Kingdom Mandate & I am a Debtor

 

 

Kingdom Mandate (Mandat Kerajaan)Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1).

Firman dalam bahasa Yunani adalah ‘Logos’ artinya sebuah ide atau gagasan. Jadi ayat di atas dapat diterjemahkan sebagai berikut: ‘Pada mulanya Tuhan mempunyai sebuah ide besar’. Ide besar dari Tuhan (God’s big idea) adalah untuk memperluas Kerajaan Sorga ke bumi. Tuhan ingin mengkolonisasi bumi dengan budaya dan karakter Kerajaan Sorga. Untuk dapat melaksanakan ide besar tersebut maka Tuhan mengirim Sang Putra ke bumi untuk mengubah budaya segenap penduduk bumi kepada budaya dan karakter Kerajaan Sorga. Karena itu Sang Putra memanggil dan mengajar murid-muridNya serta memberikan mandat dalam Matius 28:19-20, untuk memberitakan Injil mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Kita perlu memahami bahwa seruan untuk memberitakan Injil sangat penting. Sebagai murid Kristus, setidaknya ada 4 alasan mengapa kita harus memberitakan Injil yaitu untuk menanggapi seruan-seruan penginjilan yang datang dari 4 penjuru yaitu:

  1. SERUAN DARI ATAS

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Matius 28:19-20).

Yaitu seruan dari Tuhan sendiri untuk kita pergi memberitakan Firman Tuhan, menjadikan semua bangsa murid Kristus membaptis dan mengajar mereka melakukan Firman Tuhan.

  1. SERUAN DARI BAWAH

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
(Lukas 16:27-28).

Seruan dari bawah adalah seruan dari dunia orang mati, banyak orang yang binasa karena mereka belum mengenal Tuhan dan menerima keselamatan. Tugas kita adalah membawa orang-orang yang masih hidup kepada Tuhan agar mereka tidak binasa.

  1. SERUAN DARI DALAM

Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
(1 Korintus 9:16).

Seruan dari dalam adalah suatu dorongan yang begitu kuat dari dalam diri sendri untuk memberitakan Injil. Sebagai orang yang telah diselamatkan kita tidak boleh mementingkan diri sendiri, beritakan kabar baik dan bawa orang-orang datang kepada Tuhan sehingga mereka juga diselamatkan.

  1. SERUAN DARI LUAR  

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”
(Kis
ah Para Rasul 16:9).

Seruan dari luar adalah seruan dari orang-orang yang belum menerima keselamatan, mereka tanpa pengharapan dan keputusasan serta mencari keselamatan. Tugas kita memberitakan kabar baik dan menunjukkan jalan keselamatan itu sehingga mereka menerima keselamatan dalam Kristus.

Mandat dari Tuhan Yesus untuk memperluas Kerajaan Allah di muka bumi seharusnya mengakibatkan pelipatgandaan jumlah orang percaya. Namun berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa penyebab terbesar pertambahan jumlah jemaat adalah perpindahan dari jemaat gereja lain. Sedangkan pertambahan jemaat karena hasil penginjilan murni hanya sebesar 2,1%. Ini merupakan sebuah pertanyaan besar bagi kita, apakah kita sudah bersungguh-sungguh melaksanakan Mandat Kerajaan?

I am A Debtor (Saya Berhutang) – Pdt. Dr.Timotius Arifin.

Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil

kepada kamu juga yang diam di Roma. (Roma 1:14-15).

Sebagai orang-orang yang telah menerima berkat keselamatan dari Tuhan, maka kita memiliki hutang pemberitaan Injil kabar baik kepada orang-orang yang belum percaya. Ada obligasi yang harus kita penuhi. Hutang harus dibayar. Itu artinya kita tidak bisa hidup semaunya sendiri. Jadilah orang yang bersedia untuk pergi dan berbuah. Sampaikan kabar baik dan salurkanlah kuasa untuk melakukan mujizat kepada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkannya. Gunakanlah setiap kesempatan yang ada saat ini, karena masa panen tidak akan berlangsung selamanya.

Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi;
siapa tidur pada waktu panen membuat malu. (Amsal 10:5).

Jarum jam yang menunjukkan pukul 10 lewat 10, IOIO (singkatan dari I Owe, I Owe) menjadi pengingat bahwa kita berhutang kepada Tuhan dan berhutang kepada sesama. Kesadaran diri bahwa kita adalah orang yang berhutang akan mendorong kita untuk mengambil keputusan melayani Tuhan dan memberitakan Injil kabar baik kepada sesama, dengan menggunakan karunia rohani dan talenta yang kita miliki.

Apapun kekurangan dan kelemahan kita, jika kita mau menyerahkan hidup kita untuk melayani Tuhan dan melayani sesama melalui pemberitaan Injil kabar baik, maka Tuhan berjanji bahwa kita akan memulihkan keadaan kita sehingga kita dibawaNya ke gunungNya yang kudus dan diberi kesukaan di baitNya sehingga hidup kita akan mengalami pelipatgandaan, kelimpahan berkat, disertai mujizat-mujizat, dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang (Yesaya 56:1-7).

Selamat mengalami TAHUN EKSPANSI. Tuhan Yesus Memberkati.