SPIRIT INSULATION | Pdt. Hartono Wijaya

 

 

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. (2 Korintus 4:7)

 

Kita hidup di masa yang sukar, ada banyak masalah dan persoalan yang harus kita hadapi, tetapi jika kita meresponinya dengan positif maka Tuhan akan menyiapkan sesuatu untuk menyatakan kemuliaanNya. Percayalah bahwa Tuhan akan menuntun kita kepada janjiNya, sekalipun di padang gurun akan ada kemuliaan Tuhan dinyatakan.

Secara umum, ada 2 hal yang dilakukan seseorang ketika menghadapi masalah dan persoalan dalam hidupnya yaitu:

1. Lari dan menghindar, ia akan mengisolasi diri sehingga tidak menyelesaikan masalah tetapi justru menambah masalah dan membuat hidupnya semakin berbeban berat.

2. Menghadapinya dengan membangun insulasi dan imunitas yang membuat hidupnya semakin kuat dalam menghadapi setiap masalah dan persoalan. Sebagaimana sebuah kerang moluska yang terganggu dengan sebutir pasir yang masuk dan menyakiti tubuhnya ia akan membangun lapisan penutup (‘NACRE’), sehingga sebutir pasir itu tidak lagi menyakiti tubuhnya tetapi dalam kurun waktu yang lama lapisan penutup pasir itu akan menjelma menjadi sebuah mutiara yang indah dan bernilai tinggi.

Kekuatan yang paling luar biasa harus muncul dari dalam hidup kita sehingga kita keluar sebagai pemenang kehidupan. Secara manusia mungkin kita lemah, tetapi harta terbesar adalah Kristus yang tinggal dalam hidup kita sehingga kita dimampukan untuk menghadapi setiap masalah dan persoalan dengan kekuatan yang berlimpah-limpah dari Tuhan. Di dalam Tuhan ada hikmat, kekuatan dan kesetiaanNya yang menolong dan menopang  sehingga kemenangan Kristus menjadi nyata dalam hidup kita. Untuk itu ada beberapa insulasi kehidupan yang harus kita bangun sehingga hidup kita semakin bernilai yaitu:

  1. INTERNAL FAITH

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri     memandang Engkau. (Ayub 42:5)

Internal faith adalah iman yang tidak dipengaruhi oleh orang lain, tetapi iman yang dibangun atas dasar pengalaman pribadi bersama Tuhan. Pengalaman-pengalaman berjalan bersama Tuhan membawa kita pada pertumbuhan iman yang semakin dewasa. Seperti halnya Ayub yang memiliki pengalaman iman bersama Tuhan setelah ia melewati masalah dan persoalan dalam hidupnya. Pastikan kita sebagai orang-orang pilihan memiliki internal faith melalui pendengaran akan Firman karena iman semacam ini akan menghasilkan karakter yang tahan uji dalam menghadapi penderitaan.

  1. MENYELAMI KASIHNYA

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? …  Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di

atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:35-39)

Kita harus mengerti identitas dan kedudukan kita sebagai anak-anak Allah yang telah dibenarkan dan memiliki otoritas atas setiap masalah. Jangan terintimidasi oleh iblis, tetapi hadapilah setiap ujian penderitaan, maka kasih Tuhan akan memampukan kita melihat hal-hal indah dalam seluruh penderitaan itu.         

3. KESEMPATAN UNTUK BERSAKSI

Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. …..Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”  (Lukas 21:12-19).

Kita harus belajar memandang setiap situasi yang sulit sebagai kesempatan yang diberikan Allah kepada kita untuk menjadi saksi bagi-Nya. Setiap kita dipanggil menjadi terang dan garam dunia. Justru di dalam situasi yang sulit, maka kesaksian kita menjadi lebih efektif, karena di saat kita merasa tidak sanggup, maka hikmat dan kuasa-Nya akan dicurahkan dalam hidup kita.

4. MENGAPLIKASIKAN KINGDOM CULTURE

dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus. (Yesaya 32:2).

Penyebab kegagalan dalam hidup kita adalah mengasihi diri sendiri dan minta belas kasihan. Dalam budaya Kerajaan Allah, kehidupan kita dirancang menjadi berkat, tidak seharusnya kita mengasihi diri sendiri dan minta belas kasihan. Kita harus tegar berjuang sampai akhir sehingga kemuliaan Tuhan itu dinyatakan dari hidup kita.

5. BERSABAR

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Roma 8:18).

Mutiara yang indah tidak dihasilkan dalam waktu singkat, namun perlu waktu bertahun-tahun lamanya. Demikian juga kita diijinkan untuk memikul salib kehidupan supaya kita belajar bertanggung jawab. Orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan yang baru, bahkan disediakan kemuliaan besar baginya, yang sangat jauh melebihi penderitaan yang dialami saat ini.

Jangan pernah menyerah menghadapi padang gurun, selamat meng-insulasi roh kita, karena ada kemuliaan Tuhan akan dinyatakan melalui hidup kita. Amin!