BRAVERY IN THE WILDERNESS | Pdt. Eluzai Frengky Utana

BRAVERY IN THE WILDERNESS | Pdt. Eluzai Frengky Utana

 

 

Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

(1 Samuel 17:49-50)

Dalam hidup ini ada masa-masa sukar yang membuat kita berada di tengah padang gurun, di mana ada “goliat-goliat” yang harus kita hadapi. Goliat-goliat itu bisa berupa sakit penyakit, hubungan rumah tangga yang hancur, masalah finansial yang berat dan sebagainya. Padang gurun dan Goliat tidak didesain untuk menghancurkan dan membinasakan kita, tapi untuk melatih kita, oleh sebab itu kita harus berani menghadapinya dan berani percaya bahwa Tuhan ada di pihak kita. Mari kita belajar dari kehidupan Daud yang dapat mengalahkan Goliat karena anugerah Tuhan. Dalam Kitab 1 Samuel 17 dikisahkan bagaimana Goliat menantang dan mengintimidasi tentara Israel, Daud yang awalnya hanya mendapat tugas dari ayahnya untuk mengirimkan makanan bagi kakak-kakaknya tiba di medan pertempuran dan mendengar cemooh Goliat hingga pada akhinya dia yang harus maju berperang menghadapi Goliat serta memenangkannya.

Dari kisah ini ada beberapa kebenaran yang dapat kita pelajari yaitu:

  1. TUHAN TIDAK MEMANGGIL ORANG YANG LAYAK, TUHAN MELAYAKKAN ORANG YANG TERPANGGIL (1 SAMUEL 17: 28-29).

…bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”  (1 Samuel 17:28).

Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menebus dan melayakkan orang yang dipanggilNya. Ia sudah mati bagi kita di saat kita masih berdosa tetapi kadangkala orang takut pergi ke gereja, ataupun takut mengambil bagian dalam pelayanan, karena merasa tidak layak. Jadi mari kita berbalik kepada Tuhan, jangan pikirkan apa orang lain katakan tentang kita, tetapi percaya penuh kepada Firman-Nya bahwa Tuhan tidak pernah dibatasi oleh ketidaklayakan dan keterbatasan kita.

  1. GOLIAT DI DEPANMU TIDAK PERNAH LEBIH BESAR DARI TUHAN YANG ADA DI DALAMMU (1 SAMUEL 17: 34-37).

… baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. dan orang filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada allah yang hidup.“
 (1 Samuel 17: 36).

Daud percaya bahwa segala kemenangan yang pernah ia alami disebabkan karena penyertaan Tuhan. Ia percaya bahwa kedahsyatan Tuhan yang sama akan menolongnya dalam setiap tantangan kehidupan, berapapun besarnya tantangan tersebut. Ia senantiasa memandang kepada kedahsyatan kuasa Tuhan sehingga sang raksasa Goliat tampak kecil di hadapannya.

3. JANGAN HIDUP DALAM KETAKUTAN WALAUPUN KITA MUNGKIN AKAN BERJALAN MELALUI PADANG GURUN KARENA TUHAN ADA DI PIHAK KITA.
(1 SAMUEL 17: 34-37)
.

Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.
” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”
(1 Samuel 17:37).

Daud mengerti apa arti penyertaan Tuhan. Tuhan sebagai gembala yang baik selalu menyertainya dalam perkara kecil maupun besar. Daud tahu pasti bahwa penyertaan Tuhan akan memberinya kemenangan. Daud juga senantiasa mengingat penyertaan Tuhan di masa lampau, sehingga ia tidak hidup dalam ketakutan tapi senantiasa siap dan berani menghadapi segala tantangan. 

4. JANGAN GUNAKAN SENJATA DUNIA, DAGING, TETAPI GUNAKAN METODE, CARA & KEKUATAN TUHAN, UNTUK KEMULIAAN TUHAN (1 SAMUEL 17: 38-39).

Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.  (1 Samuel 17: 38-39).

Seringkali kita tergoda untuk menggunakan cara-cara dunia dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Kita juga tergoda untuk meniru cara-cara yang pernah dilakukan orang lain. Tuhan punya cara yang spesifik bagi setiap kita. Yang perlu kita lakukan adalah menjadi diri sendiri, berdoa minta metode Tuhan dan melangkah hanya dengan mengandalkan kekuatan Tuhan saja.

5. KEBERANIAN YANG TUHAN BERIKAN DALAM MENGHADAPI PADANG GURUN MEMBUAT KITA KUAT DAN NAMA TUHAN DIMULIAKAN (1 SAMUEL 17: 45-47).

dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” (1 Samuel 17: 47)

Padang gurun tidak didesain untuk membunuh dan mengubur kita, tetapi sebagai alat untuk melatih dan memproses karakter kita, jika kita memilih untuk bersikap berani menghadapi segala tantangan di padang gurun dan beriman kepada kuasa serta penyertaan Tuhan, maka kita akan melihat kemenangan demi kemenangan dan nama Tuhan dipermuliakan.

Selamat mengalami keberanian di padang gurun. Amin!