New HEIGHTS The Beginning of a Journey | Pdm. Lyson Suwongto

New HEIGHTS The Beginning of a Journey | Pdm. Lyson Suwongto

 

 

 (18) Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering. (19)  Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya, (20) supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya. (Yesaya 41:18-20).

Memasuki tahun 2017, The Year of New Heights yang terbagi dalam empat musim dengan tema-tema setiap bulan yang berbeda ibarat sebuah anak tangga yang membawa kita berjalan bersama-sama kepada ketinggian-ketinggian yang baru dalam hidup kita. Kita semua sedang berjalan bersama-sama dari satu level ke level yang baru agar kita memiliki perubahan pola pikir dan cara pandang yang baru. Tuhan membawa kita naik step demi step kepada ketinggian yang baru agar kita dapat memandang setiap masalah, kesulitan dan juga berkat-berkat yang Tuhan sediakan dalam hidup kita dengan sudut pandang yang baru.

Banyak orang yang tidak sanggup melihat jauh ke depan karena tidak melatih dirinya berfikir jangka panjang, mereka hanya melihat jangka pendek, melihat masalah dan persoalan yang sedang dihadapi sehingga yang ada hanya kritik dan kesalahan-kesalahan, tetapi ketika kita melangkah naik kepada level yang lebih tinggi maka kita akan mengalami perubahan sudut pandang. Kita dapat melihat jauh ke depan dan memiliki perencanaan jangka panjang.

Tuhan akan membawa kita naik mengalami pembalikan keadaan, percepatan dan pelipatgandaan karena ada tangan Tuhan yang kuat yang menarik kita terus naik pada ketinggian yang baru. Permulaan sebuah perjalanan bersama dengan Tuhan akan kita alami karena Tuhan telah lebih dulu naik ke tempat yang tinggi.

3 Prinsip agar kita bisa berjalan dan naik bersama dengan Tuhan serta mencapai tujuan hidup kita untuk menjadi seperti Kristus (Christlikeness) yaitu:

  1. ATTITUDE [ SIKAP ]

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (Filipi 2:5)

Tuhan Yesus telah memberikan teladan bagaimana Ia bersikap. Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Milikilah sikap yang benar seperti Kristus, karena sikap kita menetukan ketinggian kita dan di posisi mana kita berada.

  1. The Power of BELIEF [ Kuasa/Kekuatan Dari PERCAYA ]

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:16-17)

Belief adalah sesuatu yang kita imani, yakini dan percayai. Punyakah kita kepercayaan seperti itu? Karena Firman Tuhan mengatakan bahwa orang benar akan hidup oleh iman. Kita harus percaya bahwa Tuhan akan membawa kita kepada suatu level yang lebih tinggi karena Tuhan tetap menyertai hidup kita. Kita harus membagikan kepada dunia apa yang kita imani, tidak hanya yang kita tahu sehingga dunia melihat bahwa hidup kita dapat memancarkan kemuliaan Kristus. Kita harus percaya bahwa apa yang kita lakukan saat ini             akan membawa kita kepada level yang berbeda dan lebih tinggi dalam hidup kita.

  1. Have a Strong MISSION [ Memiliki MISI Yang Kuat ]

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia – supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci – : “Aku haus!”  Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:28-30).

Tuhan Yesus tahu sebelum kita tahu bahwa segala sesuatu telah selesai dan Ia telah menyelesaikan misiNya di kayu salib. Demikian juga hidup kita, kita harus memiliki misi yang kuat untuk menyatakan kemuliaan Kristus dan mencapai ketinggian yang baru dalam hidup kita. Setiap orang memiliki misi dan panggilan untuk memberikan dampak bagi dunia, oleh sebab itu kita harus menggali dan menemukan misi dan panggilan hidup itu sehingga kita tidak hidup biasa-biasa saja.

Hidup adalah pilihan, oleh sebab itu untuk mencapai suatu ketinggian yang baru bersama Tuhan kita harus memiliki sikap yang benar untuk mengatasi segala masalah, percaya bahwa apa yang kita lakukan benar dan milikilah misi yang kuat karena setiap kehidupan memiliki misi untuk menemukan panggilan dan tujuan hidup. Amin.