THE PURPOSE OF WILDERNESS | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

THE PURPOSE OF WILDERNESS | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

(Ulangan 8:2-3)

Sering kali tertipu dengan lagu-lagu pujian yang sering dinyanyikan sehingga tidak heran kalau banyak orang yang merasa kecewa ketika ia tidak mendapatkan seperti yang mereka harapkan. Ada sebuah lirik lagu yang berkata: “Semua bunga ikut bernyanyi gembira hatiku, Segala rumput pun riang ria, Tuhan sumber gembiraku… Semua jalan di dunia menuntunmu ke surga, Desiran angin nan mesra mengayunmu ke surga….”Lirik tersebut sangat menyesatkan karena hanya Yesuslah satu-satunya jalan yang menuntun kita ke surga dan kepada hidup yang kekal.

Tuhan tidak pernah membawa kita melalui jalan pintas yang menjanjikan segala sesuatu serba mudah dan enak. Tuhan pasti menuntun kita melalui padang belantara, padang gurun atau padang pasir dimana tidak ada bunga yang ikut bernyanyi atau rumput-rumput yang beriang ria. Ketika Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka harus melalui padang gurun yang besar dan dahsyat, padang gurun dengan ular-ular yang ganas dan kalajengkingnya serta tanahnya yang gersang dan yang tidak ada air (Ulangan 8:15).

Memang tujuan akhir Tuhan adalah membawa bangsa Israel masuk ke dalam tanah perjanjian yang telah dijanjikan-Nya. Masuk ke suatu negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung, suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya. Suatu negeri, di mana mereka akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana mereka tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya mengandung tembaga-tembaga (Ulangan 8:7-9).

Tujuan Tuhan membawa bangsa Israel melalui padang gurun adalah untuk mengeluarkan paradigma Mesir dari kehidupan mereka. Tuhan ingin mendidik bangsa Israel seperti seseorang mengajari anaknya agar mereka tidak tinggi hati. Tuhan ingin agar bangsa Israel tidak tinggi hati, senantiasa mengingat pertolongan-Nya serta bergantung sepenuhnya hanya kepada Tuhan (Ulangan 8:14)

Demikian juga dalam hidup kita, mungkin saat ini kita sedang berada di padang gurun. Ada proses-proses yang harus kita hadapi dimana segala sesuatu serba sedikit dan terbatas, tetapi ada maksud Tuhan di padang belantara  (The Purpose of Wildernes) yaitu:

  1. You shall remember… (Ingatlah…)
    Agar kita senantiasa mengingat segala janji dan kebaikan serta kemurahan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita, bagaimana pertolongan dan mujizat Tuhan yang ajaib kita alami.
  2. All the ways which Adonai your God has caused you to go
    (seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu)
    Perjalanan bersama Tuhan tidak selamanya mulus dan baik-baik saja, sekalipun harus melalui padang gurun, itu semua adalah atas adalah atas kehendak Tuhan.
  3. In order to humble you (untuk merendahkan hatimu)
    Agar kita tidak sombong, melainkan bergantung sepenuhnya hanya kepada Tuhan.
  4. To try you (untuk menguji engkau)
    Iblis mencobai kita untuk menghancurkan hidup kita agar kita gagal dan semakin terpuruk, tetapi Tuhan menguji kita untuk mengetahui kualitas hidup kita. Ketika ujian datang apakah kita mengucap syukur atau bersungut-sungut.
  5. To know that which is in your heart, whether you will keep His commandments or not
    (untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak)
  6. Caused you to hunger (membiarkan engkau lapar)
    Tuhan Yesus mengalami ujian ketika lapar, iblis mencobai Yesus untuk merubah batu menjadi roti.
  7. And caused you to eat the manna which you had not known… (memberi engkau makan manna yang tidak kaukenal)
    Tuhan sanggup memelihara hidup kita agar kita tidak bergantung kepada manusia.
  8. In order to cause you to know that man shall not live by bread alone, but man shall live by every word that proceeds from the mouth of Adonai
    (
    membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN).

Apa yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel akan kita alami asalkan kita tetap setia melakukan segala perintah Tuhan dan senantiasa ingat kepada Tuhan, sebab Dialah yang memberikan kepada kita kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Amin.