IMPLEMENTING THE KINGDOM OF HEAVEN | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

IMPLEMENTING THE KINGDOM OF HEAVEN | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman,
tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
(Roma 14:17)

Setiap dari kita harus mengerti identitas kita sebagai perwakilan Kerajaan Sorga di bumi karena Tuhan Yesus telah memberikan otoritas dan kunci-kunci Kerajaan Sorga. Kunci itu diberikan kepada Petrus untuk mendirikan jemaat Tuhan dan alam maut tidak akan menguasainya. Kunci itu juga diberikan kepada kita orang percaya, sehingga apa yang kita ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kita lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga (Matius 16:18-19; Matius 18:17-20). Istilah gereja berasal dari kata “ekklesia” yang pada jaman Romawi dipakai untuk menyatakan dewan kota (assembly), dimana para pemimpin bersidang untuk menetapkan kebijakan-kebijakan dalam suatu kota.

Untuk itu Tuhan Yesus memberikan langkah-langkah praktis supaya kita bisa memberitakan Kerajaan Sorga dalam kehidupan kita sehari yang dicatat dalam Lukas 10:1-9. Tuhan Yesus mengutus murid-muridNya berdua-dua. Mereka diutus seperti anak domba ke tengah-tengah serigala, tetapi demkian penyertaan Tuhan tetap ada dalam hidup mereka. Langkah-langkah tersebut adalah:

  1. MENGUCAPKAN BERKAT

Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
(Lukas 10:5)

Sebagai pembawa kabar baik, kehadiran kita diharapkan senantiasa bisa membawa damai sejahtera bagi orang-orang yang kita temui karena kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kuduslah yang membuat kita berbeda dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

  1. MAKAN DAN MINUM

Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
(Lukas 10:7)

Kita juga harus bisa membangun fellowship dan persekutuan melalui makan bersama, karena seringkali suatu permasalahan yang rumit akan bisa diselesaikan di meja makan.

  1. MENYEMBUHKAN YANG SAKIT

Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ
(Lukas 10:8-9a)

Ketika kita telah membangun hubungan dengan orang-orang yang kita layani, kita bisa menyatakan kuasa Kerajaan Allah dengan mendoakan orang-orang sakit sehingga terjadi mujizat, kesembuhan dan kelepasan. Tuhan sendiri sudah berjanji bahwa tanda-tanda heran dan ajaib akan menyertai orang-orang percaya, sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa
(1 Korintus 4:20).

4. MEMBERITAKAN KERAJAAN SORGA

dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
(Lukas 10:9b)

Langkah terakhir, kita bisa mulai menyampaikan kabar Kerajaan Sorga kepada orang-orang yang kita layani. Selain dengan pemberitaan, Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa cara lain menghadirkan Kerajaan Sorga adalah dengan mengusir setan demi namaNya (Lukas 11:20).

Tuhan Yesus tidak hanya memberikan langkah-langkah bagimana memberitakan Kerajaan Allah , Dia juga memberikan teladan bagaimana mengimplementasikannya dalam pelayanan. Kita dapat belajar dari Kisah Zakheus (Lukas 19:1-10). Tuhan Yesus sengaja melintasi kota Yerikho karena di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Seorang pemungut cukai adalah seorang yang sangat dibenci pada waktu itu karena ia adalah seorang pengkhianat bangsa yang berpihak kepada penjajah. Ketika Tuhan Yesus melihat Zakheus, Ia menyatakan bahwa akan menumpang di rumah Zakheus. Zakheus menerima Yesus dengan penuh sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

Perjumpaan Zakheus dengan Yesus mengubahkan kehidupannya, ia sadar akan dosa-dosanya dan bertobat. Ia berjanji akan memberikan setengah dari hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada setiap orang yang pernah diperasnya. Hari itu terjadi keselamatan di rumah Zakheus karena Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Ada sukacita yang bisa kita rasakan ketika ada seseorang yang bertobat dan menerima keselamatan, oleh sebab itu mari kita praktekkan setiap langkah-langkah yang telah Tuhan Yesus ajarkan karena banyak tuaian jiwa-jiwa di sekitar kita yang siap untuk dituai dan Kerajaan Allah dinyatakan. Amin.