THE HIGHER PERSPECTIVES | Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

THE HIGHER PERSPECTIVES | Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

The way of an eagle in the air; the way of a serpent upon a rock; the way of a ship in the midst of the sea; and the way of a man with a maid.

Proverbs 30:19

Dalam Kitab Amsal 30 yang merupakan perkataan hikmat dari Agur bin Yake di ayat 18-19  ada tiga hal yang mengherankan bahkan empat hal yang tidak dimengerti yaitu jalan rajawali di udara, jalan ular di atas batu cadas, kapal yang berlayar di tengah-tengah samudera dan jalan seorang pria (geber = man, strong man, warrior) dengan gadis muda. Jalan rajawali gambaran kekuatan baru bagi orang yang menanti-nantikan Tuhan yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari tidak menjadi lesu dan berjalan tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31). Jalan ular adalah jalan kuasa kegelapan yang tidak mudah dihadapi, tetapi kuasa Kristus telah meremukkan kepala ular itu. Samudra adalah gambaran sesuatu yang misterius dan sulit diduga, mendadak badai dan gelombang bisa datang seketika.

Kita akan belajar jalannya kapal yang berlayar di tengah-tengah samudera agar dapat melihat The Higher Perspectives sehingga kita dapat mengarungi samudera kehidupan ini dengan sudut pandang sorgawi. Untuk mempermudah kita gunakan akronim SHIP (kapal) yaitu:

  1. SIMPLICITY & HUMILITY

Orang yang rendah hati pasti simpel dan orang yang simpel tandanya rendah hati. Semakin simpel kehidupan seseorang maka akan semakin rendah hati dan demikian juga sebaliknya Di depan mata kita ada contoh seorang pemimpin hebat yang sangat simpel dan rendah hati yaitu Bapak Presiden Jokowi. Simplicity ditandai dengan adanya rasa cukup, untuk menumbuh kembangkannya adalah dengan menolak complexity (kerumitan). Hiduplah sederhana supaya orang lain bisa hidup. Seringkali kita mudah stress, capek dan dan mengalami banyak tekanan karena kehidupan kita yang kompleks, cara hidup kita terlalu canggih dan ribet. Kita membuat diri kita menjadi lelah karena selalu mengejar sesuatu yang baru dan sia-sia (Yesaya 57:10). Hal-hal yang menghalangi kita bisa hidup sederhana dan rendah hati serta tidak berkenan dihadapan Tuhan adalah kehidupan yang merasa diri benar, merasa diri penting dan selalu minta dihargai.

Saat mengutus murid-muridNya berdua-dua dengan kuasa, Tuhan Yesus berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat (Markus 6:7-9). Tuhan mengajar kepada murid-murid dan kita semua bahwa jika Tuhan yang mengutus maka Tuhan jugalah yang menjamin. Rasul Paulus juga memberikan teladan kehidupannya yang simpel dan rendah hati dengan hanya mengutamakan dan memberitakan kehidupan Yesus dalam hidupnya (1 Korintus 2:2).

Kerendahan hati yang sejati bukanlah rendah diri atau memikirkan diri sendiri berkekurangan melainkan kurang memikirkan diri sendiri.  Kerendahan hati adalah tempat dimana kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan merupakan kewajiban utama serta akar dari semua nilai luhur manusia. Rasul Paulus juga berpesan agar kita selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar serta menunjukkan kasih kita dalam hal saling membantu (Efesus 4:1-2). Allah juga menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati (1 Petrus 5:5).

Sang Raja, Yesus Kristus telah memberikan contoh yang sempurna tentang kehidupan yang sederhana dan rendah hati oleh sebab itu sebagai perwakilan Kerajaan Allah, kita juga harus dikenal sebagai Kingdom Leaders yang memiliki gaya hidup simpel dan rendah hati.

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Amsal 16:18

2. INTEGRITY

Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat,
tetapi nama orang fasik menjadi busuk. Amsal 10:7

Integritas sesungguhnya adalah esensi dari karakter ilahi dan kepemimpinan yang efektif. Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya (Amsal 11:3). Kepemimpinan adalah hak istimewa yang diberikan oleh pengikut kepada pemimpin, oleh sebab itu seorang pemimpin harus memiliki integritas, kejujuran dan takut akan Tuhan karena barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar (Lukas 16:10).

3. PURITY

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Matius 5:8

Kehidupan Kristus adalah kehidupan yang suci dan murni, kita harus senantiasa menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah (2 Korintus 7:1). Akui segala dosa dan pelanggaran kita dihadapanNya melalui doa dan permohonan agar hidup kita senantiasa disucikan oleh kuasa Tuhan.

Mari kita minta kepada Tuhan gaya hidup yang simpel dan belajar kepada Kristus kerendahan hati, hidup jujur dan takut akan Tuhan serta senantiasa menyucikan hidup, hati dan pikiran kita dihadapanNya. Amin.