The Great Redeemer | Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

The Great Redeemer | Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya:
“Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed.
Dialah ayah Isai, ayah Daud. (Rut 4:17)

Dari kisah Rut kita belajar bagaimana Tuhan membalikkan keadaan Rut yang juga bisa kita alami. Tuhan yang sama yang akan merubah kutuk menjadi berkat, merubah kemandulan menjadi kesuburan, merubah kekurangan menjadi kelimpahan.

Sejarah diawali ketika pada jaman Hakim-hakim memerintah, pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (Hakim-hakim 21:25) maka terjadilah perzinahan, percabulan, penyembahan berhala, kekacauan dan penghianatan terhadap perjanjian Tuhan. Keadaan ini semakin bertambah buruk hingga terjadilah kelaparan di Israel. Di tengah-tengah kondisi kelaparan tersebut keluarga Elimelekh beserta istrinya Naomi dan kedua anaknya Mahlon dan Kilyon mengambil keputusan sendiri untuk meninggalkan “Bethlehem” (Rumah roti) menuju ke Moab dan menetap sebagai orang asing. Mahlon dan Kilyon mengambil perempuan Moab sebagai istri mereka. Keadaan tidak bertambah baik, masa sulit berubah jadi bencana karena Elimelekh meninggal, juga kedua putranya hingga tinggal Naomi dan kedua menantunya. (Rut 1:1-5).

Keadaan yang hampir sama dengan kondisi saat ini, ketika tidak ada Sang Raja yang memerintah dalam hidup kita dan kita menyimpang dari perintah Sang Raja, kita akan mengalami kekosongan, kekacauan, keputusasaan, dan tidak lagi ada pengharapan. Pada masa sulit seringkali kita menyimpang dan meninggalkan Tuhan serta merasa bahwa tawaran dunia lebih baik. Justru dalam masa sulit itulah kita harus lebih melekat kepada Tuhan, jika tidak maka kesulitan dapat berubah jadi bencana dalam hidup kita.

Sebuah keputusan yang tepat diambil oleh Naomi untuk kembali ke tanah Yehuda, Rut menantunya turut serta dengannya padahal Naomi telah mendesaknya untuk kembali kepada bangsanya. Rut mengambil komitmen dan merendahkan diri berbakti kepada orang tua sehingga Tuhan sanggup membalikan keadaan Rut.

Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!” Rut 1:16-17

Kesulitan hidup membuat Rut bekerja sebagai pemungut jelai, kebetulan ia berada di ladang milik Boas. Boas adalah saudara dari kaum Elimelekh yang sangat kaya raya (Rut 2). Budaya di Israel pada waktu itu, seorang keluarga yang terdekat memiliki kewajiban untuk menebus saudaranya yang telah meninggal untuk menegakkan keturunan, menebus property yang tergadai, membeli kembali dari perbudakan, menjadi penopang bila saudaranya jatuh miskin serta menjadi penuntut balas atas kejahatan yang ditimpakan kepada saudaranya tersebut.

Boas bukanlah orang pertama yang wajib menebus hidup keluarga Elimelekh, masih ada lagi seorang penebus yang lebih dekat dari Boas namun orang tersebut tidak bersedia menebusnya. Boas menjadi penebus atas keluarga Elimelek, ia mengambil Rut sebagai istrinya. Perjumpaannya dengan Boas mengubahkan kehidupan Rut, seorang asing, janda dan miskin menjadi seorang yang kaya raya, diberkati serta melalui garis keturunannya Raja Daud hingga Yesus Kristus Sang Mesias dilahirkan (Rut 4).

Kita memiliki penebus yang jauh lebih kaya dari Boas dan lebih maha kuasa, yang menebus kita dari kuasa dosa dan membawa kita pada hidup yang kekal. Melalui kematianNya di kayu salib, Yesus telah menanggung segala dosa, sakit-penyakit dan semua persoalan dalam hidup kita. AnugerahNya memampukan kita tetap kuat menjalani kehidupan ini. Mari kita mengambil komitmen untuk merendahkan diri di hadapanNya maka Tuhan akan membalikkan keadaan kita dari minus menjadi surplus, dan dari kutuk menjadi berkat. Amin