THE GLORIOUS KING | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

THE GLORIOUS KING | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana


 

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu,
hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

“Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa,
TUHAN, perkasa dalam peperangan!”
Mazmur 24:
7-8

Dalam perayaan Natal, kita tidak memberitakan sebuah agama, tapi memberitakan Kerajaan Allah yang rajanya adalah Tuhan Yesus. Dia bukan Raja yang akan memerintah, tapi Ia sudah dan sedang memerintah atas seluruh alam semesta. Ia memerintah atas milik kepunyaan-Nya, yaitu bumi dan segala yang diam di atasnya. Pada saat kita berada dalam situasi yang sulit, Ia adalah Tuhan yang sanggup membalikkan keadaan kita. Ia juga adalah Gembala yang baik bagi setiap umat-Nya.

Saat ini ada begitu banyak pengungsi di dunia, bahkan keadaan kitapun sebenarnya juga termasuk bilangan pengungsi, yaitu ketika kita belum naik ke gunung Kudus-Nya Tuhan. Untuk dapat naik ke gunung Kudus-Nya, kita perlu memiliki tangan yang bersih dan hati yang suci (Mazmur 24:3-4). Tetapi syarat ini tidak dapat kita penuhi dengan kekuatan sendiri. Kita perlu datang kepada Tuhan sebagai Juru Selamat, karena Ia telah mati sebagai Juru selamat bagi semua bangsa.

Siapakah Tuhan yang kita sembah? Sang Raja yang kita sambut kedatangan-Nya?

  1. He is Glorious in Power (Mulia dalam kekuatan-Nya).

Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh. (Keluaran 15: 6)

Tuhan adalah Panglima Bala Tentara Sorga. Untuk dapat mengalami Kuasa-Nya, kita harus menjadi pribadi yang rendah hati. Tuhan Yesus memberikan teladan kerendahan hati dengan lahir di kandang binatang berupa gua (Grotto). Kerendahan hati adalah kunci hidup berbahagia. Kita harus taat kemanapun Tuhan memanggil kita, saat lahir Tuhan Yesus dibedung dengan kain lampin/kafan, karena Ia memang bertujuan untuk mati disalib (Golgota) sebagai bukti kasih-Nya. Setelah mengalami penyaliban dan bangkit dari antara orang mati, maka Ia mendapatkan kemuliaan-Nya (Glory).

  1. He is Glorious in Holiness (Mulia dalam kekudusan-Nya).

Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? (Keluaran 15:11)

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang suci. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapa yang boleh bersekutu dengan Dia? Hanya mereka yang disucikan hatinya, namun hal ini tidak dapat dilakukan dengan usaha sendiri, tapi hanya bisa didapatkan dengan meminta kepada Tuhan.

3. He is Glorious in His Name (Nama-Nya Mulia).

Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat yang tertulis dalam kitab ini, dan engkau tidak takut akan Nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan TUHAN, Allahmu, (Ulangan 28: 58-59)

Tidak seorangpun mampu untuk mentaati dengan setia seluruh perintah Hukum Taurat, karena itu kita membutuhkan seorang Juru Selamat. Dialah yang sanggup menyelamatkan kita dari semua dosa kita. Tugas kita hanyalah menerima Sang Juru Selamat tersebut.

Sang Juruselamat tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa, tapi Ia juga mampu menyelamatkan kita dari setiap tantangan di hadapan kita. Menghadapi tantangan-tantangan di tahun 2017 kita tidak perlu takut, karena nama-Nya juga disebut Penasehat yang Ajaib dan Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yesaya 9:6) yang akan menuntun hidup dan memberikan kekuatan dalam hidup kita.

4. His Glorious Kingdom and Throne (Kerajaan dan Takhta-Nya Mulia).

Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. (Mazmur 145:11-13a).

Setiap orang yang masuk dalam Kerajaan-Nya akan diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan, karena Pemimpin Kerajaan Allah adalah Sang Raja Mulia.  Ia bertakhta di takhta mulia (Yeremia 17:12)

5. His Glorious Gospel and Church (Injil dan Gereja-Nya Mulia).

Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.  Sebab bukan diri kami yang kami beritakan,
tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu
karena kehendak Yesus. (2 Korintus 4:4-5).

Injil yang kita beritakan adalah Injil yang penuh Kemuliaan Allah. Kita akan dijadikan mempelai Kristus yang penuh kemuliaan, yaitu menjadi jemaat yang kudus dan tidak bercela (Efesus 5:27).

Mari di moment Natal ini kita sambut kelahiran Yesus dengan paradigma yang baru bahwa Ia adalah Sang Raja Yang penuh dengan kemuliaan dan keperkasaan, Tuhan diatas segala tuhan dan Raja di atas segala raja. Amin.