VALLEY OF DRY BONES | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

VALLEY OF DRY BONES | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan
Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan
Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan
tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
(Yehezkiel 36:26-27)

 

Perayaan hari raya Pentakosta yang dirayakan 50 hari setelah hari raya Paskah atau 10 hari setelah Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan menurut tradisi Yahudi, hari raya ini bertepatan dengan hari raya Shavuot (hari raya Penuaian). Pada jaman Perjanjian Lama, bertepatan dengan hari raya Shavuot ini Tuhan menyampaikan FirmanNya melalui Musa di gunung Sinai. Bangsa Israel menyimpang dari jalan Tuhan dengan membuat anak lembu tuangan dan mereka sujud menyembah kepadanya, mereka berlaku jahat sehingga pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang (Keluaran 32). Pada jaman Perjanjian Baru, hari raya ini dirayakan sebagai hari raya Pentakosta, sepuluh hari Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, murid-murid yang bertekun dan sehati dalam doa bersama-sama menantikan janji Tuhan. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, mereka penuh dengan kuasa, bahkan ketika Rasul Petrus berkhotbah tiga ribu orang bertobat.

Nabi Yehezkiel telah menubuatkan rencana Allah ini dengan jelas. Dalam kitab Yehezkiel 36:24-30 dituliskan bahwa Tuhan akan mencurahkan kepada kita air jernih, yang akan mentahirkan kita dari segala kenajisan dan dari semua berhala-berhala. Tuhan juga memberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batin kita sehingga Roh Tuhan betah tinggal dalam hidup kita. Ini adalah gambaran Roh Kudus yang tinggal dalam hati kita, sehingga kita mampu hidup menurut segala ketetapan Tuhan dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanNya serta mampu melakukannya.

Kegenapan kitab Yehezkiel ini juga terjadi dalam kehidupan bangsa Israel secara nyata ketika Tuhan mengumpulkan kembali seluruh orang Israel yang tersebar dari seluruh bangsa-bangsa kembali ke tanah perjanjian. Tuhan membalikkan keadaan bangsa Israel bahkan berjanji memperbanyak buah pohon-pohonan dan hasil ladangnya, supaya jangan lagi menanggung noda kelaparan di tengah bangsa-bangsa (Yehezkiel 36:30). Hal ini terus digenapi dengan berdirinya Negara Israel pada tahun 1948 dan diikuti dengan kembalinya orang-orang Israel dari seluruh penjuru dunia.

Dalam Yehezkiel 37, kekuasaan TUHAN meliputi nabi Yehezkiel dan Tuhan membawanya ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan di tengah-tengah lembah yang penuh dengan tulang-tulang. Tuhan berfirman kepada nabi Yehezkiel: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”

Tidak selamanya bahwa pimpinan Tuhan selalu membawa kita ke puncak gunung, ke air yang tenang dan lembah berumput hijau, tetapi terkadang Tuhan juga membawa kita ke lembah-lembah, bahkan lembah penuh tulang-belulang yang sangat kering, lembah kematian, lembah masalah dan persoalan. Tuhan Yesus berfirman bahwa bagi orang percaya tidak ada yang mustahil (Markus 9:23), jadi di lembah apapun hidup kita dengan kekuatan dan anugerah Tuhan kita sanggup melewatinya.

Tuhan berfirman kepada nabi Yehezkiel untuk bernubuat bahwa tulang-tulang kering itu dapat dihidupkan kembali.

Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat,
kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.
Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.” Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.
(Yehezkiel 37:7-10)

Sebagai umat Tuhan kita diberikan kuasa untuk mampu melewati setiap lembah kehidupan kita. Tuhan yang sama yang mampu memulihkan kehidupan bangsa Israel dan Tuhan yang mempu membangkitkan tulang-tulang kering menjadi bala tentara yang sangat besar dan kuat itulah yang akan memulihkan keadaan kita, merubah kegagalan menjadi keberhasilan dan menghidupkan kembali yang sudah mati serta memberkati yang mandul menjadi kehidupan yang berbuah. Amin