TURN BACK CURSE | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

TURN BACK CURSE | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

Sungguh, Yerusalem telah runtuh dan Yehuda telah rubuh; sebab perkataan mereka dan perbuatan mereka melawan TUHAN dan mereka menantang kemuliaan hadirat-Nya.

Air muka mereka menyatakan kejahatan mereka, dan seperti orang Sodom, mereka dengan terang-terangan menyebut-nyebut dosanya, tidak lagi disembunyikannya. Celakalah orang-orang itu! Sebab mereka mendatangkan malapetaka kepada dirinya sendiri.

Katakanlah berbahagia orang benar! Sebab mereka akan memakan hasil pekerjaannya.

Celakalah orang fasik! Malapetaka akan menimpanya, sebab mereka akan diperlakukan menurut perbuatannya sendiri.

Yesaya 3:8-11

Bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih oleh Tuhan, setiapkali peperangan yang dilakukan bangsa Israel senantiasa mengalami kemenangan demi kemenangan karena Tuhan menyertainya, tetapi ketika bangsa Israel memberontak dan melawan Tuhan maka Tuhan tidak lagi menyertai mereka sehingga mereka mengalami kekalahan dan kehancuran. Kejahatan bangsa Israel dengan menyembah allah-allah asing dan mempersembahkan korban kepada dewa-dewa asing membawa kutuk dan kehancuran. Yerusalem dan Yehuda hancur dan runtuh karena mereka tidak lagi menghargai hadirat Tuhan (Yesaya 3:8).  Demikian juga sikap kita terhadap hadirat Tuhan bisa mendatangkan berkat atau kutuk.

Dalam kitab 1 Samuel pasal 1-6 dituliskan bagaimana Samuel bertumbuh di tengah-tengah keburukan keimaman Imam Eli dan anak-anaknya. Imam Eli sangat lemah, ia tidak menegur anak-anaknya yang dursila dan tidak menghargai hadirat Tuhan. Anak-anak Imam Eli sangat korup dan seringkali berbuat zinah di bait Allah.

Pada suatu waktu bangsa Israel berperang melawan Filistin, bangsa Israel mengalami kekalahan sehingga kira-kira empat ribu orang tewas di medan pertempuran. Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: “Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Mereka mengambil dari Silo tabut perjanjian Tuhan, dengan harapan supaya Tuhan datang ke tengah-tengah mereka dan memberikan kemenangan. Karena dosa-dosa dan pelanggaran mereka maka bangsa Israel tetap saja dapat dikalahkan oleh bangsa Filistin. Pada pertempuran itu bangsa Israel mengalami kekalahan hingga tiga ribu pasukan tewas, Hofni dan Pinehas terbunuh serta tabut Tuhan dirampas oleh orang Filistin.

Tujuh bulan lamanya tabut Tuhan berada di tengah-tengah daerah orang Filistin, berpindah dari Eben Haezer dan Gat namun tabut Tuhan justru membawa kutuk bagi orang-orang Filistin. Tuhan menghajar mereka dengan borok-borok dan tikus yang merusak tanah mereka. Hal ini mendorong orang-orang Filistin untuk mengembalikan tabut Tuhan. Mereka menaikkan tabut Tuhan kesebuah kereta baru yang ditarik oleh dua ekor lembu yang menyusui yang belum pernah kena kuk. Mereka mempersembahkan tebusan salah dengan membuat borok emas dan tikus emas sesuai jumlah raja-raja kota Filistin.

Kereta pembawa tabut Tuhan tiba di kota Bet-Semes. Karena keingintahuan, beberapa orang Bet-Semes melihat ke dalam tabut Tuhan tetapi Tuhan menghajar mereka sehingga pada waktu itu terbunuhlah tujuh puluh orang. Orang-orang Bet-Semes mengirim utusan kepada penduduk Kiryat Yearim untuk datang mengambil tabut Tuhan. Sejak saat itulah tabut Tuhan tinggal di Kiryat Yearim hingga berlalulah waktu yang cukup lama yakni dua puluh tahun. Selama waktu itu bangsa Israel tetap hidup dalam kesulitan dan kesengsaraan karena mereka tidak lagi menghargai hadirat Tuhan.

Ada tiga benda di dalam tabut Tuhan yang menggambarkan pemberontakan bangsa Israel kepada Tuhan yaitu:

  1. Dua loh batu bertuliskan sepuluh perintah Allah sebagai gambaran pemberontakan terhadap Firman Tuhan
  2. Buli-buli emas berisi manna sebagai gambaran pemberontakan terhadap penyediaan Tuhan.
  3. Tongkat Harun yang bertunas sebagai gambaran pemberontakan terhadap otoritas Tuhan.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: “Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.”
1 Samuel 7:3

Orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN.  Samuel menekankan prinsip bahwa apabila umat Allah berharap untuk menerima perlindungan dan pembebasan Tuhan maka mereka harus berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati dan membuang semua bentuk penyembahan berhala serta tidak kompromi kepada allah-allah asing. Dengan berbaliknya orang Israel kepada Tuhan maka Tuhan memberikan kemenangan demi kemenangan dan bangsa Filistin dapat ditundukkan. Mereka tidak lagi memasuki daerah Israel karena tangan Tuhan melawan orang Filistin seumur hidup Samuel.

Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya.. Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu, lalu ia kembali ke Rama, sebab di sanalah rumahnya dan di sanalah ia memerintah atas orang Israel; dan di sana ia mendirikan mezbah bagi TUHAN.

Jika kita ingin kutuk berbalik menjadi berkat, petama-tama yang harus kita lakukan adalah berbalik dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, menjauhkan segala berhala dalam hidup kita dan beribadah hanya kepada Tuhan maka Tuhan akan membalikkan keadaan kita. Amin.