Nehemiah’s Calling | Pdt. Christine Here

Nehemiah’s Calling | Pdt. Christine Here

Nehemiah’s Calling

Pdt. Christine Here

12-01-14

Memasuki puasa Daniel kali ini, kiranya kita dapat belajar dari teladan Nehemia, seseorang yang memiliki kedudukan penting tetapi mau berdiri bagi bangsanya. Nehemia mampu memimpin sebuah bangsa untuk membangun satu kota yang hancur, dan dia melakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan, tanpa peduli akan tantangan yang terjadi. Saat pekerjaannya selesai, orang lain dapat melihat bahwa Tuhanlah yang menyertai Nehemia dalam membangun tembok tembok yang runtuh dan nama Tuhan dipermuliakan.

Saat itu bangsa Israel sedang menjadi tawanan dan dibawa ke Babel di bawah pemerintahan raja Persia. Bangsa Israel dalam keadaan yang tercela, meski dahulu mereka merupakan bangsa yang kuat. Saat itu kondisi tembok kota mereka runtuh berlubang sehingga tidak dapat melindungi mereka dari serangan musuh.

Nehemia adalah seorang yang memiliki kedudukan cukup penting dalam kerajaan, namun hal tersebut tidak membuatnya berpangku tangan saat mendapat kabar tentang masalah yang dialami oleh bangsanya. Ia justru memberikan respon yang benar bagi masalah yang dialami oleh bangsanya. Ia mengambil waktu berkabung, berdoa, berpuasa dan menanti-nantikan Tuhan. Ia berdiri di hadapan Tuhan dan minta ampun atas dosa bangsanya dan Tuhan mendengar doanya. Nehemia 1:11; “Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini.” Ketika itu aku ini juru minuman raja.

Raja menaruh belas kasihan kepada Nehemia dan mengijinkan dia pulang untuk menyelesaikan pembangunan tembok. Raja tidak hanya memberikan ijin, tetapi juga memberikan surat rekomendasi untuk mendapat semua fasilitas pembangunan tembok dan pintu, fasilitas membangun rumah di Yerusalem serta mendapatkan pengamanan penuh oleh pengawal kerajaan. Ketika Nehemia mencari wajah Tuhan dan bersedia berdiri bagi bangsanya, maka semua pintu-pintu dibukakan. Nehemia mendapatkan perkenanan dari manusia oleh karena doa.

Dalam pasal 3, dikatakan bahwa tembok tersebut dibangun serentak. Banyak orang beserta pemimpin-pemimpin lainnya turut serta membangun pembangunan tembok Yerusalem.

Ada kesatuan terjadi dan pekerjaan itu selesai dalam waktu lima puluh dua hari. Tuhan menghargai orang-orang yang tulus bekerja untuk Tuhan apapun yang mereka kerjakan. Juga di pasal 3, Nehemia menghadapi kendala. Dia diejek dan diolok namun dia tetap tidak putus asa dalam mengerjakan panggilan Tuhan dalam hidupnya. Dalam Nehemia 2:20, dia menjawab, “Aku menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!

Keadaan bangsa Israel saat itu sangat terpuruk. Mereka tidak hanya menghadapi tantangan dari luar, namun juga dari dalam. Tetapi semua tantangan ini dapat dihadapi oleh bangsa Israel. Juga ada orang-orang yang secara khusus menyerang Nehemia dan bertujuan untuk membunuh dia. Rencana ini tidak berhasil. Kemudian ada yang memfitnah Nehemia dan mengatakan bahwa dia memberontak terhadap raja. Rencana inipun tidak berhasil, sampai orang orang yang ingin menghancurkan Nehemia menyewa nabi-nabi palsu agar bernubuat yang jelek agar semangat Nehemia patah. Semuanya itu tidak dapat menggoyahkan Nehemia. Dalam Nehemia 6:15-16 dikatakan, “Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.”

Dari kisah Nehemia, kita dapat belajar melihat, apabila kita berjalan dengan tuntunan Tuhan, walaupun ada rencana licik sekejam apapun, tangan Tuhan sendiri yang akan membela kita. Tangan Tuhan yang akan turun ketika tantangan makin gencar dalam hidup kita. Setiap tantangan yang diijinkan terjadi dalam hidup kita akan membawa kemenangan dalam hidup kita agar nama Tuhan dipermuliakan, sepanjang hidup kita berkenan dan berjalan dalam pimipinan serta rencana Tuhan. Biarlah, melalui badai dan goncangan dalam hidup kita, kita tetap berseru kepada Tuhan. Tetap berdiri teguh sebagaimana Nehemia berdiri teguh, sampai tangan Tuhan sendiri mengangkat kita keluar dari badai dan nama Tuhan dipermuliakan dalam hidup kita. Amin!