Menjadi Penerobos! | Pdm. Amos Koko

Menjadi Penerobos!

Pdm. Amos Koko

13-04-14

Bulan ini merupakan waktu dan kesempatan yang tepat bagi kita untuk menjadi saksi Kristus, karena itu kita perlu menjadikan hal tersebut sebagai gaya hidup bagi kita sebagai orang percaya supaya orang lain diselamatkan melalui kehidupan kita.

Melalui ayat dalam Kisah Para Rasul 8: 26-39 diceritakan bahwa Filipus menjadi saksi di depan seorang pembesar dari negeri Etiopia. Filipus adalah salah satu dari tujuh orang pilihan para rasul yang ditetapkan sebagai pelayan meja, penuh Roh Kudus dan berhikmat (Kisah 6:1-7). Dalam hidupnya, Filipus bertindak sebagai seorang ‘penerobos’. Kiranya Tuhan dapat membimbing kita sehingga kita menjadi penerobos yang membawa kabar sukacita bagi orang yang belum percaya.

Ada hal-hal yang harus kita lakukan sehingga kita dapat menjadi seorang ‘penerobos’ sama seperti yang Filipus lakukan, yaitu:

1. Taat kepada Roh Kudus (Kisah Para Rasul 8:29)

Definisi taat adalah “mendengar dan melakukan sebagaimana yang diperintahkan pada waktu itu juga, atau memberi respon yang benar pada perintah pertama.”
Ketika kita menunda-nunda terhadap apa yang diperintahkan, itu berarti kita tidak taat. Seringkali kita memilih untuk tidak taat terhadap apa yang Roh Kudus katakan sebab kita merasa bahwa peraturan yang dari Tuhan itu mengekang hidup kita. Mungkin kita merasa bosan dan lelah, namun jika kita berserah, justru peraturan itu yang memerdekakan hidup kita.
Ketaatan Filipus terhadap Roh Kudus menyebabkan Tuhan dapat memimpin hidupnya. Ketika kita memilih untuk tidak taat, cepat atau lambat tuntunan Roh Kudus akan berhenti dari hidup kita.

2. Menangkap Peluang (Kisah Para Rasul 8:34-35)

“Setiap orang percaya adalah pembawa kabar baik (Every believer is a messenger of good news”, ketika kita mengerti kalimat ini maka kita tahu bahwa setiap saat selalu ada kesempatan mewartakan kabar baik bagi setiap orang yang kita temui. Dalam Kisah Para Rasul 8:35, Filipus menggunakan kesempatan yang ada (peluang) untuk mewartakan Injil keselamatan kepada sida-sida tersebut. Jangan pernah lengah untuk menangkap peluang sekecil apapun, supaya Injil dapat disampaikan kepada orang-orang yang belum percaya, terutama kepada orang-orang yang kita temui.

3. Tidak Menunda Kesempatan (Kisah Para Rasul 8:36)

Ketika sida-sida tersebut percaya dengan segenap hati dan membuat pengakuan dengan ucapan, Filipus tidak menunda kesempatan dan segera membaptisnya. Ada ungkapan yang berkata, “Don’t wait until tomorrow what you can do today, because tomorrow maybe too late! (Jangan menunda sesuatu yang dapat dilakukan hari ini, sebab esok hari mungkin sudah terlambat)”. Ada hal penting yang terjadi dalam Kisah Para Rasul 8:36. Bukan Filipus yang mendesak sida-sida itu untuk dibaptis, tetapi sida-sida itu sendiri yang minta dibaptis. Jangan menunda sebuah kesempatan, namun tetap berpegang pada satu kondisi bahwa orang bersangkutan sungguh-sungguh sudah menjadi percaya.

Ketika Filipus taat kepada Roh Kudus, menangkap peluang dan tidak menunda kesempatan, maka Summer of Right Momentum, yaitu penuaian berlimpah terjadi. Dan Kisah Para Rasul 8: 39b berkata, “Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.”

Mari kita sambut ‘Summer of Right Momentum’ ini dengan lebih peka akan suara Roh Kudus, menangkap peluang, dan tidak menunda kesempatan, sehingga kehidupan kita dapat menjadi saksi bagi orang lain, dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin.