REVELATION BRINGS BLESSING | Ev. Percy James Noah (South Africa)

REVELATION BRINGS BLESSING | Ev. Percy James Noah (South Africa)

 

 

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:15-18).

Kita semua percaya bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Tritunggal. Tetapi apakah kita menyadari bahwa dalam Tritunggal ada pribadi ke empat, yaitu diri kita masing-masing? Jika kita menyadari identitas kita di dalam Tuhan, betapa berharganya hidup kita sebagai anak-anak-Nya di hadapan Tuhan, maka kita akan mampu mengatasi segala masalah dalam kehidupan.

Hidup seperti perjalanan di medan yang sulit, tapi ketika kita mengerti cara mengaktifkan kuasa Roh Kudus yang menyertai kita, maka seberat apapun medan yang kita hadapi maka kita akan mampu mengatasinya. Aktifnya Roh Kudus adalah kunci mengatasi segala masalah. Jika kita tidak memahami hal ini, maka kita akan terperosok dalam jurang-jurang kehidupan kita. Juga seperti orang yang mengendarai mobil baru dengan sistem penggerak 4 roda yang canggih, yang dirancang khusus untuk mengatasi medan berat dengan berbagai tanjakan dan jurang. Ketika orang itu tidak mengerti cara mengaktifkan penggerak 4 roda tersebut, maka mobil tersebut akan berfungsi seperti mobil biasa, yang jika terperosok ke dalam jurang, maka mobil tersebut akan terperangkap dan tidak bisa keluar. Padahal hanya dengan mengaktifkan kunci tuas penggerak 4 roda, maka mobil dapat keluar dari jurang dengan mudah. Kita perlu mengerti kunci cara mengaktifkan kuasa Roh Kudus dalam hidup kita, yaitu dengan memiliki cara pandang yang benar tentang siapa Tuhan dan siapa diri kita sesungguhnya.

Untuk membuat murid-murid memiliki cara pandang yang benar tentang Tuhan dan tentang diri mereka, maka Tuhan membawa murid-murid ke Kaesaria Filipi dimana ada sebuah gua yang besar di bukit batu yang ada air sungai mengalir keluar dari bagian bawah gua. Tempat tersebut dahulu adalah tempat penyembahan roh jahat dan ada bayi-bayi yang dipersembahkan sebagai korban, sehingga dijuluki pintu gerbang neraka atau pintu gerbang alam maut. Di sana Tuhan Yesus memberikan pertanyaan yang mengubah cara pandang murid-murid. Kemampuan menjawab pertanyaan secara benar adalah kunci kemenangan mereka. Selanjutnya Tuhan Yesus menjelaskan kepada murid-murid bahwa alam mautpun akan sanggup mereka taklukkan dengan kunci yang Ia berikan kepada mereka.

Pertama-tama Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “menurut kata orang siapa Aku ini?” Yesus ingin menunjukkan kepada murid-murid bahwa kebanyakan orang memandang  diri-Nya hanya sekedar sebagai nabi. Kemudian Tuhan Yesus bertanya lagi kepada murid-murid-Nya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”  

Simon menjawab dengan benar. Tuhan Yesus mau menunjukkan siapa diri-Nya yang sesungguhnya yaitu Mesias, Tuhan Sang Pencipta yang datang dalam wujud manusia dan menunjukkan betapa pentingnya memperoleh pewahyuan ini secara pribadi.

Ketika seseorang memiliki sudut pandang yang benar, memandang Yesus bukan sekedar nabi, tapi sebagai Allah yang Maha Tinggi yang datang sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia maka ia akan memperoleh pengalaman seperti Petrus, memperoleh kunci “Apa yang kau ikat di dunia akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”.

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus……
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini
Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.  
Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga
dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
(Matius 16:1
7-19)

Tuhan Yesus memberikan pewahyuan tentang siapa diri-Nya dan juga identitas baru kepada Simon menjadi Petrus. Kita juga harus meminta pewahyuan agar benar-benar mengerti siapa diri kita di dalam Tuhan, betapa Dia sangat mengasihi kita dan membayar hidup kita dengan darah-Nya yang mahal. Kita juga harus meminta pewahyuan agar benar-benar mengerti siapa Yesus yang berdiam dalam diri kita dalam wujud Roh Kudus, dan betapa dahsyat kuasa yang menyertai kita. Kita tidak pernah ditinggalkan sendiri seperti anak yatim, tapi Ia selalu ada bagi kita, menyertai dan menolong kita. 

Jadi kita harus meminta pewahyuan yang membuat kita memiliki cara pandang yang benar tentang dua hal:

  1. Siapa diri kita di dalam Tuhan.
  2. Siapa Tuhan yang ada di dalam diri kita.

Saat kita menerima pewahyuan tersebut maka kita akan keluar dari lembah kekelaman dan menjadi pemenang atas semua masalah dalam hidup kita. Kita akan sanggup melepaskan segala bentuk ikatan dan belenggu yang melanda hidup kita, baik belenggu kesehatan, belenggu keuangan, belenggu hubungan, belenggu kutuk dan sebagainya. Kita juga akan dipakai sebagai alat untuk melepaskan belenggu orang-orang di sekitar kita, sehingga hidup kita menjadi berkat bagi sesama. Dan lebih dari itu kita akan ditransformasikan kepada keserupaan dengan Kristus. Amin.