Miracle in the Wilderness | Pdt. Eluzai Frengky Utana

 

 

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”
(1 Raja-raja 17:2-4).

Nabi Elia muncul pertama kali dalam pelayanannya sebagai nabi bagi bangsa Israel, dalam keadaan sangat bersemangat melayani Tuhan, tiba-tiba Tuhan memerintahkan dia untuk menarik diri dari pelayanan. Meskipun tampak tidak masuk akal bahkan, seolah-olah sepertinya pengecut karena harus bersembunyi, tetapi Elia taat kepada apa yang Tuhan perintahkan. Di tengah-tengah kesibukan kita, kadangkala Tuhan menyuruh kita untuk berhenti sementara, agar Tuhan dapat mempersiapkan kita untuk suatu tugas yang lebih besar. Kita dikirim ke tempat yang sunyi seperti padang gurun, agar kita dapat diperlengkapi dan karakter kita bertumbuh semakin dewasa.

Hal-hal yang harus kita perhatikan untuk mengalami muljizat di padang gurun adalah:

  1. TIDAK ADA KEAJAIBAN TANPA MASALAH, TIDAK ADA KEMENANGAN TANPA PERTEMPURAN.

“Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. (1 Raja-raja 17: 3).

Nabi Elia harus pergi bersembunyi ke tempat yang sunyi, jauh dari manusia lain dan jauh dari segala bentuk penyediaan. Ia harus pergi ke tempat yang seolah-olah akan membuatnya mati kelaparan, tempat di mana tidak seorangpun akan menolongnya, suatu tempat yang bermasalah. Ketika Tuhan menghendaki kita mengalami suatu ujian, ia pasti setia memelihara hidup kita. Kita harus yakin bahwa setiap perintah Tuhan pasti mendatangkan mujizat kebaikan di dalam hidup kita, sekalipun perintah-Nya seolah-olah menjerumuskan kita ke dalam masalah. Untuk mengalami keajaiban, kita harus mengalami ujian terlebih dahulu.

  1. TUHAN AKAN MENGIRIMKAN KASIH KARUNIA-NYA SAAT MELALUI PADANG GURUN.

Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk  memberi makan engkau di sana. (1 Raja-raja 17: 4).

Sekalipun dikirim ke tempat sunyi, terpencil dan tanpa fasilitas yang memadai untuk hidup, Tuhan tetap setia memelihara nabi Elia. Segala kebutuhan nabi Elia yaitu makanan dan minuman dapat tercukupi. Air sungai Kerit disucikan Tuhan sehingga Elia dapat menikmati minuman dalam jangka waktu panjang tanpa mengalami sakit. Makanan yaitu roti dan daging dapat ia nikmati setiap hari yang dikirimkan oleh burung-burung gagak selama ia berada di sana. Tuhan mau kita taat kepada perintahNya untuk pergi ke padang gurun, yaitu suatu tempat yang sukar, maka kasih karunia-Nya akan kita alami secara berlimpah setiap hari.

3. SESUATU YANG TIDAK MASUK HITUNGAN, TUHAN BISA PAKAI.

Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk  memberi makan engkau di sana……. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. (1 Raja-raja 17: 4, 6).

Tuhan memberikan kasih karunia-Nya dalam bentuk makanan yang dikirim oleh burung-burung gagak. Ada begitu banyak jenis burung di Israel dengan berbagai kelebihan dan keunikannya, tetapi Tuhan justru memilih untuk menggunakan burung-burung gagak. Burung gagak termasuk dalam kategori burung yang haram, burung pemakan bangkai, suatu kejijikan bagi bangsa Israel, namun Tuhan justru mau memakai burung gagak untuk mempermuliakan nama-Nya. Kita jangan takut atas berbagai kekurangan dan kelemahan-kelemahan kita, karena kasih karunia Tuhan lebih hebat atas kita. Terimalah dan bersyukurlah atas segala kekurangan tubuh kita, karena Tuhan dapat memakainya untuk mempermuliakan nama-Nya.

4. PERCAYALAH KEPADA TUHAN DAN BERIKAN PUJIAN PADA-NYA.

Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”
(Yohanes 6:28-29).

Ketika berada di tempat yang sukar dan terpencil, nabi Elia tetap tenang dan bersukacita. Selama berada di sungai Kerit, tidak pernah tercatat bahwa ada keluhan, gerutuan, atau omelan yang keluar dari mulutnya. Ia tetap percaya kepada janji pemeliharaan dan kesetiaan Tuhan. Untuk dapat melalui masa-masa sukar di padang gurun, kita harus percaya kepada Tuhan Yesus dan segala janji pemeliharaan-Nya. Iman percaya diwujudkan dengan cara tidak mengeluh, tetap bersukacita dan tetap menaikkan pujian syukur kepada-Nya.

5. TUJUAN PADANG GURUN ADALAH UNTUK MENGALAMI KUASA-NYA.

Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. (1 Raja-raja 17: 6).

Padang gurun tidak didesain untuk membunuh dan mengubur kita, tetapi padang gurun didesain sebagai alat untuk memproses karakter kita. Jika kita memilih untuk bersikap benar selama di padang gurun, kita justru akan mendapat banyak manfaat selama berada di sana. Kita dapat belajar betapa ajaib pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Kita dapat melatih kesabaran, belajar merendahkan hati, dan belajar bergantung kepada Tuhan.  Ada begitu banyak kuasa mujizat-Nya dapat kita alami selama di padang gurun. Jika kita berespon benar, maka kita akan keluar sebagai orang yang berbeda. Kita menjadi dewasa dan diperlengkapi untuk lebih lagi memuliakan nama-Nya.

Selamat mengalami mukjizat di padang gurun. Amin!