CONDEMN THE ACCUSER | Pdt. Dr.Timotius Arifin

CONDEMN THE ACCUSER | Pdt. Dr.Timotius Arifin

 

 

(25) Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. (26)  Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar! (27)  Bapa leluhurmu yang pertama sudah berdosa, dan jurubicaramu telah memberontak terhadap Aku. (28)  Jadi Aku terpaksa menajiskan pemimpin-pemimpin tempat kudus, dan terpaksa menyerahkan Yakub untuk ditumpas dan Israel untuk dinista.”
Yesaya 43:25-28

Ayub adalah seorang yang sangat diberkati oleh Tuhan. Alkitab juga mencatat kehidupannya sebagai seorang yang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Suatu ketika Ayub mengalami anak-anaknya mati dalam satu hari, semua hartanya habis dan ia mengalami sakit penyakit. Iblis yang mengambil segala sesuatu yang ada padanya. Tuhan mengijinkan dengan mengangkat pagar perlindungan yang ada pada Ayub. Iblis adalah penggoda, penyesat, penuduh dan penghasut.

Di dalam kebingungannya menghadapi tuduhan istri dan teman-temannya yang amat berat. Ayub merasa bahwa hidupnya sudah benar dan tidak ada kesalahan. Ayub mengira Tuhanlah yang melakukan semuanya itu (Ayub 9:32-35). Sesungguhnya Tuhan kita adalah Tuhan yang memberi, memberkati, melindungi dan memperluas daerah kita. Janganlah kita hidup dari kata orang, tapi hiduplah dari apa yang Tuhan katakan tentang kita. Memang tidak mudah menghadapi serangan dari dalam dan dari orang-orang terdekat kita, tetapi Tuhan selalu memberikan yang baik dan yang terbaik bagi anak-anakNya.

Tuhan telah menghapus dosa pemberontakan kita dan tidak mengingat-ingatnya lagi bahkan dosa-dosa para leluhur kita. Di dalam kehidupan ini kita tidak hanya menghadapi peperangan rohani, tetapi juga pengadilan rohani. Dalam pengadilan kita mengemukakan perkara, bukti-bukti dan saksi-saksi. Tuhan Yesus adalah pengantara antara kita dengan Allah sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran kita (Ibrani 9:15) dan Ia adalah pengantara yang adil (1 Yohanes 2:1).

Ketika Ayub mencabut setiap perkataannya dan menyesal maka Tuhan memulihkan keadaan Ayub. Tuhan memberkati Ayub dalam hidupnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu.

Kita juga akan belajar dari kehidupan Yabes, suatu kejadian yang lebih jelas bagaimana seseorang yang dilahirkan dengan nama yang menimbukan kesakitan. Nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan” (1 Tawarikh 4:9). Yabes dianggap sebagai seorang yang membawa malapetaka dan kesakitan. Nama seseorang menggambarkan karakter dan harapan dari orang tuanya. Menurut silsilah, Yabes sebenarnya adalah keturunan Yehuda, suku yang melahirkan garis keturunan raja di Israel.

Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
(1 Tawarikh 4:10)

Yabes berseru kepada Tuhan Allahnya agar Tuhan memberkati berlimpah-limpah dan memperluas daerahnya. Yabes mengklaim berkat yang pernah Tuhan nyatakan kepada Abraham nenek moyangnya (Kejadian 22:17-18). Yabes percaya bahwa tangan Tuhan yang berkuasa mampu melindungi dari segala malapetaka dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

Apapun keadaan kita saat ini, mari kita keluar dari zona nyaman kita sebab Allah kita adalah Allah yang merubah kutuk menjadi berkat dan sanggup membuka jalan bagi hidup kita. Tuhan akan memberkati berlimpah-limpah. Dia Allah yang menyertai dan melindungi kita dari segala malapetaka, kerugian serta menghapus segala dosa-dosa kita. Amin.