Rahasia Mencapai Visi Allah | Rev.DR. Jong Kuk Kim

Rahasia Mencapai Visi Allah | Rev.DR. Jong Kuk Kim

Rahasia Mencapai Visi Allah

Rev.DR. Jong Kuk Kim

19-01-14

Sesungguhnya tanpa Tuhan, kehebatan kita bukanlah apa-apa. Hal inilah yang dialami oleh Yosua, abdi Musa. Ketika Musa meninggal, Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan membangkitkan Yosua, seorang bujang dari abdi Allah tersebut (Yosua 1:5-9).

Perjalanan kehidupan kita dari awal hingga akhirnya haruslah menyenangkan Tuhan dan memperoleh kemenangan bersama Tuhan. Di tahun baru ini, biarlah kita memulai serta mengakhirinya bersama Tuhan dengan mencapai visi yang telah direncanakan Tuhan bagi kehidupan kita.

Untuk melewati tahun 2014 ini, kita perlu mempersiapkan langkah hidup kita secara matang bersama Yesus. Persiapan rohani, jasmani dan mental juga tak kalah penting, sebab seringkali Tuhan memberikan tugas yang tampaknya ‘tidak menonjol’ kepada kita, seperti tugas yang diberikan kepada Kaleb. Nama Kaleb hanya muncul sekali saat menjadi salah satu dari sepuluh orang pengintai. Setelah itu, bangsa Israel jauh lebih mengenal nama Yosua daripada nama Kaleb. Namun Kaleb tidak memusingkan dirinya dengan penilaian orang. Ia lebih mementingkan apa kata Tuhan, walau untuk itu ia harus berada di balik layar.

Memasuki tahun ini, kita tidak boleh mengandalkan kekuatan kita sendiri, apalagi mengandalkan otak kita. Andalkanlah Tuhan, sebab Dia berkuasa atas segala sesuatu. Mengandalkan otak, logika serta kemampuan kita untuk menganalisa terkadang hanya menambah rasa kuatir kita terhadap apa yang akan terjadi di masa depan. Inilah kunci dalam mencapai visi Allah:

– Kehidupan kita tergantung dari seberapa lekat kita bergantung kepada Allah.

– Senantiasa memegang janji Tuhan dalam hidup kita.

– Utamakan Tuhan yang dahsyat dalam kehidupan kita.

Semua hal di atas telah dibuktikan oleh Kaleb. Dia tidak menjadi cemburu, karena hidupnya tergantung kepada Allah dan mengutamakan Tuhan. Kaleb memegang teguh semua yang dijanjikan Allah kepadanya dan selalu merenungkan Firman Allah itu siang dan malam.

Seringkali kita meminta berkat berkat Tuhan dalam tahun yang baru, namun jangan lupa bahwa ada bagian yang harus kita kerjakan sebelum menerima janji Allah. Dalam Matius 6:33 dituliskan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Apa yang terjadi dalam kehidupan Kaleb dan Yosua tetap dapat terjadi sama sampai saat ini. Sebelum Tuhan memberkati kita, Dia terlebih dulu ingin melihat motivasi hidup kita. Salah satu contoh yang dapat kita teladani dari Kaleb adalah kesetiaannya kepada Tuhan. Dia tetap memegang teguh janji Tuhan tanpa melihat ke kiri maupun ke kanan.

Yosua 14:10-11; “Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.”

Kaleb juga memiliki semangat juang (fighting spirit) yang tinggi,  seperti seorang anak muda. Dengan kata lain, semangatnya untuk menggenapi rencana Tuhan tidak tergantung keadaan tubuhnya. Sikap dan keadaan Kaleb tetap sama, baik dahulu maupun sekarang.

Ayat 15 diakhiri dengan kalimat “Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.” Semuanya itu diawali dengan seseorang yang tak kenal lelah memegang jani Tuhan dalam hidupnya sehingga apa yang Tuhan janjikan tergenapi.

Hari ini apabila engkau merasa kecil dan ‘tidak kelihatan’, janganlah pernah menyerah. Selama tangan Tuhan yang mengendalikan hidupmu dan engkau hidup dalam takut akan Tuhan, maka engkau akan melihat bahwa Tuhan akan menggenapi janjiNya dalam hidupmu. Amin!