita membuka celah bagi kekuatiran dan ketidakpercayaan akan kuasa Tuhan, maka kita sedang membuka pintu bagi iblis.

3. Gereja-Nya diberikan otoritas dan kuasa untuk mengikat dan melepaskan.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. (Matius 16:19)

Kita telah diberikan kuasa untuk mengikat dan melepaskan. Dalam setiap masalah dan persoalan yang kita hadapi, Tuhan telah memberikan kuasa dan otoritasNya kepada kita untuk menyelesaikannya. Tugas kita hanyalah mengucapkan pengakuan kita, untuk ‘confess’ melalui mulut kita. Ketika tekanan yang datang begitu besar, kita bahkan bisa ‘confess’ hanya dalam hati kita. Sebagai contoh, ketika menghadapi serangan kuasa roh jahat, maka ucapkan kata-kata “Yesus yang ada dalam hidup saya lebih besar dari roh-roh yang ada di dunia”. Pada saat menghadapi situasi yang sukar, misalnya situasi politik yang memanas, ucapkan kata-kata “Saya ikat semua roh jahat dan saya lepaskan damai sejahtera”. Ketika kita lakukan hal ini, maka janji Tuhan bahwa apa yang kita ikat maupun lepaskan di bumi akan juga terikat dan terlepas di sorga pasti tergenapi.

Tujuan akhir dari ketiga hal di atas adalah: Agar dunia dapat melihat Kristus nyata melalui hidup kita. “Now you (the world) see Me (Christ in us)” Matius 5:16. AMIN!