FROM NECROPOLIS TO DECAPOLIS | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

FROM NECROPOLIS TO DECAPOLIS | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

Tentang Gad ia berkata: “Terpujilah Dia yang memberi kelapangan kepada Gad. Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan batu kepala. Ia memilih bagian yang terutama, sebab di sanalah tersimpan bagian panglima; ia datang kepada para kepala bangsa itu; dilakukannya kebenaran TUHAN serta penghukuman-penghukuman-Nya bersama-sama dengan orang Israel.”

(Ulangan 33:20-21)

Memasuki Musim yang baru Spring of Water in the Dry Land, biarlah hidup kita menjadi kolam yang bisa memberi minum dan kesegaran bagi banyak orang. Untuk itu kita belajar dari pribadi Tuhan Yesus yang hidupNya didedikasikan bagi orang-orang yang menderita, terpinggirkan dan dipandang rendah oleh orang lain.

Malam-malam Tuhan Yesus berlayar dengan murid-muridNya dari daerah utara danau Galilea ke daerah selatan (Markus 4:35-41) dan sengaja datang ke Gadara, daerah orang Gerasa. Daerah itu merupakan daerah yang cukup sulit untuk dijangkau, tetapi hal ini dilakukanNya untuk menyatakan kuasa Kerajaan Allah dengan mengusir roh-roh jahat dari orang Gerasa.  Gadara berasal dari kata Gad, jadi daerah tersebut merupakan bagian dari suku Gad. Suku Gad, Ruben dan setengah dari suku Manasye mendapat bagian di sebelah timur sungai Yordan (Yosua 13:8). Suku Gad tidak mendapat bagian di tanah Kanaan, mereka hanya membantu saudara-saudaranya berperang merebut Kanaan. Ketika kondisi sudah aman mereka kembali ke daerahnya di sebelah timur sungai Yordan (Yosua 22:1-8). Arti nama Gad adalah “troop” (pasukan).

Gad, ia akan diserang oleh gerombolan, tetapi ia akan menyerang tumit mereka.
Kejadian 39:19

Nubuatan tentang Gad ini menggambarkan kondisi Gad, sebagai pasukan yang besar diserang oleh gerombolan yang jumlahnya jauh lebih kecil, tetapi dalam Kitab Ulangan 33:20-21 diberitakan suatu kabar baik bahwa akan ada satu Pribadi yang akan memberikan kelapangan kepada Gad dan Pribadi itu adalah Yesus.

Kondisi ketiga suku, Ruben, Gad dan setengah dari suku Manasye yang jauh dari Yerusalem dimana kota ini menjadi pusat penyembahan kepada Tuhan pada waktu itu, mengakibatkan orang-orang suku Gad terlibat praktek-praktek penyembahan berhala, hidup dalam kenajisan dan dikuasai roh-roh jahat. Terbukti di daerah itu sangat dikuasai oleh roh-roh jahat dan terdapat peternakan babi sebagai korban bagi berhala-berhala yang merupakan kenajisan bagi orang Israel.

Keadaan suku Gad menggambarkan kehidupan kekristenan yang jauh dari Tuhan, mereka cukup puas dengan keadaannya yang biasa-biasa saja. Ketika kita tidak sungguh-sungguh dengan Tuhan maka roh jahat akan mudah masuk dalam hidup kita dan kita akan mudah dikuasainya. Oleh sebab itu kita harus menjaga hidup kita untuk mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh dan hidup kudus di hadapannya.

Ketika Yesus tiba di Gadara, Ia disambut oleh seorang gila yang dikuasai oleh roh jahat. Roh-roh jahat yang menguasai yaitu roh najis, roh jahat, roh teror, roh sadis, roh amuk, roh pembunuh dan roh bunuh diri. Roh jahat akan membawa seseorang untuk menyakiti dirinya sendiri dan mudah untuk melanggar hukum.

Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. (Markus 5:2-5)

Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkanNya lalu menyembahNya, orang itu sangat ketakutan dan ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Dengan penuh kuasa Yesus mengusir roh-roh jahat itu keluar dan mengijinkannya masuk ke dalam kira-kira dua ribu ekor babi-babi yang sedang mencari makan. Kawanan babi-babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya sehingga seisi kota keluar untuk melihat apa yang terjadi.

Seisi kota datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan menjadi sembuh secara total. Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia meminta orang itu untuk menceritakan segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atas dirinya kepada orang-orang di daerahnya.

Orang yang dirasuk roh jahat itu tinggal di Nekropolis yang secara harafiah berarti kota kematian sebab ia siang malam berkeliaran di pekuburan, tetapi setelah Yesus membebaskannya hidupnya menjadi kolam air yang memancarkan aliran-aliran air kehidupan. Orang itupun pergi dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran. Tuhan Yesuspun sanggup merubah hidup kita, apapun masalah dan latar belakang kita, Dia mampu merubah hidup kita yang kering menjadi kolam air yang mampu memberi kesegaran bagi banyak orang. Amin.