Be Watchful! | Pdt. Thomas Tanudharma

Be Watchful! | Pdt. Thomas Tanudharma

 

 

“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.  Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

Mat 25:1-13.

Tema gereja kita tahun ini adalah “The Year of New Heights”.  Kita akan dibawa kepada puncak-puncak atau ketinggian-ketinggian yang baru. Untuk berada di ketinggian yang baru, kita perlu kekuatan lebih. Sebagaimana halnya sebuah rumah, jika semakin tinggi maka pondasi rumah tersebut harus semakin kuat. Jangan berharap kita bisa bertahan kuat, jika pondasi kita tidak memadai. Untuk itu kita harus berhati-hati dan berjaga-jaga, karena Iblis seringkali berusaha menyerang pondasi kehidupan kita. Waspadai serangan Iblis yang dilakukan melalui kelima hal berikut ini:

  1. Roh Kebodohan

Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya,
 tetapi tidak membawa minyak (Matius 25:2-3).

Tuhan Yesus tidak ingin kita menjadi orang bodoh, tapi menjadi orang yang mengerti kehendak Tuhan. Untuk mengerti kehendak Tuhan diantaranya melalui pembacaan Alkitab atau mendengar kotbah. Pada saat kita membaca Alkitab atau mendengarkan kotbah dan hati kita tertemplak, maka ada bagian dari kebiasaan hidup kita yang Tuhan inginkan supaya kita ubah. Permasalahannya adalah ketika kita mengerti apa yang harus diubah, tetapi kita tidak mau berubah.

Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya
kamu mengerti kehendak Tuhan. (Efesus 5:17)

2. Roh Kelelahan

Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga,
mengantuklah mereka semua lalu tertidur. (Matius 25:5).

Saat tekanan hidup begitu tinggi, banyak umat Tuhan, bahkan para hamba Tuhan mengalami kelelahan. Kelelahan seringkali disebabkan hanya karena kesalahan cara pandang atau mindset terhadap tugas yang kita lakukan. Ketika kita memandang sebuah tugas sebagai kewajiban, maka hal itu akan terasa berat. Tetapi ketika tugas tersebut kita pandang sebagai sebuah ‘hak’, maka hal itu akan terasa ringan.

3. Roh Jalan Pintas.

Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana:
Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu,
sebab pelita kami hampir padam. (Matius 25:8).

Gadis-gadis yang bodoh gagal mempersiapkan diri dengan baik, sehingga dalam keadaan terdesak mereka berusaha mengambil jalan pintas dengan meminta minyak dari ke-lima gadis yang bijaksana. Dalam hidup ini kita harus mempersiapkan diri dengan cara membentuk gaya hidup yang sesuai dengan perintah dan janji Firman Tuhan.

Jangan membiasakan diri melakukan jalan pintas. Ketika kita gagal mempersiapkan diri, maka sebenarnya kita sedang merencanakan kegagalan.

4. Roh Kikir/Cinta Uang

Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami

 dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu
dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia
ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. (Matius 25:9-10).

Jika ayat di atas dibaca sepintas, maka tampak seolah-olah kelima gadis yang bijaksana tersebut kikir dan tidak mau membagi minyak yang dimilikinya, tetapi jika dibaca dengan seksama, maka tampaklah bahwa justru kelima gadis yang bodohlah yang kikir, karena mereka sebenarnya memiliki uang untuk membeli minyak. Gadis-gadis yang bodoh lebih mencintai uang mereka dan memillih menyimpan uang yang seharusnya dibelikan minyak untuk mempersiapkan kedatangan sang mempelai. Kita harus berhati-hati agar tidak menjadi kikir, tetapi menjadi orang-orang yang murah hati bagi pekerjaan Tuhan, untuk bersiap menyambut kedatangan-Nya.

5. Roh Perpecahan/Pemisahan

Datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! (Matius 25:10b-11).

Saat ini roh perpecahan sedang menyerang secara luar biasa, baik di kalangan orang yang belum percaya, maupun di kalangan umat Tuhan. Kita harus waspada agar kesatuan tubuh Kristus tetap terjaga dengan baik. Kesepuluh gadis dalam bacaan di atas seharusnya tetap dalam satu rombongan yang utuh, tetapi mereka terpecah menjadi dua rombongan. Kesatuan umat Tuhan adalah sesuatu yang harus dijaga secara aktif dengan segenap tenaga dan upaya kita. Kesatuan dimulai dari rumah tangga kita masing-masing. Ketika kita bersatu dengan harmoni, maka Tuhan pasti memerintahkan berkatnya dalam kehidupan kita.

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus,
supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (1 Koriuntus 1:10).

Berjaga-jagalah atas kelima hal di atas dan bersiaplah untuk mengalami ketinggian-ketinggian baru bersama Tuhan! AMIN