THE HIGHER PERSPECTIVES | Pdt. Eluzai Frengky Utana

THE HIGHER PERSPECTIVES | Pdt. Eluzai Frengky Utana

 

 

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.
Lukas 7:9-10

Pengertian perspektif adalah cara melukiskan suatu benda pada permukaan yang mendatar sebagaimana yang terlihat oleh mata dengan tiga dimensi (panjang, lebar, dan tingginya), pengertian yang lain adalah sudut pandang atau pandangan. Jadi Higher Perspectives adalah sudut pandang kita dari tempat ketinggian, dengan pandangan Tuhan yaitu kebenaran FirmanNya. Jika kita berada dalam sudut pandang Tuhan pasti segala permasalahan kita akan terselesaikan. Kita akan belajar diri kisah di Lukas 7:1-10 agar kita juga mengalami keajaiban-keajiaban setiap saat dalam hidup kita.

Alkitab menulis, seorang perwira di Kapernaum memiliki seorang hamba yang sedang sakit keras dan hampir mati, melalui beberapa orang tua-tua Yahudi ia menghendaki agar Yesus datang menyembuhkan hambanya itu. Ia sangat menghargai hambanya sekalipun hambanya sedang sakit keras. Sering kali kita menjumpai seseorang yang sudah bekerja sekian lama dan sangat berjasa, tetapi ketika jatuh sakit dan sudah tidak berdaya maka ia seolah-olah tidak diperhatikan dan dihargai lagi, berbeda dengan perwira tersebut yang sangat menghargai hambanya karena ia memiliki sudut pandang yang lebih tinggi sekalipun perwira ini memiliki kedudukan yang cukup baik dan terpandang.

Cara supaya kita mendapatkan sudut pandang yang lebih tinggi dalam menghadapi setiap masalah dan persoalan yang terjadi dalam hidup kita adalah:

  1. Merasa Memerlukan Perspectif /Sudut Pandang yang Lebih Tinggi (Lukas 7:2-4)

Perwira ini mungkin telah mencoba berbagai cara agar hambanya dapat disembuhkan, tetapi ketika ia medengar tentang Yesus, perwira tersebut merasa memerlukan sudut pandang ilahi yang dapat memberikan jawaban atas masalah yang dihadapinya. Karena ia merasa perlu maka apa yang dilakukannya berasal dari hati dan sangat serius. Akibatnya perwira dan hambanya menerima mujizat Tuhan.

Ketika kita merasa hidup kita berada dipersimpangan, kita memerlukan sudut pandang yang lebih tinggi, tidak dari sudut pandang manusia tetapi sudut pandang Tuhan dan mempercayai waktuNya digenapi dalam hidup kita, karena saat kita merasa memerlukan sudut pandang Tuhan, maka setiap masalah dan persoalan yang kita hadapi pasti ada jawaban.

2. Tinggalkan Kebiasaan – Kebudayaan (Lukas 7:6-7)

Perwira itu percaya kepada kedaulatan Yesus yang sanggup menyembuhkan hambanya. Sekalipun Yesus tidak harus datang ke rumahnya dan hanya melalui perkataan yang diucapkan Yesus, perwira ini percaya bahwa hambanya pasti sembuh karena ia mengerti akan otoritas ilahi yang dimiliki Yesus.

Untuk mengalami mujizat Tuhan, kitapun harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan menurut cara-cara dunia yang seolah-olah mustahil, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Tuhan tidak melihat ukuran iman kita, tetapi Tuhan melihat sikap hati kita yang percaya dan berfokus kepadaNya.

3. Tidak Terpengaruh Keadaan Sekitar Kita (Lukas 7:6-7)

Awalnya sang perwira menghendaki Tuhan Yesus datang ke rumahnya, namun di tengah perjalanan tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada Yesus: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Alkitab menulis bahwa hamba perwira itu hampir mati, tetapi sang perwira tidak terpengaruh oleh keadaan tersebut, ia percaya bahwa perkataan Yesus sanggup menyembuhkan.

Apapun keadaan kita, jangan dengar kata orang, kata kebiasaan atau kata siapa saja kecuali kata Tuhan sumber kebenaran dan hidup.

4. Punya Keputusan Untuk Hidup Selalu Dalam Perspectif/Sudut Pandang yang Lebih Tinggi

Saat kita melihat masalah dan persoalan dari sudut pandang diri sendiri maka kita akan merasa bahwa diri kita paling celaka dan tidak layak. Tetapi waktu kita mengambil keputusan untuk hidup selalu dalam sudut pandang yang lebih tinggi, maka kita memiliki keuntungan melihat segala masalah dan persoalan yang kita hadapi dari sudut pandang Tuhan, anugerah Tuhan yang memampukan, melayakan dan memberkati hidup kita.

5. Iman Kepercayaan Kita Perlu Dilatih (Lukas 7:9)

Yesus memuji iman sang perwira, untuk memiliki iman seperti yang dimiliki sang perwira itu kita harus melatih iman kepercayaan kita kepada Yesus sehingga kita tidak terperangkap dengan apa kata orang tetapi apa kata Firman. Bukti bahwa hidup kita dipimpin oleh Firman adalah ada kehidupan Kristus yang berbuah dalam hidup kita.

Mari kita melihat setiap masalah dan persoalan dari sudut pandang yang lebih tinggi hadapi setiap masalah dan lakukan sesuatu yang besar sehingga kerajaan Allah ditegakkan dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin.