GLORY IN THE DRY LAND | Pdt. Eluzai Frengky Utana

GLORY IN THE DRY LAND | Pdt. Eluzai Frengky Utana

 

 

Tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. (Yesaya 35:7)

Pasir yang panas akan menjadi kolam, tanah yang gersang menjadi sumber-sumber air. Tempat yang semula didiami anjing hutan, akan ditumbuhi gelagah dan pandan. (BIS).

Tuhan sanggup merubah tempat-tempat yang sepertinya sudah tidak ada pengharapan menjadi kolam air, atau hidup kita yang sudah tidak ada tujuan dan gairah  menjadi kehidupan yang memiliki ketenangan dan damai sejahtera serta berkat-berkat Tuhan melimpah atas hidup kita. Juga tanah lapang yang luas dimana ada serigala-serigala yang menakutkan, penuh kengerian dan intimidasi menjadi tanah pertanian yang menghasilkan sesuatu yang manis dan menebarkan keharuman.

Saat ini jika kita sedang mengalami kekeringan dalam kasih, ekonomi, keuangan ataupun sedang mengalami sakit penyakit, Tuhan sanggup mengubahkan menjadi hidup yang diberkati dan menjadi berkat untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Kemuliaan adalah budaya Kerajaan Sorga sebagai pernyataan gaya hidup warga Kerajaan. Jadi apapun keadaan kita akan ada kehadiran Tuhan dengan kemasyuran, kemakmuran, kesembuhan dan kelimpahan.

Setiap kita yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat sudah ada kemuliaan Tuhan dalam hidup kita sehingga melalui hidup kita orang lain bisa melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan. Bagaimana kita bisa bergerak menyatakan kemuliaan Tuhan, sehingga dimana ada kekeringan, ketakutan, kengerian, masalah dan persoalan sanggup kita ubah menjadi kolam dan sumber-sumber air karena kita memiliki tugas untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus

  1. MILIKI KEYAKINAN PENUH BAHWA ADA OTORITAS DAN KUASA DI DALAM KITA

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. (Lukas 9:1-3).

Kita dipanggil sebagai murid Kristus. Seorang murid bukan sekedar menjadi pengikut oleh sebab itu kita harus senantiasa menghidupi apa yang telah Tuhan Yesus ajarkan melalui FirmanNya atau visi yang Tuhan berikan kepada pemimpin di gereja ini. Sebagai murid kita harus memiliki keyakinan penuh bahwa Yesus yang ada di dalam kita telah memberikan kemampuan (power) dan kuasa (authority) kepada kita untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit sehingga apapun keadaan kita, mampu menyatakan nilai-nilai Kerajaan Allah dan mampu menjadi pengaruh dimanapun kita berada.

2. PRIORITASKAN RAJA KEMULIAAN LEBIH DARI SEGALANYA

kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju… Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” (Lukas 9:3, 5).

Ketika kita bergerak dalam kemuliaan Tuhan maka kita harus memprioritaskan Raja Kemuliaan lebih dari segalanya bukan pelayanan atau karunia-karunia yang kita miliki. Kita melayani Tuhan bukan untuk mencari berkat, tetapi untuk menjadi berkat. Melayani bukan supaya dilihat orang melainkan supaya orang lain melihat Tuhan melalui hidup kita.

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5).

3. MILIKI KEYAKINAN YANG BENAR YANG MEMBAWA KITA MENUJU KEMENANGAN DEMI KEMENANGAN

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (Roma 8:37).

Sebagai murid Kristus kita harus memiliki keyakinan yang benar bahwa hidup kita lebih dari pemenang. Fakta yang ada di hidup kita bisa berubah, tetapi kebenaran Firman tidak akan pernah berubah. Mungkin saat ini dokter sudah memfonis bahwa penyakit kita tidak dapat disembuhkan, tetapi Firman Tuhan berkata bahwa oleh bilur-bilurNya kita sembuh. Tuhan akan membela FirmanNya dan menyatakan kehebatanNya, jadi sebagai seorang murid kita harus hidup dalam kuasa Tuhan dan memiliki komitmen yang tulus dan murni. 

4. KEPUTUSAN AKHIR ADA DI TANGAN RAJA DI ATAS SEGALA RAJA

“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8)

Dalam bahasa Yunani Alfa dan Omega berbicara tentang yang awal dan yang akhir, tetapi dalam bahasa Ibrani digunakan kata Aleph (lembu jantan) sebagai awal dan Tav (tanda salib) sebagai akhir. Pada jaman dulu orang Israel mendapatkan kemenangan dengan mempersembahkan lembu jantan, maka pada jaman akhir kita mendapat kemenangan karena korban Yesus yang sempurna di kayu salib. Yesus adalah Raja di atas segala raja. Apapun situasi yang kita hadapi, keputusan akhir ada di tangan Raja di atas segala raja, karena Tuhan senantiasa ada dalam awal maupun akhir keadaan kita. Oleh sebab itu mari kita serahkan kehidupan kita sepenuhnya kepadaNya, maka tanah yang gersang akan menjadi sumber-sumber air dan kemuliaan Tuhan menjadi nyata dalam hidup kita. Amin.