PEMBALIKAN KEADAAN | Pdt. Thomas Tanudharma

PEMBALIKAN KEADAAN | Pdt. Thomas Tanudharma

 

 

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10:16)

Sering kali kita merasa bahwa kita sedang hidup di tengah-tengah keadaan dunia yang tidak menentu, ada bentuk-bentuk kejahatan dan penipuan terjadi di sekitar kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan mengutus kita seperti domba di tengah-tengah serigala, pernyataan ini seolah-olah Tuhan begitu tega mengutus kita dalam keadaan seperti itu. tetapi Tuhan juga berpesan bahwa kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati, artinya pikiran kita harus dipenuhi dengan Firman Tuhan dan hati kita harus dipenuhi dengan kasih Tuhan.

Tuhan tidak pernah merencanakan hal yang buruk dalam hidup kita, Tuhan sanggup membalikkan keadaan kita. Belajar dari perumpamaan yang Tuhan Yesus ceritakan tentang anak yang hilang di Lukas 15:13-23. Dalam cerita ini terjadi pembalikan keadaan dari seorang anak bungsu yang menghabiskan seluruh hartanya dan saat terjadi kelaparan ia harus bekerja menjaga babi lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikan kepadanya. Ia menyadari keadaannya, lalu ia bangkit dan pergi kepada bapanya. Bapanya menerima dia kembali dan memberikan jubah yang terbaik, mengenakan cincin di jarinya dan sepatu pada kakinya serta dibuatkan pesta untuk menyambutnya. Anak bungsu itu diberikan kembali identitasnya sebagai anak, ia juga mendapatkan otoritas di rumahnya dan diberikan kemampuan untuk bejalan dalam kebenaran Firman Tuhan serta diberikan berkat-berkat yang dunia tidak dapat berikan.

Kunci pembalikan keadaan yang dialami anak bungsu itu adalah:

  1. RIGHT CHOICE / PILIHAN YANG BENAR

Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. (Lukas 15:14-15)

Anak bungsu berada di kandang babi karena keputusan dan pilihan salah yang dia ambil. Demikian juga keadaan-keadaan buruk yang kita alami seringkali disebabkan oleh pilihan-pilihan kita dalam mengambil keputusan karena setiap pilihan ada harga yang harus berani kita bayar. Jika kita salah dalam mengambil keputusan maka akan membawa kita kepada masalah dan penderitaan. Kita harus berani memilih yang Tuhan kehendaki dan berani meninggalkan yang Tuhan larang meskipun kita sangat menyukainya. Anak bungsu itu sadar akan kesalahannya dan mengambil keputusan yang benar untuk kembali ke rumah bapanya dengan berani meninggalkan kandang babi sehingga ia mengalami pembalikan keadaan. Tidak ada kata terlambat untuk kita berbalik dari keputusan-keputusan yang salah kepada kebenaran Firman Tuhan, karena pertobatan adalah awal dari pembalikan keadaan.

2. RIGHT COMMITMENT / IKATAN PERJANJIAN YANG BENAR

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan (Lukas 15:17)

Anak bungsu menyadari bahwa ia telah berdosa kepada bapanya, ia tahu keadaannya akan membawa dia kepada kebinasaan sehingga ia berkomitmen untuk kembali kepada bapanya. Komitmen adalah tekad untuk saling mengikat diri dengan setia. Komitmen adalah salah satu tanda kedewasaan. Orang yang berkomitmen sanggup menguasai dirinya dan menyelesaikannya sampai akhir. Orang yang tidak memiliki komitmen akan mudah berjanji dan mudah pula mengingkarinya. Komitmen adalah bentuk janji kita kepada Tuhan, sehingga orang yang memiliki komitmen adalah orang yang teguh dan tidak mudah goyah.

3. RIGHT CONSISTENCY / SELALU MENGERJAKAN HANYA YANG BENAR

Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,(Lukas 15:18).

Anak bungsu itu tidak hanya sadar akan perbuatannya, melainkan ia mengambil tindakan untuk bangkit dari keterpurukannya dan tahu tujuan hidupnya yaitu kembali ke rumah bapanya. Selama kita berada dalam kebenaran, kita harus selalu mengerjakannya sekalipun ada hambatan, tantangan ataupun kegagalan, karena dibalik kegagalan ada rencana Tuhan yang akan dinyatakan.  Orang yang konsisten tahu tujuan hidupnya dan hanya orang yang konsisten yang sanggup melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam hidupnya.

4. RIGHT COMMUNITY / KOMUNITAS YANG BENAR

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia
lalu merangkul dan mencium dia.
(Lukas 15:20)

Hidup kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita berada. Gagal memilih teman yang benar akan membuat kita benar-benar ditemani kegagalan. Sang bapa sangat bersukacita menyambut kepulangan anak bungsunya dan menerimanya kembali karena anak bungsu telah meninggalkan komunitas lamanya yaitu kandang babi untuk kembali kepada bapanya. Kandang babi gambaran tempat yang jorok, menjijikkan, penuh kenajisan dan dosa. Demikian juga jika kita mau berbalik kepada Tuhan dan meninggalkan hidup kita yang lama maka Bapa akan sangat bersukacita bahkan akan membalikkan keadaan kita.

Kita bukanlah serigala yang berbulu domba ataupun serigala-serigala yang ganas, kita adalah domba-domba yang Tuhan utus di tengah-tengah serigala. Untuk itu kita harus selalu dekat dengan Sang Gembala yang senantiasa memenuhi kita dengan Firman dan kasihNya maka di tengah-tengah serigala sekalipun kita mampu mengatasi dan mampu membalikkan keadaan, bahkan kita lebih dari pemenang. Amin.