The Higher Ways | Pdm. Dr. Bob Foster

The Higher Ways | Pdm. Dr. Bob Foster

 

 

Tahun 2017 adalah tahun The Year of New Heights, dan bersama Tuhan kita akan mendapatkan terobosan, perkara-perkara dasyat, serta puncak-puncak yang baru yang belum pernah terjadi dalam hidup kita.

Kemudian daripada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya:
Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Wahyu 4:1

Akan ada kesempatan-kesempatan baru yang akan Tuhan buka, namun kita belum bisa melihatnya jika kita masih dalam ketinggian atau posisi kita saat ini. Kita harus naik ke posisi yang lebih tinggi meninggalkan zona nyaman. Naik ke tempat yang lebih tinggi adalah naik ke pelataran Tuhan, naik ke hadirat Tuhan, naik dengan keintiman, doa dan penyembahan kepada Tuhan yang lebih lagi. Saat kita naik kita memiliki posisi yang lebih tinggi dan memiliki sudut pandang yang jelas. Dengan sudut pandang yang jelas kita akan melihat kesempatan-kesempatan yang Tuhan buka yang orang lain tidak bisa lihat.

Untuk mencapai puncak-puncak yang baru, kita menggunakan The Higher Ways, jalan-jalan yang lebih tinggi. Tanpa jalan yang lebih tinggi kita akan terjebak dengan cara-cara dunia dan logika-logika sederhana yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Untuk mendapatkan The Higher Ways, kita akan belajar dari kisah Yesus di danau Genesaret pada saat mengajar orang-orang banyak (Lukas 5:1-7) yaitu:

  1. Miliki Motivasi yang Benar

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Lukas 5:1

Motivasi kita datang kepada Tuhan harus benar, yaitu untuk mendengarkan Firman Tuhan karena Firman Tuhan adalah pelita dan terang bagi jalan-jalan kita (Mazmur 119:105). Firman Tuhan akan memberi arahan dalam hidup kita. Ada banyak orang datang beribadah hanya hendak mencari berkat-berkat dan mujizat-mujizat Tuhan saja, sesungguhnya ketika Yesus ada dalam hidup kita maka mujizat dan berkat-berkat Tuhan telah ada dalam hidup kita. Dengan motivasi yang benar, apa saja yang kita kerjakan akan berhasil. Firman Tuhan akan menjadi rhema yang berbicara langsung dalam hidup kita (Amsal 29:18; Efesus 1:17).

2. Bersiaplah

Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun
dan sedang membasuh jalanya. Lukas 5:2

Sekalipun telah semalam-malaman tidak mendapatkan hasil tangkapan ikan, murid-murid tidak mengeluh dan menggerutu, mereka tetap mempersiapkan diri dengan membasuh jalanya. Bagi murid-murid, penundaan atau kegagalan adalah waktu persiapan. Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri dalam mentalitas, emosi, pikiran, fisik dan roh supaya kita dipersiapkan sebagai alat Kerajaan Allah dan siap menikmati janji-janjiNya. Keberhasilan terjadi jika kesempatan bertemu dengan kesiapan.

3. Miliki Prioritas yang Benar

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon:
“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.“
Lukas 5:3-4

Kerja keras tidak akan menghasilkan apa-apa jika prioritas kita salah. Dalam kisah ini Tuhan Yesus sedang melatih Simon untuk mempunyai prioritas yang benar (Matius 6:33). Dengan prioritas yang benar, maka kita siap untuk menangkap “ikan”, peluang dan berkat-berkat yang baru yang telah Tuhan siapkan dalam hidup kita.

4. Naik ke Ketinggian yang Baru

Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa- apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.“ Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lukas 5:5-6

Kerja keras tidak akan menghasilkan apa-apa jika prioritas kita salah, kita harus melupakan kegagalan, penundaan, dan kekecewaan masa lalu, untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam. Tempat yang lebih dalam artinya ada dimensi yang baru dalam doa, penyembahan, puasa, pelayanan dan kasih akan Tuhan yang lebih lagi.

5. Miliki Gaya Hidup  Bekerja Sama

Lalu mereka memberi isyarat kepada teman- temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama- sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Lukas 5:7

Murid-murid menangkap ikan lebih dari cukup sehingga jala hampir koyak, mereka membutuhkan orang lain untuk bersama-sama mengerjakan hasil tangkapan. Berkat, tuaian, peluang, bisnis terlalu besar untuk kita nikmati sendiri. Kita harus menjadi saluran berkat dan memiliki mitra untuk mengelolanya. Syarat sebagai seorang mitra adalah datang untuk menolong bukan merongrong; serta mempunyai visi, tujuan dan misi yang sama untuk perluasan Kerajaan Allah.