FACING THE WORST TIMES IN YOUR LIFE | Ev. Mark Simpson

FACING THE WORST TIMES IN YOUR LIFE | Ev. Mark Simpson

 

 

Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku akan terluput dari tangannya.” (1 Samuel 27:1) 

Dalam kehidupan kita pasti ada waktu-waktu terburuk yang kita alami, dalam bentuk kehilangan pekerjaan, kehilangan rumah, ditinggalkan orang yang dikasihi, dan sebagainya. Demikian pula dalam kehidupan Daud. Sebelum menjadi raja atas Israel, Daud telah mendapat visi dan janji Tuhan, bahwa ia akan menjadi raja atas Israel, tetapi Daud adalah manusia biasa, dimana ia pernah melupakan janji-janji Tuhan. Melupakan janji Tuhan merupakan tahap awal menuju waktu-waktu terburuk dalam hidupnya. Tuhan tidak pernah melupakan janji-janji-Nya. Apa yang Ia janjikan tetap digenapi dalam hidup Daud. Demikian pula dalam kehidupan kita, Tuhan selalu memberikan pola “3V”, yaitu dari Vision (visi), kepada Valley (lembah) dan diakhiri dengan Victory (kemenangan).

  1. DAUD MENDAPAT VISI DARI TUHAN.

Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama. (1 Samuel 16:13).

Sebagai orang yang tidak diperhitungkan, anak yang paling bungsu, dan pekerjaannya hanya menggembalakan domba, bahkan tidak dianggap oleh orang tuanya sendiri; Daud tentu terkesan atas saat-saat ketika ia diurapi sebagai raja oleh nabi Samuel. Peneguhan janji Tuhan bahwa ia akan menjadi raja datang kepadanya sebanyak empat kali, yaitu melalui nabi Samuel, Jonatan, Saul dan melalui Abigail. Namun dengan berjalannya waktu dan dengan berbagai masalah yang dihadapinya, Daud melupakan visi sebagai raja atas Israel.

  1. DAUD MELUPAKAN VISI DARI

Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin”.(1 Samuel 27:1a)

Ketika Daud melupakan janji Tuhan dan visi yang Tuhan berikan kepadanya untuk menjadi raja atas Israel, maka Daud mulai melakukan beberapa tindakan bodoh. Daud lari kepada musuh terbesar orang Israel yaitu orang Filistin. Daud bahkan diajak oleh raja orang Filistin untuk bergabung dalam tentaranya melawan orang Israel. Namun Tuhan mencegahnya berbuat demikian dengan perantaraan para panglima Filistin.

Pada waktu itu orang Filistin mengerahkan tentaranya untuk berperang melawan orang Israel. Lalu berkatalah Akhis kepada Daud: “Ketahuilah baik-baik, bahwa engkau beserta orang-orangmu harus maju berperang bersama-sama dengan aku dalam tentara.” (1 Samuel 28:1).

Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita. (1 Samuel 29:9b).

Tindakan bergabung dengan tentara Filistin membawa Daud kepada waktu-waktu terburuk dalam hidupnya. Ketika Daud kembali ke kota Ziklag, kota tersebut telah dibakar habis dan seluruh penduduk dibawa sebagai tawanan (1 Samuel 30:1-3). Ini adalah waktu terburuk dalam kehidupan Daud. Mungkin saat ini kita juga sedang melupakan janji-janji Tuhan, kita lari kepada narkoba, minuman keras, kehidupan seks yang bebas dan hal-hal negatif lainnya. Ini merupakan lembah kekelaman dalam hidup kita.

3. TUHAN MENGGENAPI VISI-NYA, MEMBERI KEMENANGAN KEPADA DAUD.

Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. (1 Samuel 30:4, 6a)

Sekalipun Daud pernah melupakan janji Tuhan, namun Tuhan tidak pernah lupa dan tetap setia memegang janji-Nya. Daud kembali menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan dan kembali memuji Tuhan di tengah-tengah waktu terburuk dalam hidupnya, maka Tuhan memulihkan keadaannya. (1 Samuel 30:4, 6a).

Hanya dalam waktu 3 hari, Tuhan membalikkan keadaan Daud. Ia berhasil mendapatkan kembali istrinya dan segenap keluarga pasukannya, bahkan mereka mendapatkan banyak jarahan. Demikian juga raja Saul mati dalam pertempuran, lalu orang-orang Yehuda mengurapi Daud sebagai raja (2 Samuel 2:4). Betapapun buruk situasi dalam hidup kita, yang sering disebabkan karena kebodohan kita, asalkan kita bertobat dan kembali datang kepada Tuhan, maka Ia akan memulihkan serta menggenapi janji-janji-Nya dalam hidup kita. Tuhan sanggup membalikkan keadaan kita dari lembah air mata kepada kehidupan yang berkemenangan dan penuh berkat.

 

Selamat mendapatkan kejutan-kejutan di padang gurun. Amin!