JIWA YANG SEHAT | Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon

JIWA YANG SEHAT | Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon

 

 

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
(1 Tesalonika 5:23)

Pada hakekatnya manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Manusia adalah makhluk roh yang punya jiwa dan tinggal dalam tubuh. Jadi sebagai anak-anak Tuhan saat kita meninggal, roh kita akan kembali kepada Tuhan dan tubuh kembali kepada tanah. Hari-hari ini akibat tingginya tekanan pekerjaan, stress dan banyaknya masalah menyebabkan seseorang dapat mengalami gangguan secara kejiwaan, tetapi Firman Tuhan menulis bahwa Tuhan sangat merindukan setiap kita anak-anakNya memiliki kesehatan yang sempurna secara roh, jiwa dan tubuh.

Jiwa adalah mediator antara tubuh dan roh. Ketika kita dicobai akan terjadi pertentangan di dalam pikiran, perasaan dan kemauan untuk berbuat dosa atau tidak. Terjadi self talk dalam diri kita, yaitu dialog sadar dan bawah sadar yang terjadi di benak kita sebelum, selama, dan setelah memutuskan sesuatu untuk kita lakukan. Pembicaraan diri ini mempengaruhi kepercayaan diri dan emosi yang berpengaruh pada kinerja kita. Janganlah kita mudah menyalahkan Tuhan atau iblis ketika kita sedang mengalami masalah atau jatuh dalam dosa sebab sesungguhnya tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri (Yakobus 1:14). Tubuh akan mengikuti setiap keputusan dan pilihan kita. Iblis punya kuasa, tapi dia tidak punya otoritas. Kita sendirilah yang membuka celah untuk iblis menyerang hidup kita dengan tidak lagi menundukkan diri kepada Firman. Saat kita memiliki pola pikir yang melawan Firman Tuhan, saat itulah iblis akan membombardir hidup kita.

Ketika kita bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat maka roh kita diselamatkan, kita juga bisa menjaga kesehatan tubuh dengan disiplin berolahraga dan menjaga pola hidup sehat, tetapi untuk jiwa tidaklah mudah. Tuhan Yesus menekankan bahwa pertobatan dimulai dari bagian jiwa (Matius 4:17). Bertobat (Metanoia) adalah perubahan pola pikir yang ditundukkan kepada Firman. Peperangan rohani terhebat ada pada jiwa yaitu pada pikiran kita. Kita harus bisa mengelola pikiran kita sebab pikiran adalah pusat dari jiwa kita. Jadi jika kita mampu mengontol jiwa maka kita akan mampu mengontrol seluruh kehidupan, karena jika jiwa sehat maka seluruh tubuh kita juga sehat (3 Yohanes 1:2).

4 Strategi Melawan Dosa, Hawa Nafsu dan Ketergantungan:

  1. GET YOUR SOUL OUT OF THE WORLD, AND INTO THE KINGDOM OF GOD.
    (Bawa jiwamu keluar dari dunia dan masuk ke dalam Kerajaan Allah)

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)

Kita harus senantiasa berlatih memperbaharui pola pikir dengan upaya yang sungguh-sungguh dan melawan keinginan dunia. Kita harus mengisinya dengan kebenaran Firman sebab hanya Firman Tuhan yang akan terus menerus membersihkan segala yang jahat di pikiran, perasaan dan kemauan kita.

2. MAKE A SPECIFIC DECLARATIONS TO GOD ABOUT THINGS YOU WILL NOT DO

(Buat pernyataan yang spesifik kepada  Tuhan tentang hal-hal yang tidak akan kamu lakukan)

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

(Kolose 3:2-3, 5)

Kita harus membuat pernyataan yang spesifik dan jelas atas apa yang tidak ingin kita lakukan lagi, misalnya kita tidak akan lagi terikat dengan pornografi, kita tidak akan menyimpan kepahitan lagi dan sebagainya. Kita harus mematikan segala sesuatu yang duniawi dan menjadi manusia baru di dalam Kristus.

3. RESIST THE ENEMY WITH THE WORD
(Lawan
lah musuh dengan Firman)

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi- sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Ibrani 4:12

Deklarasikan Firman Tuhan dalam hidup kita sebagai senjata dalam peperangan setiap hari karena hanya Firman Allah yang hidup yang kuat, mampu mengalahkan segala keinginan jahat. Kita harus senantiasa membaca, merenungkan, memperkatakan dan membagikan Firman Tuhan dalam hidup kita.

4. TAKE EACH DAY AT A TIME

 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.
(Matius 6:34)

Janganlah terlalu rumit memikirkan beban hidup yang ada dengan segala kekuatiran karena Tuhan akan memelihara hidup kita asal kita hidup dalam kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kita. Percayakan hidup kita sepenuhnya hanya kepada Tuhan dan hiduplah dengan penuh ucapan syukur apapun keadaannya.

Tuhan Yesus Memberkati.