NEVER GIVE UP | Pdt. Hartono Wijaya, MPd.K

NEVER GIVE UP | Pdt. Hartono Wijaya, MPd.K

 

 

Tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.    

(Daniel 11:32b)

Kita hidup di masa sukar dan ada begitu banyak tantangan dalam bentuk penipuan-penipuan. Karena beratnya tekanan hidup, maka banyak orang mulai mencoba jalan pintas. Berbagai tawaran investasi bodong pun dilirik, yang pada akhirnya kehidupan tidak menjadi lebih baik, tetapi justru menjerat mereka ke dalam berbagai masalah. Untuk itu kita perlu lebih intim lagi mengenal Allah, sehingga kita tetap kuat, dapat membuat keputusan dan bertindak dengan benar, serta tidak mudah menyerah.

Hal-hal yang membuat kita kuat, bertindak benar dan tidak mudah menyerah:

  1. MENGENAL ALLAH YANG BENAR

“Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Daniel 3:16b-18).

Sadrakh, Mesakh dan Abednego dapat membuat keputusan dengan benar, penuh keberanian dalam mengambil resiko terberat, karena mereka mengenal Allahnya. Akibatnya raja Nebukadnezar  pun meninggikan Allah yang disembah Sadrakh, Mesakh dan Abednego, dan memberikan kedudukan yang tinggi kepada mereka di wilayah Babel. (Daniel 3:28-29). Kata Ibrani untuk mengenal adalah ‘yada’, yang memiliki pengertian:  menyembah, seperti seorang anak kecil yang manja kepada bapanya atau seperti hubungan intim suami istri. Tingkat pengenalan sampai kepada ‘yada membuat kita kuat karena menyembah kita jadikan gaya hidup.

  1. MENGENALI DIRI SENDIRI

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia (Roma 8:17).

Iblis senantiasa berusaha membelokkan identitas kita. Ia berusaha membuat kita ragu dan lupa akan identitas kita sebagai anak-anak Allah. Ketika kita mulai meragukan identitas kita, maka kita mulai jatuh ke dalam dosa. Pahami identitas kita sebagai putra-putri Kerajaan Allah melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, dan imani bahwa setiap kita adalah:

      # Sosok yang disiapkan untuk menjadi ahli waris dan dikasihi (Roma 8:17).

      # Sosok yang tak terbatas nilainya (1 Korintus 6:19).

      # Sosok yang dipilih untuk menjadi saksi-Nya (2 Korintus 5:20).

3. MENGENALI KEHENDAK-NYA

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).

Allah turut bekerja artinya kita dan Tuhan bekerja bersama-sama, karena itu jangan mengandalkan kemampuan diri sendiri, tapi selalu sertakan Tuhan dalam setiap aktivitas kita. Tujuan Tuhan adalah agar kehidupan kita dimuliakan untuk mempermuliakan nama-Nya.

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya (Roma 8: 30).

Mengenali kehendak-Nya berarti ‘menghidupi kebenaran’ = Yun Aletheia, yaitu:

    • Suatu kondisi batiniah yang bebas dari keterlibatan perasaan, kepura-puraan, kekeliruan dan dusta.
    • Hidup dengan berpedoman bahwa kebenaran Allah bersifat mutlak.
    • Status kita menjadi orang benar hanya oleh penebusan, namun proses menjalani hidup benar harus dilakukan sebagai bentuk ketaatan dengan cara berpikir benar (Filipi 4:8), berkata benar (Efesus 4: 25), dan bertindak benar (Amos 5: 24). 

4. MENGENALI REKAN KERJANYA

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yohanes 14:16-17).

Dunia tidak mengenal rekan kerja kita yaitu Roh Kudus, tapi sebagai umat Tuhan kita mengenal-Nya dan seharusnya menyadari bahwa Ia senantiasa menyertai kita. Ketika kita menyadari kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita, maka kita menjadi orang-orang yang taat. Taat kepada perintah-perintah Tuhan, dan juga kepada setiap peraturan pemerintah. Taat tidak hanya ketika dilihat orang, tapi juga ketika sendirian. Ketika kita menyadari kehadiran-Nya dan senantiasa taat kepada suara-Nya, maka kehidupan kita akan diberkati dan menjadi berkat.

5. JANGAN PERNAH MEMBERONTAK

Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. (Bilangan 14:9)

Jangan pernah memberontak, sadarilah bahwa kita punya kekuatan tak terbatas, yaitu kekuatan yang sudah mendobrak kubur dan mengalahkan maut.

Jangan pernah menyerah, selamat menjalani padang gurun dengan penuh keberanian.

BE BRAVE! NEVER GIVE UP!!   Amin!