POOLS OF WATER IN THE WILDERNESS | Pdt. Bobby Yesaya Indarwanto

POOLS OF WATER IN THE WILDERNESS | Pdt. Bobby Yesaya Indarwanto

 

 

Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul,
dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.
Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya, mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
(Yesaya 41:17-20)

Saat ini mungkin kehidupan kita seperti sedang di padang belantara, kita membutuhkan air, membutuhkan kesegaran dan berkat-berkat Tuhan. Hanya air kehidupan yang mampu memuaskan dan menyegarkan hidup kita yaitu pribadi Yesus Kristus. Ketika hidup kita dipuaskan dan diubahkan maka semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan Tuhan yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya (Yesaya 41:20)

Oleh sebab itu jangan ada allah lain yang menjadi pengharapan kita. Tuhan sedang menyatakan pribadiNya sebagai air kehidupan yang akan memuaskan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin yang sedang mencari air. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa air. Ketika ada air berarti ada kehidupan, ada pertumbuhan, ada komunitas yang bersama-sama mencari air bahkan ada berkat-berkat jasmani yang Tuhan sediakan bagi kita.

Apapun yang sedang kita hadapi maka percayalah bahwa Allah kita adalah Allah yang menyediakan. Allah sanggup membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Allah sanggup membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.

Ini semua adalah bukti bahwa Allah sangat memperhatikan kehidupan kita. Jangan pernah berhenti berharap kepada Tuhan, sebab rancangan Tuhan dalam hidup kita adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Tuhan Yesus juga berjanji bahwa kedatanganNya supaya kita mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10).

Dalam kisah wanita Samaria yang sedang menimba air, Tuhan Yesus menawarkan sebuah air kehidupan yang barangsiapa minum air yang Yesus berikan, maka ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Air yang Yesus berikan akan menjadi mata air yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 4:10-14). Wanita Samaria seorang pendosa dan memiliki 5 suami diubahkan hidupnya menjadi saksi dan pemberita kabar baik di daerahnya setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus dan minum air kehidupan yang Yesus berikan.

Mari kita melangkah menjadi pribadi-pribadi yang mengalami perjumpaan dengan Yesus sehingga hidup kita diubahkan dan memancarkan air-air kehidupan yang menjadi berkat bagi orang lain. Kita juga patut bersyukur buat gereja yang membawa kita bisa menikmati hadirat Tuhan dalam setiap ibadahnya, juga para hamba Tuhan yang memberikan pengajaran yang membangun berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Rindukan pertemuan dan pengalaman pribadi dengan Yesus yang akan mengubah hidup kita secara radikal dan menjadi berkat. Sehingga kita bisa membawa pengaruh Kerajaan Allah dimanapun kita berada. Amin.