New Opportunities | Pdt. Christy Indra Tjiptamulya

New Opportunities | Pdt. Christy Indra Tjiptamulya

New Opportunities

Pdt. Christy Indra Tjiptamulya

09-02-14

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus terlebih dahulu mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, barulah semua berkat-berkat yang rohani datang mengikuti. Karena itu, dalam memasuki Tahun Kesempatan-kesempatan Baru atau The Year of New Opportunities’, kita terlebih dahulu harus mencari kebenaran Kerajaan Allah, baru setelai itu kesempatan-kesempatan yang baru akan datang kepada kita.

Selain itu, kita harus tetap berusaha dan berjuang karena tidak mungkin kesempatan (opportunities) itu datang kepada kita saat kita hanya duduk dan ‘berleha-leha’ saja. Paulus mengatakan dalam Filipi 1:27-30 agar kita harus berjuang untuk iman yang timbul dari berita Injil dengan tidak gentar, meskipun banyak tantangan dan lawan. Oleh sebab itu, seperti dalam perikopnya, Paulus menasihatkan kepada kita untuk hidup sesuai injil Kristus, teguh berdiri dalam satu roh, sehati dan sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari berita Injil.

Beberapa hal yang perlu kita lakukan agar kita dapat berjuang untuk iman yang timbul dari berita Injil, antara lain:

Bersaksi (Lukas 21:10-13); meskipun banyak tantangan dan godaan, kita harus menggunakan kesempatan ini untuk bersaksi.

Menginjil (Kisah Para rasul  16:10); kita harus memberitakan Injil kapan pun kita memiliki kesempatan untuk menginjil .

Berdoa (Roma 1:10); kita harus berdoa agar mendapatkan kesempatan untuk menginjil, bersaksi, sehingga orang dapat melihat bahwa ada Tuhan dalam diri kita.

Melakukan perkara-perkara yang lebih besar meskipun banyak tantangan (1 Korintus 16:9); janganlah mundur ketika mengalami masalah dan tantangan. Bersama Yesus kita akan melakukan perkara-perkara besar (Filipi 1:28).

Berbuat baik (Galatia 6:10); kita perlu melihat bahwa setiap saat sebagai kesempatan untuk berbuat baik bagi saudara-saudara kita.

Jangan memberikan kesempatan kepada Iblis (Efesus 4:17-32); jangan berikan kesempatan iblis menggoda kita sehingga hidup kita sama seperti orang yang tidak mengenal Allah (Efesus 4:17-32). Biarlah hanya Firman yang keluar dari mulut kita dan jangan biarkan kepahitan, kegeraman, kemarahan dan fitnah dibuang di antara kita.

Tetap berbuat baik & memikirkan generasi penerus (1 Timotius 5:9-10); kita harus berbuat baik kepada saudara-saudara seiman yang membutuhkan pertolongan dan telah melakukan pekerjaan Tuhan.

Kita tidak hanya diberi karunia untuk percaya tetapi juga untuk menderita karena nama Yesus (2 Timotius 2:23-26) dan kita mesti menganggap setiap kesempatan yang ada sebagai kesempatan untuk bertobat. Jangan sampai kita seperti Esau, yang tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan meski mencarinya dengan cucuran air mata (Ibrani 12:17).

Kita hidup di masa kasih karunia, karena itu  kita harus menggunakan kesabaran Tuhan sebagai kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri (2 Petrus 3:15-16). Gunakanlah setiap kesempatan yang ada untuk bersaksi, mengabarkan Injil kepada setiap orang dan berdoa, agar nama Tuhan dipermuliakan, amin.