GOD’S SURPRISES | Pdm. Chandra WB

GOD’S SURPRISES | Pdm. Chandra WB

 

 

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9)

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang senang memberikan kejutan-kejutan (surprises) dalam hidup kita karena setiap dari kita juga pasti senang dengan kejutan-kejutan. Seringkali kita berpikir bahwa kejutan-kejutan yang Tuhan berikan berupa pemenuhan kenginan-keinginan atau kebutuhan jasmani seperti rumah, mobil, pasangan hidup dan sebagainya. Dalam hal ini yang Rasul Paulus tekankan adalah kejutan-kejutan dari Tuhan yang bernilai kekekalan karena sesungguhnya kejutan-kejutan yang Tuhan mau sediakan dan berikan kepada kita lebih dari perkara-perkara jasmani semata tetapi yang bernilai kekekalan.

Raja Salomo adalah salah satu contoh orang yang menerima kejutan dari Tuhan. Ketika Tuhan berbicara kepadanya melalui mimpi, Tuhan bertanya kepada Salomo apa yang hendak Tuhan berikan kepadanya.

Yang Salomo minta bukanlah perkara-perkara jasmani. Raja Salomo meminta hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi dan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, yaitu hikmat dan kebijaksanaan. Tuhan memandang baik apa yang diminta Salomo sehingga Tuhan mengaruniakan hikmat dan kebijaksanaan kepadanya. Tuhan juga menambahkan apa yang tidak diminta Salomo yaitu kekayaan dan kemuliaan. Inilah surprises yang diterima Salomo dalam hidupnya.

Rasul Petrus dan murid-murid Tuhan Yesus yang lain menerima kejutan-kejutan dari Tuhan ketika Pribadi Tuhan sendiri hadir dalam hidupnya. Tuhan memilih dan melayakkan mereka masuk dalam bilangan murid dan menjadi rekan sekerja Allah di bumi.

demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
(Lukas 5:10)

Belajar dari kisah bagaimana Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya (Lukas 5:1-11) sehingga kitapun juga mengalami kejutan-kejutan dari Tuhan:

  1. Serahkan “Perahu” Kita Untuk Dijadikan Alat Memberitakan Kabar Baik

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.(Lukas 5:3)

Bagi Petrus dan rekan-rekannya yang lain, perahu merupakan sarana bagi mereka untuk mencari nafkah. Petrus bertemu secara pribadi dengan Yesus sehingga ia rela menyerahkan apa saja yang menjadi miliknya. Perahu juga gambaran bisnis, profesi, karir atau sarana kita dalam mencari nafkah. Jika kita sadar bahwa hidup kita telah ditebus oleh Tuhan maka kitapun harus rela semuanya itu Tuhan pakai untuk menjadi sarana memberitakan kabar baik dan menjadi saksi-saksi Kristus dimanapun kita berada, sebab dunia sedang membutuhkan kabar baik.

2. Jika Itu Firman Tuhan, Sekalipun Tidak Masuk Akal Tetap Lakukan!

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Lukas 5:4-5)

Simon adalah seorang nelayan yang sudah berpengalaman, sebagian besar umur hidupnya ia habiskan sebagai seorang nelayan, tetapi karena Yesus yang menyuruh untuk menebarkan jalanya maka ia taat. Untuk mengalami kejutan-kejutan dari Tuhan, kitapun juga harus taat melakukannya, apapun yang Tuhan suruh sekalipun itu tidak masuk akal, tidak menyenangkan dan bertentangan dengan logika, kita tetap harus taat melakukannya.

3. Mau Berbagi Dengan Orang Lain

Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. (Lukas 5:7)

Telah sekian lama mencari ikan dan Simon tidak mendapatkan apa-apa. Tiba-tiba berkat besar ia terima dari Tuhan dengan berlimpahnya tangkapan ikan sehingga perahunya tidak lagi dapat menampung ikan-ikan itu. Simon mau berbagi dengan teman-temannya. Ketika mujizat terjadi, hidup Simon berubah, ia mengalami Tuhan secara pribadi sehingga ia menjadi orang yang murah hati. Mungkin telah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bisnis kita sepi, tetapi tiba-tiba ada berkat besar kita terima. Apakah kita mau berbagi dengan orang lain dan kita tidak lagi mementingkan diri sendiri?

Tuhan punya rencana dalam hidup kita sehinga Ia rela menebus kita dari dosa. Setiap kita telah Tuhan pilih dan tetapkan untuk menjadi saksi-saksiNya. Kita bisa melayani Tuhan karena kasih karunia yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Mungkin selama ini tidak pernah terpikirkan bisa melayani Tuhan dan mengenal Tuhan yang benar. Hidup ini tidak lagi menjadi milik kita lagi melainkan milik Kristus yang sudah menebus kita.

Hidup kita adalah suratan Kristus yang terbuka, oleh sebab itu dimanapun kita berada, apapun rofesi dan bisnis kita biarlah hidup kita dapat dibaca dan menjadi inspirasi dan tindakan kita yang senantiasa memuliakan nama Tuhan serta membawa orang-orang lain percaya kepada Kristus. Sehingga orang tidak lagi menolak Kristus karena kelakuan dan tindakan kita. Inilah surprises dari Tuhan dalam hidup kita. Amin.