Menuju Masa Depan Yang Penuh Kemuliaan | Dr. Ir. Efendy Tahir

Menuju Masa Depan Yang Penuh Kemuliaan | Dr. Ir. Efendy Tahir

 

 

Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki.”
Yohanes 21:18-23

Pada saat Tuhan Yesus menyampaikan perkataan di atas, Ia telah mati disalibkan dan telah dibangkitkan. Pada saat itu Yesus telah menampakkan diri sebanyak 3 kali kepada murid-murid-Nya. Tuhan Yesus juga bertanya kepada Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Sekarang kita telah memasuki tahun 2017, tapi apakah kita dapat menjawab dengan jujur apakah di tahun 2016 yang lalu kita telah sungguh-sungguh mengasihi Tuhan? Apakah di tahun 2016 kita telah sungguh-sungguh mengutamakan Tuhan dalam hidup kita?

Ayat 19a menyebutkan bahwa: “Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah”. Di dalam bahasa aslinya ayat ini berarti: “Kematian Petrus akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah”. Kita tidak tahu bagaimana kita akan mati, tapi kita dapat mengisi kehidupan kita dengan sesuatu yang terbaik. Jika kita seorang pengusaha, jadilah pengusaha yang terbaik. Jika kita adalah orang tua, jadilah orang tua yang terbaik bagi anak-anak kita, sehingga nama Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita.

Dari nats Yohanes 21: 18-23, ada tiga pesan Tuhan bagi kita:

  1. Apapun masa lalumu, Tuhan menyediakan masa depan yang memuliakan Dia.

Yohanes 21:18 memberikan penjelasan kepada kita, bahwa Tuhan tahu persis masa depan Petrus, dan hal yang sama juga berlaku atas masa depan kita. Tuhan tahu bahwa meskipun di masa lalu kita hidup ‘semau gue’, namun Tuhan mengetahui masa depan kita.

Petrus adalah murid yang telah mengikut Tuhan Yesus selama kurang lebih 3,5 tahun. Namun demikian, di tengah situasi sulit, ia pernah menyangkal Tuhan Yesus sebanyak 3 kali. Dilihat dari kacamata manusia, ia adalah seorang yang gagal. Segala perkataan Tuhan Yesus yang pernah didengarnya dan segala mujizat yang pernah dilihatnya seolah-olah sia-sia. Namun Tuhan sanggup memulihkannya. Kisah Para Rasul 2:41 menuliskan bahwa Petrus menjadi pengkotbah yang luar biasa dan ribuan orang diselamatkan. Tuhan yang sanggup memulihkan, apapun kesalahan dan kegagalan masa lalu kita bahkan Ia menyediakan bagi kita masa depan yang memuliakan nama-Nya.

2. Tuhan telah mempercayakan banyak hal kepada kita. Pergunakanlah sebaik-baiknya!

Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku. “Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” (Yohanes 21:19,21,22)

Petrus menerima perintah: “Ikutlah Aku”, tapi ia malah mengurusi hal lain. Ia malah mempertanyakan apa yang akan terjadi kepada murid yang lain, yaitu Yohanes. Tuhan berkata kepada Simon bahwa itu bukan urusannya. Yang penting untuk dilakukan adalah mengikut Dia.

Dalam hidup ini kita melihat ada orang-orang yang menyesal di masa tuanya, karena semasa hidupnya tidak mengurus dengan baik hal-hal yang dipercayakan kepada mereka. Ada orang-orang yang di masa tuanya tidak dihiraukan oleh anak-anaknya, karena ketika anak-anak tersebut masih kecil, orang tuanya tidak memberikan waktu dan perhatian yang cukup, tetapi malah asyik menonton TV dan melakukan urusan-urusan lain yang tidak penting.  Apakah kita sudah menggunakan dengan baik setiap kesempatan dan kepercayaan yang Tuhan berikan? Sekecil apapun pelayanan yang dipercayakan kepada kita, lakukanlah dengan sebaik-baiknya.

3. Mengikuti Yesus secara total.

Dalam Yohanes 21:19,22 terdapat 2 kali Tuhan Yesus memberi perintah kepada Petrus: “Ikutlah Aku.” Sehingga timbul pertanyaan: Bukankah Petrus sudah mengikuti Tuhan Yesus lebih kurang 3,5 tahun? Mengapa masih ada perintah: “Ikutlah Aku.”?

Ternyata meskipun Petrus telah mengikuti Yesus selama 3,5 tahun, tetapi hanya ‘badannya’ saja. Bagi Tuhan tidak cukup jika kita hanya mengikuti-Nya hanya setengah-setengah. Banyak dari kita sudah ‘melayani’ Tuhan, tetapi masih mengikuti kehendak diri sendiri.

Kita harus mengikuti Dia secara total, tubuh, jiwa dan roh kita. Seluruh kehendak dan kemauan kita ditaklukkan kepada-Nya. Ketika kita tunduk dan mengikuti-Nya secara total, maka Ia berjanji bahwa kita akan melakukan perkara-perkara yang lebih besar daripada yang telah dilakukan Tuhan Yesus.

Sebagaimana tertulis di Amsal 23: 18, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang”, maka ketika kita mau sungguh-sungguh mengikuti-Nya, maka tersedia masa depan yang mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya.

Mari kita mempergunakan hidup kita sebaik-baiknya dengan mengikut Kristus secara total, jangan pernah terintimidasi dengan seburuk apapun masa lalu kita karena Tuhan telah menyediakan masa depan yang memuliakan Dia. Amin.