AMANAT AGUNG | Pdt. E. R. Situmorang

AMANAT AGUNG | Pdt. E. R. Situmorang

 

 

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

(Matius 28:19-20)

Perintah untuk melaksanakan misi Tuhan, yaitu memberitakan kabar baik terdapat dalam empat kitab Injil, sehingga ini merupakan perintah Tuhan yang sangat penting. Dalam kitab Yohanes 9:1-5, dikisahkan ada orang yang buta sejak lahirnya, namun di Indonesia ada begitu banyak orang yang buta rohani sejak lahir yang perlu dicelikkan untuk mengenal Tuhan yang benar. Untuk itu, kita harus melaksanakan misi mulai dari pulau Bali ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke ujung bumi. Sebaliknya bagi para misionaris asing di Indonesia, ujung bumi mereka adalah pulau-pulau di Indonesia. Kita harus menggunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada, demikian juga tenaga dan kemampuan yang ada dalam diri kita, karena akan ada masanya dimana kita tidak dapat bekerja.

Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. (Yohanes 9:4)

Kita di Indonesia perlu ‘one heart and one mind’, yaitu sehati sepikir dan bergandengan tangan.  Sebagaimana dalam kitab Kisah 4:32 dikatakan bahwa kumpulan orang percaya sehati dan sejiwa. Kita perlu bergandengan tangan dengan gereja-gereja dari denominasi yang berbeda. Pekerjaan misi di Indonesia masih sangat tertinggal, kita perlu cemburu dengan pekerjaan misi di China yang memenangkan 50.000 orang per hari, di Vietnam 9.000 orang per hari atau di India 17.000 orang per hari.

Sebagai orang percaya, yang menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, tetapi kita harus ingat bahwa Firman Tuhan menuliskan: Tuhan Yesus tidak akan datang untuk kedua kalinya sebelum kita semua dipulihkan.

Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. (Kisah Para Rasul 3:21).

Kita adalah orang-orang yang istimewa karena telah dipilih sejak sebelum dunia dijadikan, dan Ia mau hidup kita dipulihkan menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Efesus 1:4). Kekudusan dimulai dari hati kita, Tuhan menginginkan hati kita, hati yang tadinya mengarah kepada berhala-berhala, agar bertobat dan mengarahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan. Untuk bisa hidup kudus dan tak bercacat, maka ada beberapa perkara yang harus dilakukan:

  1. Hidup kita harus menjadi menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh (Ayub 29:15) karena ada begitu banyak orang-orang yang buta dan lumpuh secara rohani di Indonesia yang butuh dicelikkan dan ditopang agar mereka bisa dimenangkan dan mengenal Tuhan yang benar.
  2. Kita juga harus menjadi bapa bagi orang miskin (Ayub 29:16), untuk bisa menjadi seorang bapa, kita harus pernah menjadi anak yang baik. Sebagai anak-anak Allah, kita harus meneladani Tuhan Yesus yang juga melaksanakan misi memberitakan kabar baik.

Pada saat melakukan misi, sebenarnya kita sedang mencari hadirat Tuhan.

Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel:
“Carilah Aku, maka kamu akan hidup! (Amos 5:4).

Setelah 2000 tahun berlalu, masih ada 4,5 milyar manusia yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan. Tuhan Yesus akan datang setelah ada pemulihan umat manusia, baik pemulihan secara pribadi, maupun pemulihan keluarga. Di kota Portland USA, ada seorang anak sekolah minggu berusia 8 tahun menggalang dana dari 44 gereja bagi pekerjaan penginjilan di Indonesia, ketika itu mereka bertanya dan berdoa: “apa yang bisa kita lakukan bagi Indonesia?” Maka mereka mendapat jawaban untuk membeli sebuah pesawat terbang. Kemudian terkumpullah uang sejumlah 3,2 juta dollar yang digunakan untuk membeli sebuah helikopter. Kini pesawat helikopter tersebut ditempatkan di kota Palu Sulawesi untuk pekerjaan misi.

Pekerjaan misi merupakan kelemahan gereja-gereja di Indonesia, ketika diadakan survey dari berbagai denominasi yang berbeda, maka rata-rata gereja di Indonesia hanya mengalokasikan kurang dari 2% untuk melaksanakan misi. Berbeda halnya dengan gereja-gereja di China, mereka mengalokasikan dana misi mencapai 40% dari seluruh keuangan yang dipercayakan Tuhan.

Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar: (Maz 68:12).

Kita harus melaksanakan misi memberitakan kabar baik, jangan takut, sebab ketika kita melakukannya maka Tuhan akan menyertai kita, Ia menyediakan segala yang dibutuhkan, dan kita menjadi bagian dari bala tentara Allah yang sangat besar. Amin.