2018 – THE YEAR OF EXPANSIONS | Pdt. Dr. Christy Indra Tjiptamulya

2018 – THE YEAR OF EXPANSIONS | Pdt. Dr. Christy Indra Tjiptamulya

 

 

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Memasuki tahun yang baru, tahun 2018 dengan Tema The Year of Expansions (Tahun Perluasan). Kita harus melakukan ekspansi di dalam kehidupan kita, mengembangkan setiap potensi yang telah Tuhan percayakan baik secara rohani maupun jasmani. Yang terpenting peningkatan dan ekspansi dalam hidup kita adalah kehidupan kerohanian, sebab jika kerohanian kita meningkat maka peningkatan jasmani akan mengikuti.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.(Matius 6:33)

Ekspansi yang kita lakukan juga di bidang misi dan penginjilan untuk memenangkan jiwa bagi kemuliaan Kristus. Tuhan sudah menetapkan setiap orang percaya untuk menjadi saksiNya. Tuhan juga akan memperlengkapinya dengan kuasa Roh Kudus. Kita menjadi saksi Kristus di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Melalui program Global Fokus kita dilatih untuk mendefinisikan siapa dan dimana Yerusalem kita, Yudea kita, Samaria kita atau ujung bumi kita, sehingga dimanapun kita berada kita bisa bersaksi dan menceritakan karya Kristus dalam hidup kita.

Secara umum, ROCK Ministry mendefinisikan Yerusalem adalah wilayah Bali, Yudea adalah wilayah Indonesia di luar Bali, Samaria dan ujung bumi adalah wilayah ASEAN dan seluruh dunia. Kita harus bersama-sama bergerak dan terlibat menjadi saksiNya sebab Roh Kudus sudah dicurahkan dalam hidup kita.

Sebelum Yesus terangkat ke Sorga setelah kebangkitanNya, Ia berpesan kepada murid-muridNya untuk menantikan janji Tuhan bahwa mereka akan dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus. Rasul-rasul menanti-nantikan dengan tekun di loteng atas Yerusalem, tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan kuasa Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus yang ada dalam diri para Rasul membuat mereka semakin berani memberitakan kabar baik tentang Kristus, Ketika Petrus berkhotbah 3000 orang bertobat dan menerima ajaran tentang Yesus sehingga Yerusalem dipenuhi oleh murid-murid Kristus sekalipun mereka mengalai aniaya dan pertentangan.

katanya: “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” vTetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia (Kisah Para Rasul 5:28-29).

Tuhan juga memberikan kuasa Roh Kudus kepada setiap kita sehingga kita diberikan kemampuan untuk bisa memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Untuk bisa menerima kuasa Roh Kudus maka kita harus lahir baru, bertobat sungguh-sungguh dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita melalui memberi diri dibaptis (Kisah Para Rasul 2:38).

Setiap orang percaya harus pergi memberitakan Injil kepada semua orang melalui gaya hidup yang selalu bermazmur dan senantiasa meninggikan Tuhan (Efesus 5:19). Kita juga harus memberitakan kebenaran Firman Tuhan dimanapun kita berada baik atau tidak baik waktunya selama masih ada kesempatan dengan tidak takut sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.  Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan
janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan
ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
(2 Timotius 1:7-8).

Kita harus senantiasa siap sedia memberitakan kabar baik, harus ada Kristus dalam hidup kita sehingga kita tampil beda dan hidup kita menjadi saksiNya dimanapun berada sebab setiap perbuatan kita akan diminta pertanggungan jawab tentang pengharapan yang ada pada kita kepada Kristus. Kita harus tetap berbuat baik kepada sesama kita sehingga mereka bisa melihat Kristus melalui hidup kita.

Tuhan Yesus juga memberikan perintah kepada kita untuk pergi menjadikan semua bangsa murid Kristus, membaptis mereka dan mengajar mereka melakukan Firman Tuhan. Ketika kita mau melakukan amanat agung ini maka pertolongan Tuhan akan menyertai hidup kita sampai pada akhir jaman.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
(Matius 28:19-20)

Melalui kematian Kristus di kayu salib kita sudah dperdamaikan dengan Allah sehingga hidup kita menjadi kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya (Kolose 1:21-22). Sebagai rasa syukur kita atas karya Kristus di kayu salib, jalan satu-satunya adalah menjadi saksi atas karyaNya atas hidup kita. Mari kita mengisi tahun ini dengan paradigma baru bahwa kita adalah saksi-saksi Kristus dimanapun kita berada, berjalan bersama tuntunan Tuhan dan terjadi ekspansi dalam hidup kita. Amin.