THE GREAT REDEEMER (Penebus Yang Ajaib) | Pdt. Ronny Daud Simeon

THE GREAT REDEEMER (Penebus Yang Ajaib) | Pdt. Ronny Daud Simeon

 

 

Pada mulanya adalah Firman (Logos); Firman itu bersama-sama dengan Allah

dan Firman itu adalah Allah.

Yohanes 1:1

Yesus adalah pribadi yang paling banyak mengundang kontroversi di muka bumi. Ia melakukan dan mengalami berbagai hal yang tidak biasa dilakukan dan dialami seorang manusia. Ia mengundang berbagai kontroversi dari kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan bahkan kenaikanNya ke Sorga, yaitu :

  1. Kelahiran-Nya. Ia lahir dari seorang perawan.
  2. Kehidupan-Nya. Sejak usia 12 tahun ia sudah menguasai kitab suci dan mampu bersoal-jawab dengan para ahli Taurat di Bait Allah.
  3. Berita yang Ia sampaikan. Ia memberitakan kabar baik, kesembuhan dan pemulihan melalui berbagai mujizat serta berita penebusan dosa.
  4. Kematian-Nya. Ia mati dengan cara yang paling keji dan kejam, dan Ia mati sebagai orang yang terkutuk dan terhina, berada di antara penjahat-penjahat.
  5. Penguburan-Nya. Ada skenario cerita bohong dari imam-imam Yahudi bahwa mayat-Nya dicuri oleh murid-murid-Nya.
  6. KebangkitanNya. Tubuh-Nya yang telah hancur dan mati, di hari ketiga bangkit kembali.
  7. Kenaikan dan Janji Kedatangan-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Ia terangkat ke Sorga dan berjanji bahwa Ia akan datang kembali.

Jika Yesus adalah Tuhan mengapakah Ia harus mati? Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita harus mengerti ide besar dari pikiran Tuhan sejak sebelum alam semesta diciptakan. Dalam bahasa aslinya kata “Firman” menggunakan kata “Logos” yang artinya “Ekspresi dari sebuah ide (pikiran)”. Adapun ide besar pikiran Tuhan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memperluas Kerajaan Sorga ke muka bumi.
  2. Untuk mengkolonisasi bumi dengan Sorga.
  3. Untuk memenuhi bumi dengan budaya Sorga.

Ide besar pikiran Tuhan tersebut diwujudkan-Nya dengan menciptakan alam semesta dan membuat planet yang bernama bumi. Kemudian Ia memilih sebuah tempat khusus di bumi yang diberi nama Taman Eden. Taman Eden artinya tempat kehadiran Tuhan.

Di Taman Eden Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam untuk mewujudkan ide-Nya memperluas Kerajaan Sorga di bumi. Ia juga memberikan perintah kepada Adam agar ditaati oleh Adam yaitu memenuhi bumi dengan budaya Sorga. Pada awal penciptaan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa maut yaitu kematian tidak berkuasa atas kehidupan manusia. Namun dengan kejatuhan Adam yang tidak taat, maka maut, yaitu kematian berkuasa atas kehidupan semua manusia di bumi.

Apakah kematian adalah perginya Roh Kudus dari roh manusia, perginya manusia dari hadapan hadirat Tuhan dan perginya roh manusia meninggalkan tubuh jasmaninya.

Maut yaitu kematian telah menguasai masa-masa kehidupan semua manusia sejak zaman Adam, dan berlangsung terus dari generasi demi generasi tanpa ada solusi sama sekali. Sampai saat dimana Sang Putra yaitu Yesus datang menjelma menjadi manusia, memberikan diri-Nya mati disalib untuk menebus segenap dosa umat manusia.

Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. (Roma 5:17).

Ia menebus umat-manusia dengan darah-Nya yang mahal, Ia menjadi anak domba korban penebus dosa bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Setiap orang yang percaya dan menerima Dia, diubah keadaannya dari kutuk menjadi berkat, Ia melakukan pertukaran bagi mereka.

Ada lima pertukaran yang dilakukan Yesus:

  1. Peluh darah. (mengubah stress kita menjadi kemenangan)

Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Luk 22:44).

2. Mahkota duri. (mengubah kutuk kehidupan kita menjadi berkat)

Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. (Mat 27:29a).

3. Bilur-bilur-Nya. (menyembuhkan segala sakit penyakit kita).

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. (1Petrus 2:24).

4. Tangan dan kaki dipaku. (jalan hidup kita orang berdosa menjadi benar dan diberkati)

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (Yoh 20:25b).

5. Lambungnya tertikam. (menjadikan kita lahir baru)

Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. (Yoh 19:34).

Sebagaimana Ruth orang Moab ditebus oleh Boas, demikian pula kita adalah orang-orang yang bukan umat Allah, tapi ditebus dan dijadikan umat-Nya. Kita adalah orang-orang yang tidak layak, bagaikan budak yang tidak ada pembelinya, bagaikan pelacur yang tidak laku dijual, tapi oleh kasih-Nya yang begitu besar Ia telah membeli kita. Ia tidak membeli kita dengan mencicil, tapi melunasi pembayarannya dengan darah-Nya yang mahal. Menebus kehidupan kita dari orang yang terkutuk, menukarnya menjadi berkat. Penebusan-Nya mengubah status kita menjadi warga Kerajaan Allah yang diberkati berlimpah. Amin.