SUKSES DALAM TUHAN | Pdm. Paulus Henry

SUKSES DALAM TUHAN | Pdm. Paulus Henry

 

 

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri
di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
(Mazmur 1:1-3)

Setiap orang ingin hidupnya sukses dan diberkati, tetapi kita harus memahami pengertian sukses menurut dunia dan pengertian sukses dalam Tuhan. Dunia lebih menekankan kesuksesan berupa materi, pangkat atau kedudukan, sedangkan sukses dalam Tuhan lebih menekankan pada pribadi kita untuk menjadi seperti apa yang Tuhan mau. Hal ini bukan berarti materi, pangkat atau kedudukan tidak penting, tetapi itu semua sifatnya hanya memperlengkapi. Semuanya itu akan Tuhan tambah-tambahkan ketika kita memiliki prioritas yang benar untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (Matius 6:33).

Tuhan telah memberikan petunjuk kepada kita bagaimana agar kita dapat mencapai sukses di dalam Tuhan yaitu:

  1. MEMILIKI PERGAULAN YANG BAIK (Mazmur 1:1)

Pergaulan kita sangat mempengaruhi keberhasilan kita dalam Tuhan, secara umum kita tidak boleh membeda-bedakan orang lain, tetapi dalam hal memilih teman secara khusus kita harus selektif. Kita tidak boleh bergaul dengan type orang-orang berikut ini:

a. Orang Fasik

Orang fasik adalah orang-orang yang tidak takut akan Allah yang hidup dengan mengabaikan kewajiban mereka kepada Allah. Orang fasik tidak mempunyai tujuan tertentu, berjalan tanpa aturan yang pasti dan mereka hanya dikuasai oleh hawa nafsu serta menyerah terhadap setiap godaan. Oleh sebab itu kita jangan menjadikan orang fasik sebagai penasehat hidup kita atau mengikuti nasehatnya. Nasehat fasik bisa datang dari siapapun sekalipun orang tersebut berpendidikan tinggi, orang terdekat kita maupun orang yang mengaku hamba Tuhan. Contoh: nasehat istri Ayub, nasehat seorang nabi tua  kepada abdi Allah dari Yehuda (1 Raja-raja 13).

b. Orang Berdosa

Orang berdosa adalah orang yang terang-terangan memberontak melawan Allah dan melayani kepentingan dosa dan Iblis. Dosa telah menjadi ketetapan dan kesenangan dalam hidupnya. Perintah Tuhan kepada kita adalah kita tidak berdiri dijalan orang berdosa yang artinya jangan hidup seperti mereka yang melakukan dosa secara terang terangan (Tidak ada pergumulan untuk dipulihkan) dan menjadikan dosa sebagai sebuah kesenangan. Berdiri di jalan orang berdosa juga berarti seperti memberi persetujuan, pembelaan, perlindungan terhadap kehidupan orang berdosa, oleh sebab itu kita harus bertindak tegas dalam menyikapinya.

c. Pencemooh

Orang pencemooh adalah orang yang terang terangan menentang apa yang suci, mengolok-ngolok Firman Tuhan dan memutar balikkan kebenaran. Seorang pencemooh akan membenarkan dosa yang ia lakukan dan menyalahkan kebenaran yang Tuhan tuntut dalam dirinya. Ketika Firman Tuhan berkata: “Jangan duduk dalam kumpulan pencemooh”, artinya janganlah kita berkomplot melawan kebenaran, menyuarakan hal-hal yang tidak benar menjadi benar dan yang benar menjadi salah.

Bijak-bijaklah kita memilih pergaulan kita karena pergaulan kita ikut menentukan apakah kita akan berhasil dalam Tuhan atau menjadi orang yang gagal. Alkitab mencatat beberapa orang yang gagal akibat memiliki pergaulan yang tidak baik, diantaranya adalah Simson dan Salomo.

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik
(1 Korintus15:33)

  1. MEMILIKI POLA HIDUP MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN (Mazmur 1:2)

Orang yang kesukaannya Taurat Tuhan menjelaskan mengenai keadaan hati. Apakah yang kita sukai Firman Tuhan atau hal yang lain ? kalau hati kita tidak menyukai Firman Tuhan, pertanda bahwa kita belum mencintai Tuhan, kita masih mencintai dunia ini. Keadaan hati seseorang menjelaskan siapa yang dia cintai. Bila kita belum mencintai Tuhan maka sangat perlu kita memohon anugrah Tuhan untuk mengubahkan hati kita.

Merenungkan Firman Tuhan merupakan upaya yang disengaja untuk menyelidiki Firman Tuhan, untuk memahamai kebenaran dan untuk menghidupi kebenaran. Orang seperti ini selalu menyiapkan waktu untuk membaca Firman Tuhan setiap hari dan menggumulkan Firman itu dalam doanya.

Kita harus merenenungkan Firman Tuhan itu siang dan malam, bukan bararti setiap jam, pagi dan malam kita menghabiskan seluruh waktu kita hanya untuk membaca Firman Tuhan, tetapi kita bersungguh- sungguh merenungkan Firman Tuhan, mempelajari Firman dan komitmen untuk menghidupinya dengan sepenuh hati. Kita menjadikan Firman Tuhan yang telah kita renungkan sebagai pedoman hidup kita pada waktu siang dan malam serta dalam segala situasi hidup kita, dalam kesusahan ataupun senang, dalam kelaparan atapun kenyang, dalam sakit ataupun sehat, dalam untung maupun rugi, Firman Tuhan tetap jadi penuntun.

Jika kita memiliki kedua hal tersebut maka hidup kita akan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya. Bila di aplikasikan dalam hidup kita artinya tangan Tuhan sendiri dengan sengaja menanam kita dekat dengan sumber hidup. Suatu upaya sengaja Tuhan untuk memelihara hidup kita dalam kuasa Roh Kudus. Kita menjadi orang yang terpelihara di dalam Tangan Tuhan sehingga apa saja yang kita perbuat akan berhasil. Amin.