Expecting Eternity | dr. Andik Wijaya, MD, MRepMed.

Expecting Eternity | dr. Andik Wijaya, MD, MRepMed.

 

 

Saat ini kita hidup di zaman yang rapuh, dimana terdapat ancaman kehancuran bumi. Dari segi alam, beberapa kali meteor yang ukurannya cukup besar melintasi bumi dalam jarak yang cukup dekat, jika meteor tersebut menghujam bumi, maka tidak dapat dibayangkan kerusakan yang akan terjadi. Dari segi manusia, beberapa negara sedang mengembangkan senjata nuklir, salah satunya peluru kendali jarak jauh Korea Utara yang mampu mencapai target sejauh 8000 km, maka jika terjadi perang nuklir kita juga tidak bisa membayangkan kehancuran yang ditimbulkannya.

Firman Tuhan dalam 2 Petrus 3:1-18 cukup jelas mengajar kepada kita bagaimana kondisi dunia di hari-hari zaman akhir dan bagaimana kita bertindak mempersiapkan diri menghadapinya. Ada beberapa kata kunci yang perlu kita cermati untuk memahami kehendak Tuhan bagi hidup kita.

Kata kunci I: EPITHUMIA (Hawa Nafsu)

Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir
akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu
orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.

(2 Petrus 3:3).

Di zaman akhir banyak orang menganut paham ‘humanisme’, yaitu manusia sebagai pusat segalanya. Ketika manusia menjadikan dirinya sebagai pusat, maka ia akan menolak keberadaan Tuhan. Kemudian ia akan menjadi pengejek janji Firman Tuhan dan mereka hidup menuruti hawa nafsunya sendiri. Hawa nafsu yang berkembang pesat dan menjadi bisnis yang besar adalah hawa nafsu seksual. Di zaman akhir seperti ini, kita harus mengajukan suatu pertanyaan penting: apakah kita masih hidup menuruti hawa nafsu atau Firman Tuhan?

Kata kunci II: METANOIA (Bertobat)

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
(2 Petrus 3:9).

Kejatuhan manusia ke dalam dosa di taman Eden dimulai dari pikirannya. Iblis menanamkan konsep yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, dan ini menimbulkan kerusakan akal budi. Sebagai contoh kita dibiasakan dengan istilah  yang seolah-olah baik tetapi merupakan dosa, misalnya istilah ‘making love’ yang seharusnya berarti ‘membangun cinta’ tetapi sekarang memiliki arti ‘berhubungan seksual’. Satu-satunya dosa yang dilakukan atas nama cinta adalah dosa seksual. Jika kita masih sering menuruti hawa nafsu kita maka kita perlu bertobat, yaitu mengubah cara berpikir kita kembali kepada pikiran Tuhan.

Kata kunci III: HAGIOS (suci) dan EUSEBIA (saleh)

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.
 (2 Petrus 3: 10-11).

Para ahli astronomi memperhitungkan bahwa di masa datang akan terjadi ‘galactic alignment’, yaitu bumi, planet-planet dan bagian-bagian lain alam semesta berada dalam garis lurus. Jika ini terjadi, maka akan terjadi ‘polar shift’ yaitu perubahan posisi kutub-kutub bumi yang akan mengakibatkan gempa bumi dan tsunami raksasa. Tidak hanya berhenti pada pertobatan saja, mari kita pikirkan ulang apa definisi ‘keberhasilan’ dalam hidup kita. Apakah dengan memiliki banyak properti atau memiliki banyak cadangan uang kita akan aman? Semua itu tidak ada gunanya ketika kehancuran bumi terjadi. Keberhasilan yang sejati adalah ketika kita hidup suci dan saleh sesuai kehendak Tuhan. Suci adalah suatu status di hadapan Tuhan, sedangkan saleh adalah tindakan-tindakan yang membuktikan status kita tersebut.

Kata kunci IV: CHARIS (Kasih Karunia) dan GNOSIS (Pengenalan)

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan
sampai selama-lamanya. (2 Petrus 3:18).

Jika kita sekarang boleh datang ke hadapan Tuhan, itu semua hanya oleh kasih karunia-Nya (charis) dalam hidup kita. Bahkan iman percaya yang ada di hati kitapun adalah semata-mata karena anugerah-Nya, maka dari itu kita harus bertumbuh di dalam-Nya. Hal yang kedua adalah pengenalan (gnosis), yang berasal dari kata ginosko yang artinya pengenalan seperti layaknya hubungan intim suami dan istri. Ginosko berbicara tentang keintiman hubungan dengan Tuhan yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman hidup bersama-Nya sepanjang perjalanan hidup kita.

Kata kunci V: SOTERIA (Keselamatan)

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (2 Petrus 3:15).

Bahaya perang nuklir dan kehancuran bumi ada ‘didepan’ kita, tetapi bahaya kematian senantiasa melekat dalam hidup kita. Sewaktu-waktu kematian dapat menjemput kita. Jika saat ini Tuhan masih mengijinkan kita hidup dan menunda bencana-bencana itu terjadi maka gunakan kesempatan tersebut untuk mempersiapkan keselamatan kekal. Apakah kita siap bertemu Tuhan Yesus dalam kekudusan-Nya? Jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan dalam hidup ini. Amin.