GLORY IN THE DRY LAND | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

GLORY IN THE DRY LAND | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

 

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
(Lukas 1:5-6)

Dalam Kerajaan Allah ada banyak hal-hal paradok yang sepertinya tidak sesuai, tetapi Tuhan pakai untuk menyatakan kemuliaanNya. Umumnya kita beranggapan bahwa kemuliaan, damai sejahtera dan berkat  ada di tanah yang subur dan berbuah, tetapi tidak demikian dengan Kerajaan Allah. Tanah yang kering (dry land) adalah gambaran kondisi kehidupan kita yang sulit, mengalami kekeringan, ada dalam masalah dan persoalan atau gambaran kehidupan kita yang biasa-biasa saja dan sepertinya tidak mungkin menghasilkan sesuatu yang baik, tetapi dibalik semuanya itu Tuhan punya rencana yang membawa kemuliaan dan keagungan sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37).

Memasuki minggu Advent pertama, yaitu empat minggu menjelang hari Natal, kita akan belajar bagaimana karya Tuhan yang ajaib pernah terjadi dalam kehidupan Zakharia, Elisabet dan Maria (Lukas 1). Mereka mengalami kemuliaan, damai sejahtera dan berkat-berkat Tuhan dalam hidupnya. Mereka hidup pada jaman Raja Herodes (Lukas 1:5) dimana keadaan paling tidak enak dan sangat sulit bagi kehidupan bangsa Israel. Selama 400 tahun Tuhan sepertinya diam dan tidak ada wahyu kepada mereka. Bangsa Israel hidup dalam masa penjajahan dan penuh ketidak-adilan. Di tengah-tengah persoalan ini ada sepasang suami istri dari keluarga Imam, Zakharia dan Elisabet, keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Juga Maria seorang perawan suci dari sebuah desa di Nasaret. Mereka adalah orang-orang sederhana yang Tuhan pakai untuk menggenapi rencanaNya yang besar bagi semua umat manusia di bumi ini. Babak kehidupan berubah ketika Malaikat Gabriel yang diutus Tuhan datang untuk memberitakan kabar baik.

Untuk bisa dipakai Tuhan ada “NOAH factor” yang harus kita hidupi. NOAH merupakan akronim dari:

            N – NEAR with God (Dekat dengan Tuhan)

            O – OBEY (Taat)

            A – AVAILABLE (Ketersediaan)

            H – HOLY (Kudus)

Sebagai dasar, kekudusan merupakan tahapan pertama yang harus kita hidupi dan jaga dalam hidup kita. Tanpa kekudusan tidak ada seorangpun dapat melihat Tuhan (Ibrani 12:14).

Zakharia dan Elisabet adalah orang yang benar dihadapan Tuhan, mereka hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Demikian juga Maria, dia adalah seorang perawan suci dan belum bersuami yan tentunya memiliki kualitas hidup penuh dengan ketaatan (Lukas 1:27-38).

Setelah kekudusan, agar hidup kita bisa dipakai oleh Tuhan adalah available, mungkin ada banyak orang yang lebih baik dan memiliki kemampuan yang lebih hebat dari hidup kita, tetapi kalau saat ini kita bisa melayani Tuhan karena senantiasa siap sedia untuk Tuhan pakai. Maria adalah orang yang bersedia Tuhan pakai dalam hidupnya, jadi sekalipun ada resiko yang harus dia tangguang Maria tetap berkata: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38).

Kita juga harus taat terhadap segala ketetapan dan perintahNya. Zakharia, Elisabet dan Maria adalah orang-orang yang taat sehingga melalui kehidupan mereka lahirlah orang yang menjadi besar dan dimuliakan di hadapan Tuhan, yaitu Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus sendiri. Ketaatan kita terhadap FirmanNya akan membawa hidup kita semakin dekat dengan Tuhan.

Kita harus bergerak dan melangkah seperti yang telah Tuhan perintahkan dalam hidup kita sehingga hidup kita senantiasa dipimpin oleh Firman sehingga membawa kita semakin dekat denganNya. Jangan pernah meragukan kebaikan Tuhan dalam hidup kita, karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan  yang selalu konsisten (Always Consistent), selalu dapat ditebak (Always Predictable), selalu dapat dipercaya (Always Trustworthy) dan selalu penuh kasih dan belas kasihan (Always Loving and Compassionate).

Jadi, kita harus senantiasa menjaga kekudusan hidup, selalu siap sedia dipakai Tuhan dalam pekerjaanNya, taat terhadap segala perintah dan ketetapanNya serta hidup semakin dekat kepada Tuhan maka Tuhan yang sama yang kita sembah hari ini akan membawa kita menjadi generasi-generasi Yohanes Pembaptis masa kini. Generasi yang takut akan Tuhan dan menuju kepada keserupaan dengan Kristus. Apapun masalah dan persoalan hidup kita Tuhan, percayalah Tuhan sanggup mengubahnya untuk menyatakan kemuliaan bagi namaNya.

GLORY IN THE DRY LAND!!

Amin.