Shining Brightly | Pdm. Natanael Wuryanto

Shining Brightly | Pdm. Natanael Wuryanto

Shining Brightly

Pdm. Nathanael Wuryanto

30-03-14

Shining Brightly – Bersinar Terang. Di dalam kisah penciptaan (Kejadian 1) Allah menciptakan terang pada hari yang pertama.Saat Tuhan datang dan terang itu ada, kreatifitas muncul dan alam semesta terjadi secara luar biasa. Demikianlah hari-hari penciptaan dan sampai pada hari keenam Allah menciptakan manusia dan Allah melihat segala sesuatu yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik.

Semua berlangsung sampai suatu titik ketika manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3) dan kegelapan kembali masuk dalam hati  manusia. Kebencian, iri hati, dendam, bahkan bumi menjadi rusak oleh hidup manusia. Tetapi karena kasih Tuhan maka diutus-Nya Sang Putra untuk menebus dosa-dosa manusia supaya ada terang kembali di dalam hati manusia. Fokus Tuhan adalah manusia, Tuhan mencari hati manusia untuk menerima terang kasih Kristus.

Saulus, sebelum menjadi Paulus, adalah seorang penganiaya jemaat yang hatinya kejam dan dipenuhi oleh kegelapan. Dalam perjalanannya menuju ke Damsyik dengan hati yang berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan, Paulus mengalami pertobatan dan bertemu dengan sinar Kristus (Kis. 9:1-19a). Paulus dipilih dan dipanggil secara khusus oleh Tuhan untuk memancarkan terang itu bagi banyak orang, bahkan di tengah-tengah penderitaannya pun Paulus tetap bersaksi bagi nama Tuhan (Kis. 26:12-23).

3 hal yang dialami Paulus dan juga kita semua untuk bisa menjadi terang dan saksi bagi banyak orang, yaitu:

 1. Dipisahkan (Kis. 26:16-17a)

Paulus dipisahkan dari komplotannya supaya ia mengenal dan melihat Yesus sehingga ia melakukan apa yang menjadi bagian di dalam hidupnya. Ia menjadi buta, untuk dapat berdoa, berpuasa dan duduk diam mencari kehendak Tuhan. Pada waktu Tuhan membuka matanya, hatinya pun ikut terbuka karena ada sinar kemuliaan yang menerangi hatinya.

Demikian juga hidup kita yang dipisahkan dari kehidupan yang lama kepada kehidupan yang baru. Tinggal keputusan kita, apakah mau dipisahkan atau tidak? Duduk diam dan berdoa kepada Tuhan. Ia sanggup mengubahkan hati yang sulit sekalipun untuk dapat diubahkan bagi kemuliaan-Nya. 

2. Dibersihkan (Efesus 1:18)

Paulus bisa menulis surat Efesus karena Paulus telah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan terang Tuhan dan hatinya diubahkan. Undanglah Yesus masuk dalam hati kita supaya Ia meneranginya dengan kasih dan hidup kita dibersihkan.

Ketika hati kita bersih maka kita akan memiliki pengertian yang benar tentang Tuhan. Hal itu akan melahirkan sebuah pengharapan yang benar kepada Tuhan sehingga tujuan hidup kita diubahkan.

 3. Menjadi terang (Kis. 26: 17b-18)

Setiap kita yang telah menerima terang kasih Kristus, sudah dipilih, dipanggil dan dipisahkan serta dibersihkan untuk memancarkan terang kasih Kristus bagi banyak orang di tengah-tengah kegelapan dunia. Supaya setiap orang yang melihat terang dalam hidup kita dapat berbalik dari kegelapan kepada terang, dari kuasa Iblis kepada Allah. Supaya mereka memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

Biarlah terang Kristus terpancar melalui hidup kita, ibarat mercusuar yang bersinar di tengah-tengah kegelapan sebagai petunjuk jalan dan peringatan bagi para pelaut. Seperti lampu lalu lintas yang menjadi rambu-rambu dan membuat keteraturan bagi banyak orang. Seperti lampu merah yang menegur orang lain untuk tidak berbuat salah, seperti lampu kuning yang menasehati dan menguatkan orang lain atau seperti lampu hijau yang mendorong dan mempromosikan orang lain untuk bertumbuh dan berkembang.

Mari kita bersinar terang bagi nama Tuhan di tengah-tengah keluarga, sekolah, tempat kerja ataupun di manapun kita berada. Tuhan Memberkati.