See Problems as Opportunities | Pdm. Jimmy Padmajaja

See Problems as Opportunities | Pdm. Jimmy Padmajaja

 

 

Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita,

maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita,

suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.  

Bilangan 14:6,7,8.

Dalam hidup ini, kita semua akan diperhadapkan kepada masalah demi masalah. Cara pandang seseorang terhadap masalah akan menentukan apakah ia akan keluar sebagai pemenang atau sebagai pecundang.  Yosua dan Kaleb  adalah bagian dari 12 pengintai  yang diutus untuk melihat keadaan tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan. Sepuluh pengintai hanya melihat tanah Kanaan sebagai sebuah masalah besar. Mereka memandang dengan sudut pandang negatif, tetapi Yosua dan Kaleb melihat tanah Kanaan sebagai sebuah kesempatan besar bagi Tuhan untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya.

Kakak beradik Wilbur dan Orville Wright adalah tukang pembuat sepeda gayung yang sederhana di tahun 1903. Mereka melihat kemungkinan untuk membuat pesawat terbang dari bahan-bahan yang tersedia. Sesuatu yang tampaknya sangat mustahil pada masa itu, tetapi saat ini, setelah 114, ada 90.000 pesawat yang terbang dan membawa 3 juta penumpang setiap harinya di seluruh dunia.

Di balik setiap masalah dan persoalan selalu ada kesempatan-kesempatan yang telah Tuhan sediakan dalam hidup kita. Melalui kisah dari 12 orang pengintai di Bilangan 13-14 kita akan belajar 3 kunci untuk melihat masalah sebagai kesempatan, yang disingkat dengan akronim ’FLY’ yaitu:        

  1. F = Focus on the Big Picture (Fokus pada Gambaran Besar)

Kita harus lebih berfokus kepada janji dan kuasa Allah daripada kepada masalah yang dihadapi.

TUHAN berfirman kepada Musa: “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka”. (Bilangan 13:1-2).

Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. (Keluaran 3:8).

Sering kali kita lebih berfokus kepada masalah-masalah yang terjadi dalam hidup kita, sehingga kita kehilangan gambaran besar, yaitu Tuhan sangat baik dalam hidup kita. Kita harus ingat bahwa semua masalah yang terjadi dalam hidup kita sangat kecil dihadapan-Nya dan Tuhan  pasti menolong kita. Tuhan akan memberikan kekuatan sehingga kita dapat menanggung segala perkara (Filipi 4:13).

  1. L = Learn from The Past (Belajar dari Pengalaman Masa Lalu).

Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit… Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. (Keluaran 17:10-13).

Sebelum memasuki tanah Kanaan, Yosua telah dilatih oleh Tuhan untuk berperang melawan bangsa Amalek. Yosua telah belajar bahwa ketika ia berlatih mempersiapkan diri serta hidup mengandalkan Tuhan, maka Tuhan pasti memberikan kemenangan. Jangan pasif, tetapi terus bergerak sesuai dengan tuntunan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan sedang melatih kita agar siap menyambut hal-hal yang lebih besar yang telah Ia sediakan di masa mendatang.

Kita juga harus memahami, bahwa Tuhanlah yang berperang bagi kita dan kita hanyalah alat yang berada di tangan Tuhan (Ulangan 1:30).

  1. Y = Yielding to God (Berserah kepada Tuhan)

Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” (Bilangan 14:9).

Kita harus belajar untuk tidak memberontak, tetapi senantiasa berserah kepada Tuhan, serta percaya akan janji Tuhan atas perlindungan dan penyertaan-Nya. Akronim “HIGH” membantu kia mengingat agar kita senantiasa berserah kepada Tuhan yaitu:

H = Hadirat Tuhan menyertai kita setiap hari. (Yosua 1:5,9).

I   = Intim dengan Tuhan melalui firman-Nya. (Yosua 1:7).

G = Gunakan Firman Tuhan, agar kita bertindak hati-hati. (Yosua 1:8).

H = Hati yang teguh dan kuat setiap hari. (Yosua 1:6,7,9).

Jika ketiga kunci di atas kita lakukan, maka kita akan masuk dalam bilangan orang-orang yang menang. Apapun jenis masalah dan tantangan yang kita hadapi dalam hidup ini, maka kita mampu memandangnya dari sudut pandang yang berbeda. Tuhan akan menjadikan kita sebagai orang-orang yang membuat perbedaan di muka bumi. Ketika banyak orang mundur, kita akan maju sebagai pemenang, bahkan lebih dari pemenang. Amin.