POOLS OF WATER IN THE WILDERNESS | Pdt. Dr. Christy Indra Tjiptamulya

POOLS OF WATER IN THE WILDERNESS | Pdt. Dr. Christy Indra Tjiptamulya

 

 

 Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub,
yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu yang keras menjadi mata air!
Mazmur 114:7-8

Memasuki tahun 2017 The Year of New Heights diharapkan tingkat kerohanian kita juga semakin maju dan meningkat sehingga kita mengalami ketinggian-ketinggian yang baru dalam hidup kita. Dalam tiga bulan ini tema gereja kita adalah Pools of Water in The Wilderness (Kolam-kolam Air di Padang Gurun). Padang gurun merupakan tempat yang tandus dan kering, tempat dimana tidak ada air dan tempat yang memiliki cuaca sangat ekstrim. Padang gurun menggambarkan suatu tempat yang tidak mengenakkan, penuh masalah dan kering.

Mengapa kita mengalami Padang Gurun dalam kehidupan ini?

  1. Tidak Mengandalkan Tuhan (Yeremia 17:5)

Orang yang mengandalkan kekuatan sendiri akan mengalami padang gurun dalam hidupnya karena mereka akan mudah sekali terseret oleh pengaruh-pengaruh negatif dunia. Dalam segala hal jika kita selalu mengandalkan kekuatan sediri, kita mudah lemah, terpuruk dan jatuh dalam dosa.

  1. Tidak Mau Mengampuni (Matius 6:12, Matius 18:21, 35)

Tuhan telah terlebih dahulu mengampuni hidup kita maka kita harus mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita karena jika tidak maka Tuhan juga tidak akan mengampuni kita, dan kita akan mengalami padang gurun.

  1. Suka Mengeluh dan Menggerutu (Yudas 1:16)

Bangsa Israel harus berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun karena mereka suka mengeluh dan menggerutu atas penyertaan Tuhan dalam kehidupannya. Seberat apapun masalah kita jika tetap mengucap syukur maka akan ada kekuatan dan pengiburan.

  1. Pelit dan Tidak Suka Memberi (1 Korintus 6:10)

Orang pelit dan tidak suka memberi akan senantiasa mementingkan diri sendiri. Firman Tuhan menyetarakan orang yang pelit dengan pencuri, pemabuk, pemfitnah dan penipu  yang tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

  1. Tidak Bertanggung Jawab dan Lari Dari Masalah (Markus 14:50)

Setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya, oleh sebab itu kita harus bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang kita lakukan. Jika kita lari dari tanggung jawab justru akan menimbulkan masalah-masalah yang jauh lebih besar.

Oleh sebab itu agar hidup kita diberkati dan bisa menikmati kolam-kolam air di padang gurun maka kita harus:

  1. Bertobat (Yesaya 31:6-7)

Kita harus berbalik kepada Tuhan dan kembali kepadaNya dengan meninggalkan segala berhala-berhala yang ada dalam hidup kita maka Tuhan akan membalikkan keadaan kita. Berhala dalam hidup kita bisa berupa harta, pekerjaan, hobby atau anak kita sehingga sangat mengikat hidup kita dan kita tidak lagi memiliki waktu untuk Tuhan.

  1. Berharap kepada Tuhan (Yesaya 40:31)

Hanya Tuhan saja yang sanggup mengadakan mujizat dalam hidup kita, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Tuhan saja yang sanggup melindungi kita dari segala macam serangan iblis. Jika kita senantiasa berharap hanya kepada Tuhan maka kita akan menikmati segala yang dijanjikanNya dan janji-Nya pasti digenapi. Dengan mengandalkan Tuhan kita akan senantiasa mendapat kekuatan baru.

  1. Memelihara Keselamatan & Kasih Karunia (Yesaya 41:18)

Keselamatan yang sudah kita terima melalui karya Kristus di kayu salib harus kita pelihara supaya kita bisa menikmati segala janji-janjiNya dimana sungai-sungai memancar  di atas bukit-bukit yang gundul, dan mata-mata air yang membual di tengah dataran. Tuhan akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering

  1. Mengucap Syukur Dalam Segala Hal (1 Tesalonika 5:18)

Apapun keadaan kita, kita harus belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal karena inilah yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita supaya Tuhan memberikan air kehidupan dan mencurahkan berkat-berkatNya dalam hidup kita

  1. Membagikan Kasih (Matius 22:36-40, Yohanes 15:12)

Kita harus tulus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi kita dengan cara mentaati segala perintah-perintah Tuhan. Kita bisa mengasihi karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita, oleh sebab itu sebagai anak-anak Tuhan kita wajib membagikan kasih itu kepada orang-orang yang ada di sekitar kita yang belum merasakan kasih Tuhan.

Jadi mari kita bertobat, meninggalkan segala dosa-dosa kita, senantiasa berharap kepada Tuhan, memelihara keselamatan dan kasih karunia Tuhan serta senantiasa mengucap syukur dengan membagikan kasih Tuhan maka Tuhan akan mencurahkan berkat-berkatNya atas hidup kita. Amin