NEW HEIGHTS | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

NEW HEIGHTS | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencairkan semuanya, Ia meniupkan angin-Nya, maka air mengalir. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.  Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya! Mazmur 147:18-20

Memasuki musim yang baru, Tuhan akan membawa kita kepada puncak-puncak yang baru dalam hidup kita. Peninggian Tuhan tidak ditentukan oleh kapan kita lahir, tetapi ditentukan oleh bagaimana kita bersikap. Ketika Firman diberitakan maka apapun yang sedang membeku dan sulit dalam hidup kita akan dibuat Tuhan mencair.

Yusuf salah seorang revivalist yang mengalami peninggian-peningian dari Tuhan dalam hidupnya karena kemurnian hatinya. Ada 7 peninggian yang dialami Yusuf yang juga dapat kita alami sebagai anak-anak Tuhan yaitu:

  1. REVELATION (Pewahyuan) – Kejadian 41:38-39

Ketika Yusuf berhasil menyatakan arti mimpi Firaun, Yusuf memberitahukan apa yang harus Firaun perbuat dalam menghadai tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kelaparan. Firaun harus mengangkat seoarang yang berakal budi dan bijaksana untuk mengumpulkan seperlima dari hasil di tahun kelimpahan sehingga menjadi persediaan makanan untuk tahun kelaparan. Usul tersebut dipandang baik oleh Firun dan Firaun mengakui bahwa tidak ada orang lain lagi yang lebih berakal budi dan bijaksana serta dipenuhi oleh Roh Allah selain dari pada Yusuf.

  1. RULERSHIP (Pemerintahan) – Kejadian 41:40-41

Firaun mengangkat dan melantik Yusuf sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir dan atas perintah Yusuf seluruh rakyat taat kepadanya.

  1. RANK (Pangkat) – Kejadian 41:42; Kejadian 45:8-9

Di Mesir, Tuhan menempatkan Yusuf sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya serta sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

  1. RECOGNITION (Pengakuan) – Kejadian 41:43-44

Untuk mengukuhkan jabatan Yusuf Firaun menanggalkan cincin dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf. Firaun juga memakaikan pada Yusuf pakaian dari kain halus serta menaikkan Yusuf pada keretanya yang kedua sehingga seluruh rakyat Mesir memberi hormat kepadanya.

  1. RELATIONSHIP (Relasi) – Kejadian 41:45

Yusuf juga mendapatkan Asnat, anak Potifera seorang Imam di On sebagai istrinya dan mendapatkan dua orang putra yang diberi nama Manasye yang artinya “Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.” Dan kepada anak kedua diberi nama Efraim yang artinya: “Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku”

6. RICHES (Kekayaan) – Kejadian 41:55-57

Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan dan kelaparan itu merajalela ke seluruh maka  Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir sehingga kekayaan Firaun semakin bertambah-tambah.

7. RECONCILIATION (Rekonsiliasi) – Kejadian 45:5

Yusuf melihat rencana Tuhan yang begitu besar dalam hidup dan keluarganya sehingga mereka terlepas dari bencana kelaparan. Sehingga ketika ia bertemu dengan saudara-saudaranya Yusuf tidak membalas dendam, tetapi menerima dan mengampuni mereka.

Untuk mendapatkan semuanya itu ada ujian-ujian yang harus dihadapi oleh Yusuf yang digambarkan dalam sebuah diagram J-Curve. Seolah-olah kehidupan Yususf semakin hari semakin turun dan sepertinya tidak ada harapan lagi tetapi Tuhan sanggup memutarbalikkan keadaaan sehigga Yusuf mengalami New Heights dalam hidupnya. Ujian-ujian itu adalah:

  1. Field Test (Ujian Lapangan)

Yusuf terbukti teruji dalam ujian lapangan sehingga meskipun dalam usia yang masih cukup muda ia sudah dapat dipercaya dan memiliki integritas. Yusuf selalu menyampaikan kepada Yakub kejahatan yang diakukan saudara-saudaranya.

2. Pit Test (Ujian Sumur)

Yusuf tidak memberontak ketika saudara-saudaranya memasukkan ke dalam sumur dan menjualnya sebagai budak.

3. Room Test (Ujian Kamar)

Sebagai orang kepercayaan Potifar, Yusuf melakukan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati. Bahkan ketika istri Potifar merayunya untuk berhubungan badan Yusuf menolaknya.

4. Prison Test (Ujian Penjara)

Akibat penolakan kepada istri Potifar, Yusuf mengalami fitnah dan menyebabkannya masuk dalam penjara. Kehidupan dalam penjara merupakan titik terendah dalam hidupnya dan selah-olah tidak ada harapan lagi, tetapi Tuhan menyertai Yusuf sehingga sekalipun dalam penjara, Yusuf menjadi kesayangan kepala penjara dan kepala penjara mempercayakan tahanan yang lain kepadanya.

5. Pride/Forgiveness Test (Ujian Kesombongan/Pengampunan).

Sebagai penguasa di tanah Mesir, sangat mudah bagi Yusuf untuk membalas dendam kepada saudara-saudaranya. Tetapi dengan kemurnian hatinya, Yusuf justru mengampuni saudara-saudaranya.

6. Faith Test (Ujian Iman).

Yusuf memiliki pengharapan bahwa suatu saat kelak bangsa Israel akan keluar dari Mesir oleh sebab itu ia meminta kepada keturunannya untuk membawa tulang-tulangnya keluar dari tanah Mesir.

Apapun ujian yang sedang kita hadapi saat ini, Tuhan senantiasa memberikan anugerah agar kita selalu berkemenangan dan ketika kita berhasil melewati setiap ujian-ujian dalam hidup kita maka kita akan mengalami peninggian-peninggian dari Tuhan. Amin.