OPEN RIVERS IN HIGH PLACES | Pdt. Eluzai Frengky Utana

OPEN RIVERS IN HIGH PLACES | Pdt. Eluzai Frengky Utana

 

 

Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul,
dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.
Yesaya 41:18

Kita telah masuk dalam tahun yang baru dan tema yang diberikan di tahun 2017 ini untuk seluruh ROCK Ministry adalah The Year of New Heights (Tahun Puncak-puncak/ketinggian yang baru). Kita berada dalam suatu tempat ketinggian, ada kemungkinan-kemungkinan yang lebih berbahaya di tempat yang tinggi jika kita jatuh akan mengakibatkan sesuatu yang fatal, tetapi suatu kebodohan kalau kita tidak berani naik ke tempat ketinggian jika itu promosi Tuhan.

Sesungguhnya setiap tema di tahun 2016 telah mempersiapkan diri kita untuk memasuki tahun yang baru. Misalnya tema bulan April 2016 adalah Die To Grow (Mati Untuk Bertumbuh), tidak mungkin kita bisa masuk di tahun ini jika kita tidak mematikan hal-hal yang tidak selaras dengan kebenaran Tuhan karena semua yang kita alami adalah kasih karunia Tuhan. Juga tema di bulan Desember 2016 Maturing to The Fullness of Christ (Pendewasaan yang membawa kita kepada kepenuhan Kristus), setiap orang yang telah mengalami kepenuhan Kristus pasti akan menghargai dan menghormati apa yang telah Tuhan kerjakan dalam hidupnya dan selalu akan bersyukur atas apa yang Tuhan kerjakan sehingga semakin hari akan semakin bijaksana. Apabila hal-hal tersebut ada dalam hidup kita maka setinggi apapun kita naik di tahun 2017, kita akan tetap sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita karena Tuhan dan bersama Tuhan selalu ada keajaiban. Kita tidak lagi menghitung tahun-tahun hidup kita tetapi yang terpenting adalah tahun-tahun dimana hidup kita mengalami kepenuhan Kristus.

Khusus untuk bulan Januari sampai dengan Maret 2017 ini kita memasuki Season of Spring Open Rivers in High Places (musim semi sungai-sungai terbuka di tempat-tempat yang tinggi). Untuk mengalami hal ini, kita tidak lagi berfikir kapan sungai-sungai itu terbuka dan memenuhi hidup kita, tetapi bagaimana melalui hidup kita terpancar aliran-aliran sungai air kehidupan (Yehezkiel 47).

Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. (Wahyu 22:1-2)

Jika aliran-aliran sungai kehidupan terpancar dari hidup kita maka hidup kita akan selalu berbuah dan mampu menyembuhkan setiap hati yang terluka, menyembuhkan orang yang sakit secara fisik dan mujizat terjadi sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:14)

Dari hidup kita akan ada mata air yang keluar sebagai sungai kehidupan dan Kristus sebagai sumber air kehidupan itu ada dalam hidup kita. Yesus datang tidak saja untuk menggenapi Hukum Taurat, tetapi juga untuk memulihkan dan menegakkan kembali Kerajaan Allah di bumi ini. Yesus mengajarkan nilai-nilai Kerajaan Allah supaya hidup kita berkualitas dan menjadi dampak dalam komunitas kita.

Pada awal manusia diciptakan di taman Eden (tempat hadirat Tuhan) ada 4 sungai yang mengalir  (Kejadian 2:11-14) yaitu:

  1. Sungai Pison, artinya sungai yang mengalir dengan bebas, gambaran orang yang hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus ada kebebasan dan kemerdekaan dari kutuk sehingga dimanapun kita berada hidup kita membawa berkat bukan kutuk.
  2. Sungai Gihon, artinya sungai yang memancar dengan kuat sebagai gambaran orang yang hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus sehingga kehidupan Tuhan terpancar melalui hidup kita.
  3. Sungai Tigris, artinya sungai yang melesat seperti anak panah sebagai gambaran orang yang hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus dan hidupnya memiliki visi dan tujuan.
  4. Sungai Efrat, artinya sungai yang menyuburkan, Roh Kudus akan menjadikan kehidupan kita menjadi berkat bagi banyak orang.

Agar sungai-sungai itu mengalir dalam hidup kita maka prioritas hidup kita yang utama adalah kepada Sang Raja, sehingga apapun yang kita lakukan hanya berfokus untuk kemuliaan nama Tuhan. Gaya Hidup Sang Raja yang harus kita teladani agar sungai –sungai itu mengalir dalam hidup kita adalah:

  1. Gaya Hidup Memberi.

Yesus sebagai Imam Besar Agung kita memberikan nyawaNya bagi tebusan bagi banyak orang yang percaya dan taat kepadaNya (Ibrani 5:9-10).

2. Gaya Hidup Menerima.

Karena kasih-Nya, Yesus menerima pribadi setiap orang yang berdosa dan tertolak. Yesus menolak perbuatan dosa yang dilakukan tetapi Yesus menerima setiap pribadi yang mau bertobat dan berbalik kepadaNya.

3. Gaya Hidup Bekerjasama.

Sang Raja menjadikan manusia dengan bekerja sama, segala sesuatu yang dikerjakan bersama-sama dengan kesatuan hati akan menghasilkan dampak yang dasyat.

4. Gaya Hidup Memiliki Hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama.

Kita harus membangun Keintiman dengan Sang Raja setiap hari, sehingga apapun masalah kita kita tetap kuat menghadapinya.

Jadi memasuki tahun 2017 ini kita tidak lagi bertanya dari mana sungai itu datang, tetapi kita mengambil keputusan untuk hidup kita mengalirkan sungai-sungai kehidupan yang sumbernya telah kita terima dari Kristus, sehingga Kerajaan Allah ditegakkan dan nama Tuhan dipermuliakan Amin.