Chronos & Kairos | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

Chronos & Kairos | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

Chronos & Kairos

Pdt. Dr. Timotius Arifin

06-04-14

Dalam hidup ini segala sesuatu ada siklusnya, dan kita harus mengerti hal ini apabila kita ingin hidup berkemenangan. Untuk memasuki ‘right momentum’ kita perlu mengetahui tentang ‘Chronos’ dan ‘Kairos’. Tuhan kita adalah Tuhan yang berkuasa atas waktu (God of seasons). Kejadian 8:22 berkata, “Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Ada musim gugur, musim dingin, musim semi, dan musim panas, begitu juga hidup. Oleh sebab itu, apabila kita mengalami musim gugur atau musim dingin, di saat seolah-olah banyak persoalan dalam hidup, jangan menjadi tawar hati dan kecewa. Kita harus tetap menaruh pengharapan kita kepada Tuhan, sebab tak selamanya musim dingin terjadi dalam hidup kita. Seperti bunga Plum (Mei Hwa) yang tumbuh pada musim terdingin, seperti itulah pengharapan dalam Tuhan harus selalu ada untuk melalui masa tergelap dalam kehidupan kita.

Kairos adalah waktu Tuhan yang hanya terjadi sekali dan tidak boleh dilewatkan apabila kita tidak ingin kehilangan kesempatan. Seperti saat kekaisaran Jepang jatuh pada tahun 1945, Jendral McArthur meminta supaya dikirim sebanyak mungkin misionaris agar bangsa Jepang dapat mendengar kabar keselamatan Injil. Namun permintaannya ditolak karena kurangnya persiapan dan karena bangsa Inggris terlambat melihat kesempatan berharga ini. Kesempatan itu menjadi  sia-sia dan tidak akan pernah terulang lagi untuk kedua kalinya.

Chronos adalah waktu teratur yang dalam kehidupan kita, dan saat ini akhir kesudahan jaman telah sangat dekat. 2 Timotius 3:1 menuliskan, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Kita melihat bahwa penggenapan janji Tuhan mulai terjadi, akan banyak gempa bumi dan tragedi yang sebelumnya tak pernah terjadi (Lukas 21:25-26).

Ada lima hal yang akan terjadi dalam akhir jaman ini yang dapat disingkat menjadi PHARAOH, supaya kita dapat waspada akan kesudahan zaman:

Persecution of the church (Penyiksaan terhadap gereja/umat percaya)
Penyiksaan terhadap umat percaya akan terjadi menjelang akhir jaman,sebab salib adalah lambang penyiksaan. Siapkan diri kita agar kita dapat bertahan melewati kesudahan jaman ini.

Homosexuality (Homoseksual dan kelainan seksual lainnya)
Kita telah melihat bahwa homeseksual dan sebangsanya bukan lagi menjadi hal yang tabu untuk disembunyikan. Bahkan beberapa orang bangga mengumumkan dirinya homoseksual/lesbian.

Anti Israel (Anti Israel)
Akan tiba saatnya kelompok anti Israel akan muncul di mana-mana, termasuk di Amerika yang dahulu adalah sekutu Israel. Perang  yang terjadi antara Israel dengan Negara tetangganya akan semakin dekat, sebagai tanda bahwa peperangan rohani juga akan terjadi besar-besaran. Karena itu gunakanlah selengkap senjata Allah menjelang kedatangan Tuhan yang Maha dahsyat.

Racism (Rasis)
Pada hari-hari akhir ini, bangsa akan bangkit melawan bangsa. Tidak hanya perang antar agama, tetapi juga antar etnis. Xenophobia (ketakutan akan hal-hal asing) akan semakin menjadi-jadi dalam akhir zaman ini.

Abuse (Kekerasan)
Akan terjadi banyak kekerasan dan penganiayaan, termasuk dalam rumah tangga, termasuk  penyalahgunaan narkoba dan sebangsanya. Kita perlu meningkatkan kedewasaan rohani dan pola pikir kita sehingga kita dapat menyingkirkan hal-hal tersebut dari anak-anak dan rumah kita.

Occultism (Okultisme)
Okultisme, termasuk tukang ramal, hipnotis dan sebagainya akan semakin menjadi-jadi dan dijadikan tontonan yang umum dalam media, dan parahnya akan masuk juga  ke dalam gereja. Hal ini dikarenakan banyak orang yang menolak kuasa Roh Kudus dan lebih tertarik pada kekuatan manusia atau setan  yang lebih masuk akal dan dapat diterima sebagai akal sehat.

HIV / AIDS
Penyakit yang diakibatkan oleh kebiasaan yang menyimpang akan semakin banyak. Dunia akan semakin gelap. Namun kita sebagai umat percaya harus semakin bersinar di tengah kegelapan dunia ini.

Dunia ini sedang menjelang kesudahannya. Karena itu, jangan terlena. Di saat mengalami musim gugur dan dingin, melalui banyak permasalahan dalam hidup, kita harus menjaga hati agar kita tidak kecewa dan tawar hati. Segala sesuatunya akan segera berlalu, pandanglah Tuhan dalam setiap permasalahan sebab Dia adalah Tuhan yang berkuasa atas segala waktu.

Juga, apabila kita mengalami musim semi dan musim panas,namun kita menerima begitu banyak berkat dengan kelimpahan, jangan menjadi tinggi hati, sombong atau terlena.Jangan berfoya-foya dan menghabiskan berkat yang kita miliki dalam sesaat. Tuhan tidak hanya memberikan kita roti dan susu untuk dimakan, tetapi juga benih untuk ditabur.  Karena itu, gunakanlah berkat untuk menabur di tanah yang tepat, sehingga dalam setiap musim apapun yang kita alami, kita tidak akan kekurangan dan selalu mengalami penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Amin.