PEACEFULNESS IN THE DRY LAND | Pdt. Eluzai Frengky Utana

PEACEFULNESS IN THE DRY LAND | Pdt. Eluzai Frengky Utana

 

 

Tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. (Yesaya 35:7)

Pasir yang panas akan menjadi kolam, tanah yang gersang menjadi sumber-sumber air. Tempat yang semula didiami anjing hutan, akan ditumbuhi gelagah dan pandan. (BIS).

Sebelum kita memasuki tahun yang baru, The Year of  Expansion (Tahun Perluasan) dimana perluasan  dimulai dari Yerusalem, yaitu diri sendiri. Perluasan dari diri sendiri adalah bagaimana 7 Aspek dalam hidup kita mengalami perluasan. Ketujuh aspek tersebut adalah kerohanian, karakter, kesehatan, keluarga, karier, komunitas dan keuangan. Tuhan sedang mempercayakan kita untuk mengalami perluasan sehingga orang lain bisa  melihat karya Tuhan melalui hidup kita. Kita dipanggil sebagai generasi bintang (Daniel 12:3) yang menuntun banyak orang kepada Tuhan.

Jika banyak orang yang memprediksi bahwa di tahun 2018 keadaan akan bertambah sulit, tetapi kita percaya sesulit apapun keadaan yang ada, akan tetap ada kolam dan mata air yang terpancar melalui hidup kita. Tuhan sanggup merubah tempat-tempat yang sepertinya sudah tidak ada pengharapan menjadi kolam air, atau hidup kita yang sudah tidak ada tujuan dan gairah  menjadi kehidupan yang memiliki ketenangan dan damai sejahtera serta berkat-berkat Tuhan melimpah atas hidup kita. Tanah lapang yang luas dimana ada serigala-serigala yang menakutkan, penuh kengerian dan intimidasi menjadi tanah pertanian yang menghasilkan sesuatu yang manis dan menebarkan keharuman serta dipenuhi dengan damai sejahtera.

Hidup dalam damai sejahtera bukan berarti tidak adanya masalah dan persoalan, tetapi sekalipun kita sedang berada di padang gurun, di lembah-lembah ataupun di tanah yang kering kita tetap mengalami damai sejahtera. Hidup kita menjadi harus saksi mengalami damai sejahtera sekalipun di tanah yang kering.

Untuk bisa mengalami damai sejahtera di tanah kering maka ada hal-hal yang harus kita perhatikan yaitu:

  1. SADAR KELIMPAHAN KERAJAAAN ADA DALAM KITA

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (Roma 14:17)

Damai sejahtera tidak berbicara tentang hal-hal jasmani, apa yang kita makan, pakai atau usahakan. Damai sejahtera berbicara soal kebenaran dan sukacita oleh Roh Kudus yang mengarah kepada pribadi Kristus dan pemerintahan kerajaanNya. Yesus adalah Raja Damai yang memerintah atas hidup kita. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka pemerintahan Kerajaan Allah ada dalam hidup kita (Lukas 17:21) dan kelimpahan Kerajaan ada dalam kita.

2. PRIORITAS PERTAMA CARI DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Seringkali kekuatiran akan hal-hal jasmani mengalihkan fokus kita untuk memprioritaskan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Bapa kita di sorga tahu apa yang menjadi kebutuhan hidup kita. Jika hal-hal jasmani menjadi fokus kita maka kita akan gagal mengalami damai sejahtera yang Tuhan berikan. Kita harus memiliki rasa lapar dan haus untuk senantiasa Tuhan memimpin dan memerintah atas hidup kita. Pimpinan Tuhan menyadarkan kita bahwa kita hidup hanya karena anugerah Tuhan.

3. JAGA HATI UNTUK TIDAK GELISAH DAN GENTAR

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Damai yang dunia berikan didasarkan pada situasi dan keadaan, tetapi damai yang Tuhan berikan adalah anugerah yang didasarkan pada hubungan. Kegelisahan dan kegentaran menghambat damai sejahtera yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Apapun masalah dan persoalan yang kita hadapi Tuhan ada bersama dengan kita.

4. DIA PEMENANG, KITA DIBERI ANUGERAH LEBIH DARI PEMENANG

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Seseorang yang mampu melihat anugerah Tuhan dalam dirinya maka ia akan hidup sedemikian rupa menjaganya sesuai kebenaran Firman Tuhan sehingga kuasa Tuhan nyata. Tuhan sudah menyelesaikannya di kayu salib. Kita harus sadar bahwa hidup kita adalah anugerah Tuhan dan kita sudah ditentukan lebih dari pemenang. 

5. UBAHLAH KEADAAN MENJADI DOA ITU ADALAH PERMOHONAN

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:6-7)

Ketika kita menaruh setiap masalah dan persoalan hidup kita di tangan Tuhan maka akan ada damai sejahtera karena Tuhan senantiasa ada bersama kita. Doa kita tidak lagi meminta-minta tetapi dalam setiap keadaan ubahlah menjadi doa dan ucapan syukur sehingga mujizat terjadi dalam hidup kita.

Apapun masalah dan tantangan yang ada di tahun 2018, percayalah Sang Raja Damai ada ditengah-tengah kita dan pasti akan ada mujizat. Jadilah pembawa damai, karena orang-orang pembawa damai adalah orang-orang yang berani menghadapi setiap tantangan, bersama Tuhan kita cakap menanggungnya. Tuhan Yesus memberkati.