Firman Hidup | Pdm. Handoko Pangarso

Firman Hidup

Pdm. Handoko Pangarso

11-05-14

Seringkali Tuhan mengijinkan kemustahilan terjadi dalam masalah di hidup kita agar kita dapat menjadi jawaban atas permasalah tersebut dan nama Tuhan dipermuliakan. Kita diutus Tuhan bukan hanya untuk menginjil, tetapi juga agar Firman dapat hidup melalui kita (1 Yohanes 1:1). Firman Tuhan adalah pribadi Kristus yang hidup melalui kita, karena itulah kita harus menghidupi Firman yang kita baca. Kenalilah Yesus dalam hidupmu dan biarkan Dia bertahta dalam hidupmu sehingga kita dapat menjadi kesaksian yang nyata bagi orang lain sebab kita adalah surat terbuka yangditulis oleh Roh Allah dalam hati kita, sehingga di manapun kita berada, kita dapat menjadi jawaban bagi setiap masalah yang terjadi (2 Korintus 3:3).

1 Korintus 3:26-17 mengatakan, bahwa kita adalah bait Allah. Sebagaimana orang-orang berdoa mencari jawaban atas permasalahan mereka dengan pergi ke gereja (bait Allah), maka kita juga seharusnya menjadi jawaban atas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam hidup ini. Kita telah diberikan Tuhan kunci dan otoritas untuk membuka dan menutup sorga (Matius 16:19, Markus 4:24).

Jika kita adalah bait Allah, maka kita akan selalu memberi, bukannya merampok. Sebab, yang merampok adalah penyamun, bukan bait Allah. Orang yang menjadi bait Allah, akan membiarkan kedagingannya semakin lemah dan membiarkan Roh Tuhan yang berkuasa atas hidupnya, meski terkadang hal tersebut sangat menyakitkan ego sebagai seorang manusia. Namun, justru melalui persoalan tersebut, ketika kita berserah, maka nama Tuhan akan semakin dipermuliakan.

Apabila dalam masalah tersebut dibutuhkan pengampunan, maka kita harus melepaskan pengampunan. Apabila dibutuhkan berkat, kita harus terlebih dahulu melepaskan berkat ke orang lain sebab Tuhan telah memberikan kepada kita kunci dan otoritas untuk membuka dan menutup sorga. Jika kita mengetahui fungsi kunci ini, maka kita tidak akan takut akan terhadap segala masalah yang akan terjadi dalam kehidupan kita dan kita harus terlebih dahulu berubah untuk memulai perubahan tersebut (Markus 4:24).

Kita perlu menjadikan hidup kita sebagai penyembahan kepada Allah. Dalam hidup ini hanya ada dua penyembahan, yaitu penyembahan yang berbuah kedagingan (Galatia 5:19-21) dan penyembahan yang berbuah roh (Galatia 5:22-23). Kita harus berbuah roh dan bukannya berbuah kedagingan.

Kerinduan Yesus yang terbesar bagi kita adalah memiliki hidup yang kekal itu adalah pengenalan yang benar kepada Bapa (Yohanes 17:2-3). Karena itu, kita tidak boleh hanya sekedar ‘tahu’, tetapi harus mengenal pribadiNya melalui keintiman dengan Dia. Kerinduan seorang Bapa adalah menikmati keintiman dengan anakNya. Untuk itulah, kita harus selalu rindu untuk bersekutu dengan Dia. Alkitab mengatakan bahwa akan datang penyembah-penyembah yang benar, yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24). Dalam penyembahan, kita tidak boleh hanya terpaku dengan tempat, aturan atau hukum taurat, namun melalui pengenalan yang benar kepada Bapa sehingga menghasilkan buah roh. Ketika kita seharusnya punya alasan untuk tidak bermurah hati, kita tetap dapat bermurah hati, itulah penyembahan yang sebenarnya. Jadi, memikul salib dan menyangkal diri adalah tanda bahwa kita tinggal di dalam Dia (lukas 9:23).

Menyangkal diri adalah ‘memiliki kemampuan membalas tetapi tidak membalasnya (mampu mengendalikan diri)’. Sedangkan memikul salib adalah ‘menerima penderitaan dan tekanan yang diberikan orang lain kepadanya pada waktu ia sendiri dalam kebenaran dengan tetap berbuat baik’.

Kekuatan kita yang sejati adalah melalui salib (1 Korintus 1:18). Ketika kita menyalibkan daging kita dan memilih untuk menyangkal diri, saat itulah kita menghasilkan buah roh. Untuk menghentikan dosa, kita perlu memiliki pikiran Kristus (1 Petrus 4:1).sehingga saat kita dinista waktu kita berbuat benar, maka kita akan menerima Roh Kemuliaan (1 Petrus 4:14). Saat kita sudah menyatu dalam penderitaanNya, maka kita juga akan menerima kemuliaan melalui kebangkitanNya (Roma 6:5) dan melalui roh tersebut kita dapat berseru kepada Bapa (Roma 8:15).

Hidup dalam ketetapanNya dan terus memhasilkan buah roh adalah jalan agar kita dapat memanggilNya Bapa. Biarlah hidup kita menjadi jawaban bagi orang lain, sehingga Tuhan melakukan terobosan-terobosan dalam hidup kita dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin!