Heaven Fills Empty Vessels According To Your Measurement | Ps. Ken Gott

Heaven Fills Empty Vessels According To Your Measurement | Ps. Ken Gott


 

Lalu berkatalah Elisa: “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar,
dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
2 Raja-raja 4:3

Jika kita membaca kisah dalam 2 Raja-raja 4 ini, ada salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, yaitu suaminya yang takut akan Tuhan sudah mati serta meninggalkan banyak hutang sehingga penagih hutang datang hendak mengambil kedua orang anaknya untuk dijadikan budak. Wanita ini bersama suaminya tentunya memiliki mimpi dan cita-cita yang besar sebagai hamba Tuhan untuk melayani Tuhan dan memperluas Kerajaan Allah melalui pelayanannya. Tentunya ini adalah suatu rencana yang baik, tetapi wanita ini mengalami suatu hal tragis diluar dugaannya yang membawa dia pada situasi buruk dan terendah dalam hidupnya. Mungkin hari-hari ini kita juga sedang merencanakan sesuatu yang besar dalam hidup kita, tetapi yang terjadi justru sebaliknya sehigga kita tidak tahu harus berbuat apa-apa. Keadaan yang terjadi tidak sesuai dengan mimpi dan rencana yang kita harapkan.

Elisa menjawab wanita itu: “Apakah yang dapat kuperbuat bagimu?”. Pertanyaan sama yang juga sering Tuhan ajukan kepada kita di saat kita mengalami hal-hal buruk dalam hidup kita. Memang Tuhan Maha tahu, tetapi Tuhan menginginkan jawaban itu keluar dari mulut kita sendiri. Kehidupan tidak selalu berjalan mulus sesuai yang kita harapkan, terkadang ada kejutan-kejutan atau hal-hal yang tidak kita harapkan terjadi dalam hidup ini yang kita sendiri tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi, tetapi jika kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan menerima kekuatan dan jalan keluar yang Tuhan berikan.

Wanita ini menjawab Elisa: “Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah”. Jawaban sama yang juga sering kita katakan ketika kita sedang dalam masalah dalam hidup kita. Bahasa seseorang dalam situasi sulit sering kali negatif. Kita sering kali mengatakan “aku tidak punya apa-apa”, “aku bukan siapa-siapa” atau “aku tidak tahu harus berbuat apa”. Sesungguhnya jawaban seperti inilah yang iblis harapkan agar kita katakan sehingga kita semakin terpuruk, karena perkataan yang negatif justru akan semakin melemahkan.

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya,
akan memakan buahnya. (Amsal 18:21)

Hal baik yang wanita ini lakukan adalah ia mulai menemukan sesuatu dalam dirinya. Ia memulai dengan perkataan yang negatif tetapi sebetulnya ia masih memiliki sebuah buli-buli berisi minyak. Demikian juga dengan hidup kita, seterpuruk apapun hidup kita, kita pasti memiliki sesuatu yang sanggup Tuhan pakai untuk mengubah hidup kita.

Hal-hal yang Elisa perintahkan kepada wanita tersebut sehingga wanita itu mengalami terobosan dalam hidupnya adalah:

  1. Menyediakan buli-buli kosong

Elisa sedang mengajarkan prinsip iman kepada wanita tersebut. Elisa berkata kepada wanita tersebut agar meminjam bejana-bejana kosong dari luar dan dari tetangga-tetangganya dalam jumlah sebanyak-banyaknya, karena apapun yang kita ukurkan di bumi ini akan Tuhan penuhi dalam hidup kita. Sebuah prinsip bahwa Tuhan selalu memenuhi sesuai dengan ukuran yang kita sediakan

  1. Menutup pintu dan mulai menuang minyak

Setelah wanita ini meminjam bejana-bejana kosong, ia dan dan anak-anaknya masuk ke dalam rumah, menutup pintu dan mulai menuang minyak. Wanita ini sedang menutup pintu atas situasinya, ia menutup telinga atas suara –suara negatif dan ia menutup pintu atas pendapat orang lain. Ketika ia mulai menuang minyak, minyak mengalir memenuhi setiap buli – buli kosong yang ia sediakan dan minyak berhenti mengalir sampai buli – buli terakhir terisi penuh. Wanita ini sadar dan tahu apa yang dimaksud Elisa dengan jangan terlalu sedikit.

Demikian juga hidup kita, ketika masalah dan persoalan terjadi dalam hidup ini, kita ambil waktu sendiri dengan Tuhan, sediakan hati dan tutup setiap pintu-pintu atas situasi negatif sehingga Roh Kudus mengalir memenuhi hidup kita. Sangat mudah kita memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama di gereja, tetapi dibalik pintu yang tertutup dan kita sedang sendiri apakah kita tetap memuji dan menyembah Tuhan?

  1. Membayar hutang dan hidup dari selebihnya

Elisa menyuruh wanita ini untuk menjual minyak yang ada dan dengan uang yang di dapat ia dapat membayar hutang-hutangnya serta hidup dari kelebihannya.

Sering kali kita berdoa hanya ketika ada kebutuhan yang mendesak dalam hidup kita. Tuhan tidak memberi sesuai kebutuhan kita, tetapi Tuhan memberi sesuai ukuran yang kita sediakan. Oleh sebab itu mari kita senantiasa memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dan sediakan hati yang rindu untuh Roh Kudus memenuhi hidup kita

Seberapa banyak hidup kita ingin dipenuhi oleh Roh Kudus? Jika saat ini kita tidak merasakan lagi kehadiran Roh Kudus memenuhi hidup kita, apakah kita sudah tidak lagi menyediakan buli – buli hati kita yang kosong yang sanggup Tuhan isi. Tutup setiap pintu atas reputasi, kepandaian dan kemampuan yang kita miliki,  sediakan buli – buli hati kita yang kosong dan minta Roh Kudus senantiasa memenuhi hidup kita karena tanpa Roh Kudus kita tidak sanggup berbuat apa-apa. Amin.