Menghormati Orang Tua | Ps. Samiton Pangellah

Menghormati Orang Tua | Ps. Samiton Pangellah

Menghormati Orang Tua

Ps. Samiton Pangellah

16-02-14

Sepuluh perintah Allah adalah hukum yang berasal dari Allah dan bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia baik secara vertikal (manusia dengan Tuhan) maupun horisontal (manusia dengan manusia). Salah satu perintahnya adalah, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.(Keluaran 20:12). Perintah untuk menghormati orang tua kita adalah perintah yang tertinggi dari hukum yang mengatur  hidup secara horisontal. Tuhan menaruh hukum ini di urutan pertama karena hormat kepada orang tua sangat penting bagi Tuhan. Hal ini tidak hanya merupakan peraturan atau tata karma tetapi merupakan suatu keharusan, karena:

Menghormati orang tua adalah hukum yang berasal dari Allah
Seringkali kita salah mengartikan kata ‘hukum’. Hukum disini bukan berarti ‘punishment’, tetapi adalah ‘sesuatu hal yang pasti terjadi pada setiap orang tanpa memandang bulu’. Sama seperti hukum gravitasi, setiap benda yang jatuh pasti menuju ke bawah, tanpa memandang apakah itu benda mahal maupun benda murah.

Oleh sebab itu, menghormati orang tua harus dilakukan setiap orang tanpa memandang bulu, tanpa memandang agama apapun. Ada hubungan sebab-akibat yang berlaku dalam hukum ini; ketika seseorang menaati hukum ‘menghormati orang tua’, mereka pasti akan mendapatkan berkat. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang tidak menghormati orang tua, pasti mereka akan mendapatkan masalah dalam hidupnya. Karena itu, jangan pernah mencoba untuk melanggar atau ‘main-main’ dalam menaati hukum ini, karena suatu saat nanti kita akan membentur akibatnya.

Orang tua adalah hadiah terindah dari Tuhan
Jika seseorang yang kita hormati memberikan hadiah, biasanya kita akan menyimpan serta menghargai pemberian orang tersebut, bukan karena mahal atau tidak pemberian orang tersebut, tetapi karena kita menghormati atau menghargai orang tersebut. Jika kita menghargai pemberian manusia, seharusnya kita lebih menghargai pemberian Allah. Orang tua adalah suatu anugerah kepada masing-masing kita. Kita harus bersyukur bagaimanapun keadaan orang tua kita. Kita tidak boleh membandingkan keadaan orang tua kita dengan orang lain sebab itu berarti kita menghina Sang Pemberi hadiah. Hormatilah kedua orang tua kita karena dengan demikian akan lebih mudah bagi kita untuk menghormati orang lain dan terutama menghormati Tuhan. Jika kita tidak menghormati yang kelihatan, bagaimana kita dapat menghormati Tuhan yang tidak kelihatan.

Orang tua kita adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita karena mereka berjuang buat kita. Jangan sampai saat kita telah dewasa dan pintar mencari uang sendiri, kita berlaku semena-mena dan bertindak kasar kepada mereka. Jangan lupakan apa yang telah mereka lakukan kepada kita. Mereka bekerja membanting tulang agar dapat menyekolahkan kita. Kita dahulu adalah prioritas keuangan mereka. Karena itu sekarang jangan terlalu perhitungan dengan orang tua kita, hormatilah mereka dengan segala cara.

Pemulihan berawal dari hubungan dengan orang tua (Maleakhi 4:6)
Maleakhi 4:6 mengatakan, “Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”
Tersirat dalam ayat ini bahwa bumi akan musnah karena hubungan anak dengan orang tua yang tidak harmonis. Kita harus menghormati orang tua kita apapun keadaannya, seburuk apapun orang tua kita. Jangan lupa, menghormati orang tua adalah hukum Allah (poin pertama). Seandainya pun kelakuan orang tua kita buruk, kita harus tetap menghormati mereka. Hal itu akan mendatangkan berkat kepada kita dan keturunan kita. Inilah rencana Allah dalam kehidupan kita, yaitu mendatangkan berkat melalui taat dengan hukum yang diberikan Dia dan salah satunya dengan menghormati orang tua kita.

Jika kita mau mendapatkan berkat lebih lagi dalam hidup ini, kita harus memulihkan dan membereskan hubungan kita dengan orang tua kita. Tidak hanya hubungan dengan orang tua kandung kita, tetapi juga dengan orang yang kita pandang sebagai orang tua secara tidak langsung, seperti atasan di kantor, gembala komsel, pimpinan di kantor. Semua adalah ‘orang tua’ yang diijinkan Tuhan hadir dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati.