Strength in the Valleys | Pdt. Eluzai Frengky Utana

Strength in the Valleys | Pdt. Eluzai Frengky Utana

 

 

Lembah bisa menjadi tempat kelemahan/pertempuran, tetapi terima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena Dia menuntun kita melalui lembah untuk menuju gunung kekuatan yang berikutnya. Tuhan akan memberikan kita kekuatan untuk bisa melewati setiap lembah, apapun tantangannya, Tuhan itu lebih hebat dan besar. Belajar dari kisah Tuhan Yesus dalam Injil Markus 4:35-41 kita akan mendapati beberapa kebenaran bagaimana kita tetap kuat sekalipun melewati lembah-lembah atau badai dalam hidup ini.

  1. AJAKAN TUHAN PASTI MEMBAWA MANFAAT BAGI KITA

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka:
Marilah kita bertolak ke seberang.” (Markus 4:35)

Ketika Yesus membawa murid-murid-Nya ke seberang, Ia tidak pernah merencanakan untuk membawa murid-murid-Nya kepada kekalahan dan kebinasaan sekalipun badai bisa datang dalam perjalanan. Demikian pula ketika Tuhan Yesus mengajak kita mengarungi kehidupan ini, Ia tidak pernah merencanakan agar kita mengalami kekalahan dan kebinasaan karena masalah sakit penyakit, keuangan, ekonomi, hubungan dan sebagainya. 

Kita harus yakin bahwa setiap ajakan Tuhan pasti mendatangkan kebaikan. Kematian Yesus di kayu salib merupakan pertukaran bagi kita, karena menanggung segala dosa, pelanggaran dan segala sakit penyakit kita. Ketika kita gagal memahami karya Kristus atas hidup kita, maka kita akan mudah mengeluh dan menjadi lemah saat menghadapi masalah dan kesulitan hidup.  

  1. TUHAN KITA HEBAT DAN TIDAK DAPAT DIPENGARUHI OLEH APAPUN

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu,       sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di       sebuah tilam. (Markus 4:37-38a)

Yesus yang tidak mau dipengaruhi oleh situasi di sekeliling-Nya sekalipun terjadi badai taufan yang sangat dahsyat. Justru kita yang seringkali mengkhawatirkan berbagai hal di sekeliling kita. Jika kita hanya memakai mata dan telinga jasmani, maka kita akan hidup di dalam ketakutan. Kita harus melihat dengan mata iman dan belajar untuk tetap tenang ketika menghadapi situasi sesulit apapun.  Ia menjamin perlindungan dan pemeliharaan atas hidup kita. Yakinlah bahwa Ia yang hebat ada dalam diri kita, akan senantiasa menyertai kita sampai kepada akhir zaman, karena apapun tantangannya, Tuhan itu lebih hebat dan besar.

3. TUHAN TIDAK MAU MEMBUANG WAKTU UNTUK HAL-HAL YANG TIDAK BERGUNA.

Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya:
“Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”  (Markus 4:38b)

Kita sering membuang-buang waktu untuk memikirkan perkara-perkara jasmaniah, kita juga membuang banyak waktu memikirkan penilaian orang lain atas diri kita, mengasihi diri sendiri karena dikritik, atau merasa tersinggung.

Bahkan seperti murid-murid, kita kadang marah-marah kepada Tuhan dan merasa seolah-olah Tuhan tidak peduli atas hidup kita. Tetapi sesungguhnya Dia ada dalam hidup kita dan kita ada di dalam Dia. Pakailah banyak waktu untuk memuji, menyembah Tuhan dan merenungkan Firman-Nya serta melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita karena waktu kita MEMUJI, MENYEMBAH, MENGAGUNGKAN dan MEMULIAKAN TUHAN di lembah, Dia akan memberikan kita kekuatan untuk mendaki ke PUNCAK GUNUNG.

4. TUJUAN TUHAN HANYA UNTUK MEMBAWA DAMAI DAN KETENANGAN

Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!”
Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. (Markus 4:39).

Apapun kesulitan yang kita alami di lembah-lembah kehidupan ini, mari kita percaya bahwa tujuan Tuhan pada akhirnya adalah membawa kita kepada kedamaian dan ketenangan yang sejati. Yakinlah bahwa Sang Raja Damai selalu ada di dalam hidup kita. Dia ada bersama dengan kita di lembah kekelaman. Biarlah KETENANGAN DALAM MEMPERCAYAI DIA menjadi JANGKAR kita dan DAMAI SEJAHTERA menjadi KEKUATAN kita.

5. KETAKUTAN DAN KETIDAKPERCAYAAN MENJADIKAN KITA LEMAH

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut?
Mengapa kamu tidak percaya
?” (Markus 4:40).

Seringkali sikap kita sendiri yang menjadi penghalang untuk keluar dari lembah-lembah permasalahan. Kita membiarkan diri dikuasai oleh ketakutan dan ketidakpercayaan, sehingga kita menjadi sangat lemah. Pilihlah untuk TIDAK TAKUT dan PERCAYALAH kepada Tuhan karena Dia peduli saat kita di lembah dan pilihlah memandang kepada-Nya untuk penghiburan, solusi, dan kekuatan untuk keluar dari lembah.

6. YAKIN ANUGERAH TUHAN MELIMPAH ATAS HIDUP KITA

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain:
 “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”
(Markus 4:41).

Murid-murid merasa heran dan bertanya-tanya atas mujizat yang telah Tuhan lakukan dalam menghardik dan meredakan badai, bukti bahwa kuasa Tuhan lebih besar dari badai apapun dalam hidup ini. Waktu kita berada di lembah, masa yang sukar, jangan pernah kuatir karena Tuhan akan memberikan kita kasih karunia dan kekuatan untuk bisa melewatinya.

Seperti halnya wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun mengalami kesembuhan karena menjamah jumbai jubah Yesus dengan keyakinan bahwa anugerah Tuhan cukup untuk menyembuhkan dirinya. Ia bukan hanya Allah yang maha kuasa, tapi juga Allah yang berlimpah-limpah dengan kasih karunia-Nya atas hidup kita. Amin