Ready For Change | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

Ready For Change | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

Ready For Change

Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

04-05-14

Dalam kehidupan, kita harus siap mengalami perubahan karena semua yang hidup pasti berubah. Kita tidak boleh apatis atau tidak mau tahu, serta jangan terjebak dengan rasa aman yang palsu sehingga membuat kita tidak mau berubah. Kita harus menjadi lebih dinamis dan siap mengikuti perubahan.

Sebagai orang percaya, kita harus siap menghadapi perbuahan. Namun, dalam menghadapi perubahan tersebut kita harus tetap meletakkan dasar percaya kita pada ‘Batu Karang yang Tak Tergoyahkan’ yaitu Yesus Kristus, yang tidak berubah, dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Dia bahkan tidak melupakan janjiNya walau kepada seribu angkatan (Mazmur 105:8).

Kita juga harus bersiap-siap menghadapi akhir jaman yang sudah semakin dekat. Jangan apatis dan tidak mau tahu. Ada pepatah yang mengatakan, “true faith is hope for the best and ready for the worst” (iman yang sejati adalah berharap untuk yang terbaik dan siap untuk keadaan terburuk). Kita harus mempersiapkan diri kita menghadapi akhir jaman yang semakin dekat ini. Seperti kita ketahui, salah satu tanda akhir jaman adalah adanya penganiayaan terhadap orang percaya dan muncul kegerakan anti Yahudi. Kekerasan (hostility) dan penuaian (harvest) juga akan terjadi di mana-mana. Jadi, meskipun penganiayaan terhadap orang percaya akan terjadi, tuaian secara besar-besaran juga akan ada di mana-mana dan akan terus terjadi pelipatgandaan.

Bangsa Israelpun mengalami perubahan. Semuanya itu dimulai dengan peristiwa munculnya seorang pemimpin di Mesir yang tidak mengenal Yusuf (Keluaran 1:8). Bangsa Israelpun mengalami penindasan. Namun Tuhan membuat pelipatgandaan bagi bangsa Israel sehingga mereka bertambah banyak. Hal ini membuat bangsa Mesir menjadi sangat takut sehingga mereka menganiaya bangsa Israel. Namun Tuhan tidak tinggal diam. Dia bertindak untuk umat pilihanNya dan Dia sendiri yang memimpin mereka keluar dari Mesir.

Mereka yang dahulunya budak, keluar dari Mesir dengan membawa harta yang sangat banyak oleh karena tuntunan Tuhan, bahkan mereka bersorak sorai oleh karena itu (Mazmur 105:37, 43). Namun hal tersebut harus didahului dengan keadaan yang sangat sulit bagi bangsa Israel. Mazmur 105:16 mengatakan, “Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, …” Tuhan membuat keadaan sulit dengan tujuan untk menampilkan dan mempromosikan umatnya.

Namun Tuhan memberikan solusi, dan mengirimkan Musa dan Harun (Mazmur 105:26). Bersyukurlah sebab Dia adalah ‘God of Solution’, Dia memakai umatNya yang diurapi untuk tampil. Tuhan mengijinkan krisis terjadi supaya kita sebagai umat pilihanNya dapat maju dan lewat krisis akan muncul Yusuf-Yusuf, Daniel-Daniel, pemimpin-pemimpin yang mengasihi Tuhan.

Sejarah menulis, kegerakan rohani dan tuaian besar-besaran datang justru pada saat kesulitan dan penganiayaan semakin dahsyat. Seperti kegerakan rohani di China yang timbul ketika terjadi peristiwa Tianamen. Ada perubahan yang terjadi dalam dunia ini dan jika kita tidak bersiap-siap, maka kita akan ketinggalan momentum. Jangan takut terhadap perubahan, sebab Allah akan membuat pelipatgandaan dan memberkati kita berlimpah-limpah, supaya ada penuaian besar-besaran di zaman yang semakin sulit bagi orang percaya. Haleluya!

Penganiayaan akan datang bagi orang percaya sebagai tanda bahwa kedatangan Tuhan semakin dekat. Jadilah saksi-saksi Kristus bagi orang lain, persiapkan diri kita supaya saat hal itu terjadi, iman kita tidak bertambah lemah dan menyangkal Yesus. Kita tahu bahwa saat hal itu terjadi, ada tangan Tuhan yang membuat pelipatgandaan dan ada tuaian besar-besaran terjadi. Siapkan dirimu untuk menjadi saksi dan penuai jiwa-jiwa bagi Tuhan. Kelak, mahkota kemuliaan akan menjadi milik kita. Amin!